Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
(Season 2) Mengejar


__ADS_3

Mikael dikirim oleh orang tua Ken bersembunyi di sebuah pedesaan setelahnya. Setelah urusan Raphael selesai entah siapa yang berhasil mengatasinya ataupun kehendak Raphael sendiri.


namun sebelum kepergiannya, Raphael sempat berkunjung pada Geo yang hampir membunuhnya. Seperti orang gila yang kehilangan kendalinya Raphael tidak sama sekali memberikan ampun pada Geo.


Geo yang sudah lama sekali menekuni ilmu beladiri dari keluarga ibunya, Akhirnya ia bisa terbebas dari serangan Raphael yang sangat tiba-tiba itu. Beserta keluarganya Geo memutuskan untuk pergi sementara waktu keluar kota, untuk terhindar dari incaran Raphael.


Saat semuanya sudah diselesaikan, Raphael pergi keluar negeri dengan merubah identitas dan kewarganegaraan miliknya. Mikael pun dijemput kembali oleh Dewi Gumelar dan Satria Rudyantara yang merupakan paman dan bibi kandungnya.


Oleh kekuasaan kuat dari Eorlina, yaitu nenek Mikael. Ia memutuskan untuk mengangkat Mikael sebagai kepala keluarga Gumelar. Saat itu juga Mikael kembali lagi belajar melanjutkan studinya di kampus. Hanya dalam waktu singkat Mikael dapat mengejar ketertinggalannya itu. 


Tentu saja kembalinya Mikael disambut hangat oleh Kai, bahkan Kai merupakan salah satu tempat mikael berkeluh kesah tentang apa yang Mikael hadapi saat ini. Kai selalu bisa membuat Mikael kembali hidup.


Dan Mikael menerima dirinya sebagai kepala keluarga Gumelar saat ini, walau usianya masih sangat muda. Namun di akhir Studinya, kejadian yang menimpa temannya itu membuatnya sedikit kecewa.


Selang beberapa waktu setelah kasus kehilangan Chip bernilai Miliaran itu, Mikael telah menyelesaikan studinya tanpa sahabatnya itu. Sehingga ia memutuskan untuk mencari keberadaanya.


Setelah sekian lama akhirnya ia bertemu dengan-nya dengan keadaan Kai yang sangat kacau, tubuhnya menjadi sangat kurus. Matanya berkantung hitam dibawahnya.


Beberapa detik bertemu dengannya, Mikael harus kehilangan lagi sahabat baiknya itu untuk selamanya. Setelah kecelakaan yang menimpanya itu.


***


Kai tersadarkan bahwa dirinya sudah berada di dalam rumah sakit. Ia mendengar beberapa orang berbicara, sehingga ia memutuskan untuk berpura-pura tertidur namun hal itu diketahui oleh pria-pria itu. Kaipu membukakan matanya dan melihat siapa orang yang telah menolongnya.


Mata dan rambutnya terlihat lebih sama dengannya. Begitupun dengan pria dengan pakaian dokter di sebelahnya. Kai merasa bingung sebenarnya siapa orang-orang yang ada dihadapannya ini. "Kau sudah baikan?" pertanyaan singkat yang terlontar dari pria itu.

__ADS_1


Kai masih belum sadar sepenuhnya, Hingga saat ia mencoba menjawab, namun mulutnya terkunci. Suaranya tidak kunjung keluar. Kai mengepalkan tangan kirinya sesaat ia menyadari bahwa ia tidak bisa merasakan tangannya.


“Maaf Kai kau tidak mengenaliku ya?”


“Aku Malik Rudyantara. Sebentar lagi orang yang pasti kau kenal akan segera datang.” Sahut dokter itu.


Tidak lama satu orang lagi yang menggunakan jas berwarna biru datang menjenguknya dan orang itu adalah salah satu orang yang kai kenal.


“K,,..Kak g,,eo!?


“Kai? kau mengingatku?”


***


Mikael yang melewatkan belokan itu segera mencari jalan lain untuk segera menyusulnya. Bermodalkan ponsel Arka. Mikael, dapat mengetahui kemana saja Reino pergi. Bahkan saat Reino melewati rute tersulit sekalipun dengan kemampuan berkendaranya, Mikael jauh lebih lihai dari pada seorang supir yang bekerja pada Reino


Setiap belokan rute, decitan suara ban mobil yang menginggal kan jejak itu terdengar tidak hanya sekali dua kali saja. Sampai mikael bisa menemukan mobil Reino kembali di hadapan matanya.


Namun kejadian tak terduga dari Mikael terjadi dari sisi lainnya Fillio dengan pistolnya ia bersiap menembak Mikael. Dengan Mikael yang melihatnya langsung menancap gasnya lebih cepat lagi, untuk mengejar Reino yang mulai memberi jarak lagi.


Tidak sengaja Mikael melihat ponsel arka sekilas, ketika itu juga ia kembali melihat rute jalan lewat ponsel arka memberikannya sebuah ide bagaimana cara ia bisa menangkap Reino. Pertama-tama ia berpura pura melancarkan serangannya dengan menembak mobil Reino yang berada di depannya itu melalui jendela.


Begitupun dengan Fillio yang tidak mau kalah menembakan pistolnya ke arah mobil Mikael. karena rencananya adalah menyingkirkan Fillio terlebih dahulu. Mikael sengaja menggiring Fillio ke suatu tempat yang merupakan jalan pintas sempit dan sepi serta gelap karena menyerupai terowongan.


Mikael langsung melakukan mobilnya dengan cepat. Melewati terowongan itu, walaupun ia harus kehilangan Reino dari hadapannya tapi demi menyingkirkan Fillio dia harus melakukan sesuatu terlebih dahulu terhadapnya.

__ADS_1


Fillio yang masih mengikuti Mikael menancapkan gasnya lebih dalam lagi agar bisa segera bisa menyusul Mikael, sambil menembakan beberapa peluru pada Mikael.


Namun saat ia memasuki terowongan yang dilalui Mikael, tiba-tiba saja ban mobilnya bocor seperti tertembak peluru yang sangat tajam hingga bisa menembus bannya.


Dengan terpaksa Fillio harus mengerem mobilnya yang kehilangan keseimbangannya itu. Hingga membuatnya harus kehilangan Mikael.


Tanpa diketahui Fillio, Mikael telah menyiapkan beberapa orang didalam terowongan itu untuk membereskan Fillio dan menangkapnya hidup-hidup.


Mikael kembali ke jalan yang dilalui oleh Reino. Dalam saat itu juga Mikael benar-benar kesal dengan perbuatan yang dilakukan Reino yang membuatnya melakukan hal gila lain. Mikael menembakan bom tempel yang skala ledakannya cukup kecil namun bisa menghentikan pelarian Reino.


Mikael membuka jendela mobilnya lebar-lebar, bersiap mulai membidikkan tembakan itu tepat di dekat ban sebelah kanan belakang. Tanpa banyak jeda waktu Mikael harus cepat-cepat menembakan bom tempel itu, karena ia harus kembali mengendarai mobilnya.


pip pip pip...


Suara bom yang siap meledak itu lama-lama tempo bunyinya semakin cepat dan semakin cepat hingga akhirnya.


DUAR!


Mobil Reino meledak hingga melayangkan mobilnya beberapa meter. Mikael tertawa puas dengan nafsu aura membunuh yang kuat.


Mikael segera turun dari mobilnya untuk melihat keadaan Reino. Mikael berlari menuju mobil Reino dan segera membuka pintu mobilnya. Namun ternyata Reino Tidak ada di dalamnya. Sehingga Mikael menjadi marah dan gelisah, Reino yang sudah tertangkap, namun masih bisa melarikan diri.


Mikael mencari ke setiap sudut mobil itu, namun tidak ada siapapun bahkan supir Reino sendiri menghilang. Mikael pun membuka bagasi mobil namun tetap tidak ada, namun saat berbalik. Seorang sopir Reino dengan beraninya ia menodongkan pistolnya tepat di kepala Mikael.


Perlahan-lahan, Mikael melihat siapa yang berani melakukannya seperti itu. Seorang kepala mafia nomor satu di negara orang itu berani sekali mengancam orang seperti Mikael. ia tidak tahu apa yang akan dilakukan Mikael untuk membalasnya.

__ADS_1


__ADS_2