Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
Sakit 3


__ADS_3

Ken menceritakan pada Petra tentang keadaannya yang sangat mendesak. Menanyakan cara lain agar Mikael cepat pulih sesegera mungkin untuk menyiapkan peperangan yang mungkin akan terjadi dalam waktu dekat.


Petra punya solusi terbaiknya namun itu kemungkinan sangat kecil jika tubuhnya akan drop sepenuhnya jika dipaksakan. Setelah itu Petra memutuskan untuk menelpon Aya, namun Aya tidak kunjung mengangkat telponnya. Akhirnya ia pun mencoba menelpon nomor Mikael yang di berikan Ken kemarin.


Tanpa harapan yang pasti tapi Mikael mengangkat telpon dari Petra. "Pak Mikael, saya dokter Petra yang merawat bapak kemarin saya ingin menyarankan bapak untuk-" tiba-tiba saja telponnya tertutup tanpa sempat mengatakan sesuatu pada Mikael.


Tidak lama dari itu Ken juga memutuskan untuk menelpon Aya melalui telpon rumah. Ken sebenarnya bingung apa yang ingin ia sampaikan pada Aya. Namun ia memutuskan untuk tidak menceritakannya pada Aya dan Hanya menceritakan bagaimana Arya melakukan tugasnya dengan Baik.


Petra yang tiba-tiba mendapat telpon Aya, sejujurnya ia sangat ragu untuk mengatakan sesuatu padanya. Jika Aya tau mungkin presentase terjadinya masalah akan sangat besar. Karena Petra pernah mendengar tentang Aya dari Tora tentang Aya yang bertindak tanpa memiliki rencana dan suka gegabah dalam hal sesuatu.


Namun Aya terus menekan Petra hingga ia mengungkapkan kebenarannya. Sesaat setelah itu terjadi keheningan yang panjang sebelum akhirnya Aya mengakhiri panggilannya.


***


Aya merenungkan sejenak tentang keadaan yang terjadi saat ini. Aya memang tidak terlalu mengerti tentang dunia mafia, namun saat dirinya hendak diculik oleh Zen lalu Zen menembak Arka. Aya sedikit paham tentang apa saja yang mereka lakukan.


Tidak hanya itu Aya juga sudah banyak membaca novel tentang mafia dan novel action lainnya. Hal yang paling dibutuhkan untuk mempertahankan kekuasaan kedudukan dan hartanya adalah sebuah strategi yang efektif untuk menyerang dan bertahan.


Satu-satunya orang yang bisa Aya andalkan untuk urusan mafia seperti ini adalah Mikael. Namun untuk kondisi saat ini berada di pihak Mikael sungguh tidak menguntungkan. karena tubuhnya saat ini sedang tidak sehat sepenuhnya. Sehingga ia tidak bisa menggerakkan anggota mafia sepenuhnya, salah-salah malah ia yang mungkin akan terkena tombaknya sendiri.


Aya sangat mengetahui bahwa Zen yang sekarang adalah orang yang sangat tidak sabaran. Mungkin Zen akan menyerang besok dengan skala kecil untuk menguji anggota mafia milik Mikael sebelum akhirnya mengeluarkan sesuatu yang besar.

__ADS_1


Artinya saat ini Aya harus menghandle semuanya. Aya harus menjaga Mikael istirahat selama tiga hari sambil mengendalikan perusahaan dan anggota mafia bersama Arya dan Arka. Hal yang paling berbahaya hanya pada pengendalian anggota mafia saja untuk perusahaan mungkin Arka dapat menanganinya dengan mudah, sedangkan Mafia itu bagaikan kuda liar yang belum dijinakkan. Apalagi sebagian besar Anggota mafia Mikael terdiri dari anggota yang ia berhasil taklukan sendiri. Sehingga memiliki kemungkinan untuk berkhianat dan mengacungkan pistol balik kepada Mikael.


Tidak lama Aya mendengar suara keributan pelayan dan juga Mikael di depan pintu kamarnya. Aya yakin Mikael sedang berusaha untuk keluar dan pergi ke perusahaannya. Aya langsung beranjak dan berlari kecil keluar pintu kamarnya.


Diluar tampak banyak pelayan yang menghalangi jalan Mikael yang hendak pergi itu. Aya langsung mengambil alih perhatian dengan berteriak tegas menyuruh semuanya untuk berhenti.


Aya menarik tangan Mikael menyuruhnya untuk masuk kembali kedalam kamarnya. namun Mikael menolak Aya dan masih berdiri tegak di depan pintu kamarnya. Mata Aya berubah menjadi mata yang sangat tegas dan berkarisma. Menekan mental Mikael agar segera mengikutinya. Tangan Aya siap melayangkan tinjunya. Sehingga Mikael pun menurut padanya.


Mikael duduk di pinggir ranjangnya, sedangkan Aya duduk di kursi depan ranjang itu. Aya menyilang kan kakinya. Menunjukan sikap angkuh dan dominasi miliknya tidak kalah dengan sikap yang sama pada Mikael.


"Mengapa kau menghalangi ku?" Mikael bertanya dengan dingin.


"Aku bukan mau menghalangibmu pergi tetapi aku disini juga terpaksa untuk kebaikanmu. Jika kondisi mu saat ini seperti ini maka hasil yang kau lakukan pun juga tidak akan maksimal" Aya langsung mengungkapkan jalan pikirannya.


"Maksudmu Bayu Anggara?"


Mikael terbelalak mendengar ucapan Aya. Ia yakin bahwa ken lah yang membocorkannya.


"Apa jawabanku benar?" Aya berusaha berbicara mengikuti nada seorang antagonis yang sinis. Sambil mengunci tatapan dingin Mikael. "Jika itu saja sih Arya sudah membereskannya."


Mikael dikejutkan dengan pernyataan Aya tentang, pengenalan produk barunya oleh Arya. "Bagaimana-"

__ADS_1


"Sttt.." Aya meletakkan telunjuknya di atas bibir Mikael. "Serahkan pada anak-anak itu." Sambil tersenyum Aya meyakinkan Mikael agar tetap berada di ranjangnya untuk beristirahat.


Mikael pun menarik tangan Aya yang menempel di bibirnya. Sehingga Aya tertarik maju, dan mendekat pada Mikael. tidak ada jarak lagi antara keduanya. Tubuh Aya sudah berada di pelukan Mikael. Aya begitu kaget ketika ia sudah berada dalam pelukan itu.


Mikael pun mendekat bibirnya di telinga Aya dan berbisik lembut. "Kau! benar-benar berani! Kau tau Aku bosan. Bagaimana jika kau temani aku bermain." Suara berat Mikael bergema di telinga Aya, membuat telinganya terasa panas sampai ke kepalanya.


Aya berusaha mendorong Mikael tetapi pelukannya terlalu kuat. "Dasar Mesum!" Aya berteriak berusaha melepaskan diri.


"Kau pikir kita akan bermain apa?" Mikael menggoda Aya melihat wajah Aya yang semakin merah merona itu. "Aku ingin kau temani aku berjalan-jalan ke luar." Mikael menjelaskannya sambil melepaskan pelukannya pada Aya.


"Tidak mau! Dasar kau cabul!" Aya memutar badannya dan hendak pergi meninggalkan Mikael. tetapi Mikael berhasil menahan tangan Aya.


"Jika kau tidak mau aku akan kembali ke perusahaan, Aku ini benar-benar sangat bosan!" Mikael mengancam Aya walaupun ekspresi nya tetap tidak berubah dan masih saja dingin.


"Apakah kau hanya bisa mengancam? Baiklah aku akan temani kau ke luar sebentar. Sepertinya tidak buruk." Aya membalikan tubuhnya dan mencoba mengalah dengan sifat kenak-kanakan Mikael yang seperti itu.


"Nah begitu dong! Babu harus ikuti apa perintah majikannya." Mikael sengaja membuat Aya marah agar ia bisa pergi ke kantor perusahaannya.


"Babu!? Kau tidak tahu ya jika babu itu membunuh majikannya bakal jadi apa?" Aya memainkan beberapa permainan kata untuk memendam amarahnya.


"Jadi apa?" Mikael yang sangat pintar itu terkena jebakan permainan kata Aya yang ia dapatkan dari novel yang ia baca.

__ADS_1


"Rahasia.." Aya tersenyum dengan polos dan natural di depan Mikael setelah ia mempermainkan Mikael dengan permainan kata yang ia sering dapatkan di novel yang dibacanya.


Melihat senyum Aya yang begitu indah tanpa sadar Mikael menarik tangan Aya lalu mencium bibirnya.


__ADS_2