
Aya sangat kebingungan. Arka sudah dua hari tidak keluar dari kamarnya, kecuali ketika ia bersekolah Bahkan ia menolak semua makanan yang di buat ibunya sendiri.
Arya sendiri tidak bisa mengusik Arka yang pemarah itu. Jika Arka sudah marah sulit sekali bagi Aya maupun Arya untuk meluluhkan hatinya. Arka memang hanya seorang anak kecil, terkadang orang salah mengira jika ia sudah dewasa karena kejeniusannya.
Aya hanya bisa mendekati Arka ketika ia sudah tidur, mencium keningnya dan mengatakan selamat tidur walau hatinya sakit karena dibenci oleh anaknya sendiri, namun ia tetap menyayangi Arka setulus hati.
Hari kedua sejak mereka bertengkar, Arya membantu Aya untuk membereskan toko peliharaan ketika pulang sekolah. Arya yang mudah tersenyum dan pekerja keras itu menjadi sorotan pembeli. Aya sangat senang anaknya begitu disukai oleh orang-orang di sekitarnya.
Nenek : "Permisi, apa kau menjual binatang langka seperti rubah atau lainnya?"
Aya : "Terimakasih sudah bertanya nek. Disini hanya menjual peliharaan pada umumnya, karena mungkin untuk hewan langka kami agak sulit untuk menanganinya."
Nenek : "Oh begitu, aku menghilangkan anak harimau yang di pelihara oleh cucuku. sekarang aku harus menggantinya. Aku tidak tau harus bagaimana lagi karena sudah tua aku tidak bisa berjalan jauh."
Arya :"Nenek aku bisa membantumu untuk menangkapnya."
Aya : "Itu tidak mungkin Arya! Itu hewan buas, lagian jika ia benar kabur dan sudah beberapa hari pasti sudah ada yang menangkapnya duluan!"
Arya : "Kalau begitu, nek kapan kau menghilangkannya?"
Arya yang penuh dengan pikiran positif itu, dengan keras kepala ingin mencari Anak harimau nenek itu. Ia sangat percaya diri sekali bisa segera menangkap harimau itu.
Nenek : "Tadi pagi..? Ingatan nenek sungguh buruk."
Arya : "Baik kalau begitu nek, dimana rumah nenek tinggal?"
__ADS_1
Nenek : "Kalau begitu biar nenek antar."
Aya : "Arya apa kau tidak mendengarkan ibu?"
Arya : "Ibu pernah bilang jika kita membantu orang akan ada manfaat yang berbalik pada kita."
Arya : "Jangan melupakan prinsip hidup ibu ya! aku sayang ibu."
Arya pun pergi mengikuti nenek itu bersama dengan sopirnya, sedangkan Aya melanjutkan pekerjaannya. walaupun khawatir melihat Arya yang seperti itu Aya tidak bisa berbuat apa-apa. Ia jadi teringat dengan kakak keduanya yang sudah lama meninggal.
Aya merupakan keluarga pembisnis yang bersih dari mafia dan lainnya. Keluarganya menjalankan bisnisnya di bidang perkapalan dan pesawat serta riset penelitian hewan. Laboratoriumnya adalah laboratorium terbesar saat ini.
Ketika Ayahnya Aya meninggal, Aya dinikahkan dengan teman kuliahnya sekaligus pacarnya yaitu Zen. Aya memiliki dua kakak lainnya. ketika Aya menikah kakak keduanya meninggal secara tidak diketahui penyebabnya. Semuanya sudah melakukan penyelidikan tetapi masih belum menemukan bukti yang akurat.
Keluarga Dirgantara yang tersisa hanya Aya, karena ibu Aya selingkuh dan meninggalkan mereka semua ketika usia Aya berumur empat tahun. Aya selalu menunggu ibunya kembali tetapi ketika itu juga ibunya tidak akan pernah kembali kepadanya.
Kakak keduanya selalu berkata pada Aya "Daripada diam dan bersedih tidak melakukan apapun, lebih baik kita membantu orang yang akan ada manfaat yang berbalik untuk kita." seketika itu juga Aya menangis mengingat kedua kakaknya.
Aya :"Kak Anggara..kak Kai"
Ia berbisik pelan, tetapi Tora menangkap Aya yang sedang menangis sambil membereskan kotak-kotak peralatan untuk hewan peliharaan itu. lalu Tora pun mendekati Aya.
Tora : "Apa kau baik-baik saja?"
Aya : "Ah.. aku hanya teringat dengan kakak, kak Tora sangat dekat sekali bukan dengan kak Kai"
__ADS_1
Tora : "Tentu saja, Kai adalah orang yang sangat periang jadi mudah didekati. karena jurusan kami sama yaitu robotik. Orang-orang disana sifatnya individualis tetapi kakakmu tidak.
Ia membantu banyak teman-temannya menyelesaikan robot mereka sebagai tugas akhir dan ketika itu aku membuat sebuah robot dan robot yang ku buat itu adalah robot android berbentuk manusia, sedangkan kakakmu membuat sebuah robot yang bisa mendiagnosis penyakit hewan secara akurat, ia berkata kalau ia sangat menyayangi hewan-hewan yang ada di dunia ini.
Aku sudah menyuruhnya untuk pindah jurusan dokter hewan namun ia berkata "Membuat sebuah alat yang bisa membatu para dokter hewan itu lebih menyenangkan". Melihat robotnya yang begitu jenius dan hebat. Aku pun tidak mau mengalah padanya, tetapi ketika itu aku kekurangan chip untuk menyempurnakannya. Satu chip berharga jutaan hingga aku mengambil chip salah satu temanku.
Karena meja temanku yang chipnya dicuri itu berdekatan dengan kakak mu, kakakmu jadi yang dituduh melakukannya. Pada saat itu aku tidak membela apapun padanya. Ia di hukum oleh para dosen dan pejabat Fakultas. Namun hukumannya di tangguhkan ketika kakakmu berjanji akan membantu temannya menemukan siapa pencurinya.
Hingga saat sentuhan akhir. Robot ku tiba-tiba terjadi kesalahan. Ternyata itu berasal dari chip itu, chip itu sudah di tanamkan virus, hingga seluruh chip yang ada pada robot ku mengalami kesalahan. Kakakmu yang mengetahui itu memberikan karyanya padaku dan menyerahkan diri pada dosen dan pejabat tinggi lainnya. Akhirnya ia pun dikeluarkan dari universitas.
Ketika itu temanku yang ku curi chipnya mengetahui semuanya. Lalu melaporkanku pada para dosen. Para dosen mengeluarkan ku dan menulis permintaan maaf pada keluargamu.
Aku menyesali perbuatan ku, terakhir kali kita bertemu aku sangat ingin meminta maaf padanya. Namun ia berkata itu bukan salah siapapun, seharusnya ia memerhatikan sahabatnya sendiri. Ia berkata bahwa ia tidak peka kalau sahabatnya itu membutuhkan bantuannya. Itu tepat sehari sebelum kematiannya.".
Aya : "Kakak dari dahulu ia memang orang yang seperti itu. Aku juga tidak terlalu menyalahkan mu. pada saat itu mungkin kau juga merasa kebingungan dan merasa tidak ada pilihan lain lagi"
Tora : "Inilah mengapa alasan ku mengabdikan diri pada toko ini. Kau sangat menyukai para hewan dan menyayangi dirimu. Aku ingin menjaga apa yang dia sayangi."
Aya :"Terimakasih sudah mengatakan semuanya Tetang kakakku. aku merasa jadi tenang mengingat sifat kakak yang seperti itu. Pasti sekarang ia akan memarahiku karena aku sedih dan tidak melakukan apapun."
Tora : "Yah aku yakin ia sedang beristirahat dengan tenang."
Tv : "Sebuah geng mafia melakukan penyeludupan narkoba, terekam oleh sisi TV pelabuhan dari perusahaan Anggara. diketahui perusahaan pelabuhan kapal Anggara sudah berpindah tangan pada perusahaan lain. kasus ini masih dalam penyelidikan."
Aya : "(Tunggu dulu Itukan perusahaan ku yang aku berikan pada Zen)"
__ADS_1