Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
(season 2) Arya


__ADS_3

Arya dibawa paksa oleh segerombolan orang yang menggunakan jas rapi dengan sebuah corak pola yang seragam di baju semua anak buah Pria yang mengenakan jas merah itu. Arya terdiam dalam mobil itu, namun dalam pikirannya ia memikirkan sesuatu rencana bagaimana cara ia bisa bertemu kembali dengan Pria yang mengenakan jas merah itu.


Arya memperkirakan bahwa jalan yang sebelumnya mungkin sudah diblokir oleh pria itu, Arya mencoba memikirkan cara lain yang memungkinkan ia, bisa bertemu lagi dengan Pria itu, karena dalam hatinya Arya masih penasaran bagaimana dengan keadaan keluarga Dirgantara yang sebenarnya. Karena Arya yakin bahwa permasalahan tentang kematian pamannya sungguh bukan hal yang sangat sederhana. Pasti beberapa alasan dibaliknya adalah permasalah keluarga Dirgantara sendiri.


“Paman! Turunkan aku di toko es krim dekat apartemen xx ya!” Arya memasang wajah polosnya untuk meminta para orang-orang rapi itu untuk menurunkannya di sebuah toko es krim dimana toko itu menjadi sebuah toko langganan Arya dan Arka semenjak mereka kembali ke ibukota.


Para anak buah itu menuruti perkataan Arya dengan menurunkannya di sebuah toko Es krim di dekat Apartemen tempat tinggalnya dulu, sebelum ia pindah ke apartemen milik Mikael. Arya pun turun dari mobil itu, para Pria rapi itu pergi meninggalkan Arya sendirian.


“Hallo dek Arka(?) atau Arya(?)” Tukas penjaga toko es krim yang sudah terbiasa membukakan pintu khusus untuk seorang anak kecil yang masuk ke dalam toko.


“Aku Arya paman.” Arya menjawab dengan wajah cerianya.


“Ahahaha, Arka tidak pernah tersenyum seceria ini. Dia hanya tersenyum ketika mendapat gratisan atau diskon harga saja, tetapi dia terkadang selalu tersenyum jahil karena sifatnya yang begitu.” Penjaga toko itu berbicara panjang lebar menceritakan perbedaan sifat Arya dan Arka setelah mengamati mereka ketika membeli es krim di tokonya. Penjaga toko es krim itu kembali melanjutkan pekerjaanya membersihkan lantai toko itu.


“Dek, Arya(?) Mau pesan es krim rasa Apa hari ini?” Tanya seorang kasir es krim itu dengan memasang senyum profesionalnya.


“Beri aku es krim chocolate mint paman. Paman boleh bantu aku untuk mengecek ponselku tidak? sepertinya ponselku terkena benturan yang sangat keras.” Arya meminta bantuan pada Pria kasir Es Krim itu untuk melihat ponsel Arya yang tampaknya terkena benturan yang sangat keras sekali di dalam tasnya saat melarikan diri.

__ADS_1


Terlihat retakan-retakan besar dan kecil di layar ponsel Arya. “Wah sepertinya ponselmu benar-benar rusak. Kalau begitu kau pinjam ponsel paman saja jika kau mau menelpon ibumu.” Pria itu beberapa kali membolak-balikan ponsel milik Arya. Seperti kelihatannya ponsel Arya sepertinya sudah tidak terselamatkan lagi.


“Bagaimana paman tahu aku mau menelpon ibu?” Arya hanya berbasa-basi tentang pertanyaannya karena Arya sudah tahu pasti ibunya sudah beberapa kali mengunjungi toko ini untuk mencarinya.


“Ibumu sudah beberapa kali mencarimu? Kau darimana saja?” Seperti yang Arya duga jika ibunya pasti sudah mencarinya beberapa kali ke toko ini.


“Aku pergi ke rumah temanku paman, kalau begitu aku pinjam ponsel paman. Ibu sepertinya sangat mengkhawatirkan aku, jika aku tidak segera memberinya kabar ia bisa nekat melakukan sesuatu untuk mencariku.”Ketika itu juga Arya teringat dengan Arka, bagaimana keadaanya sekarang ia masih belum mengetahuinya,


“Ini ponsel paman, kau boleh menyimpan nomor ibumu jika lain kali kau ingin aku menyampaikan sesuatu untuk ibumu seperti waktu itu.” Pria itu menyodorkan ponselnya kepada Arya. Dengan tangan kecilnya Arya langsung menerima ponsel itu.


Arya pun memilih tempat duduk yang tidak begitu jauh dari pintu utama toko eskrim itu, sambil melihat keluar dari kaca toko itu Arya menelpon Aya menggunakan ponsel yang ia pinjam dari Seorang kasir toko eskrim itu. Suara nada hubung tererus terdengar di telinga Arya. Aya belum juga mengangkat telponnya.


Arya menggelengkan kepalanya, menandakan bahwa Aya belum sama sekali mengangkat telpon dari Arya. Dalam hatinya pun mulai muncul kekhawatiran. Arya sangat takut terjadi sesuatu yang buruk menimpa Arka. Sebelumnya Arka pernah terkena tembakan peluru, Arya semakin khawatir dengan semua ke nekatan yang Arka lakukan, Arka selalu bertindak sesuka hatinya. Bahkan ia sering kali terjun pada sesuatu yang sangat berbahaya yang mungkin akan mengancam nyawanya sendiri.


Arya mengigit-gigit jarinya, sebelumnya ia bukanlah tipe orang yang suka mengkawatirkan sesuatu, namun setelah mengalami kejadian tadi siang Arya sungguh merasakan bagaimana rasanya takut. Mungkin jika hal itu terjadi juga kepada Arka kemungkinan besar jika Arka juga akan mengalami hal yang sama dengannya.


 Arya terus berulangkali tanpa henti menelpon Aya, namun belum ada respon apapun darinya. Arya menggenggam erat ponsel itu sambil menahan Air matanya, ia sungguh takut terjadi sesuatu pada keluarganya. Setelah beberapa saat kemudian telponnya terhubung dengan ponsel Aya.

__ADS_1


“...” Tidak ada suara apapun dari ponsel milik Aya, Arya pun menelan ludahnya meyakinkan diri untuk mengatakan sepatakah kata awalan kepada Aya.


“Ibu! ini Arya, sekarang Arya ada di toko Es krim langganan Arya dan Arka.” Dalam pikirnya ia masih memikirkan bagaimana keluarganya, apakah mereka baik-baik saja. Karena tidak ada respon apapun dari Aya dari telpon itu.


“Arya!? Apakah kau baik-baik saja?” Sebuah suara, namun tampaknya bukan suara yang Arya harapkan.


“Siapa kau, dimana ibu?” Arya berteriak, sehingga membuat penjaga toko eskrim yang berada dihadapannya itu juga merasa khawatir dengan masalah yang sebenarnya mereka juga tidak mengetahuinya.


“Tenang Arya ini paman Ken, Mikael dan Ibumu sedang menjemput Arka di bawah. Paman akan segera memberitahu Mikael untuk segera menjemputmu.” Ken langsung bergegas menyusul Mikael dibawah untuk memberikan informasi keadaan Arya.


“Baik paman Terimakasih.” Arya langsung menutup telponya, hatinya kini mulai merasa lega keluarganya baik-baik saja.


“Bagaimana? Apakah ibumu baik-baik saja?” Kasir Eskrim itu ikut mendekati Arya untuk menanyakan keadaan Arya sambil duduk di hadapan Arya disebelah penjaga toko eskrim itu..


“Semuanya baik-baik saja paman, terima kasih ponselnya.” Arya menyodorkan ponselnya pada Kasir Es krim itu.


Kasir itu menerima ponselnya kembali sambil mengatakan beberapa kata nasihat pada Arya. “Arya, makanya kalau kamu mau main kerumah temanmu sebaiknya kau kabari ibumu terlebih dahulu atau kau bisa pulang dulu kerumahmu agar ibumu tidak mencarimu?” Kasir Eskrim itu mengusap kepala Arya dengat lembut dan hangat membuat hati Arya kembali seperti semula.

__ADS_1


“Terima kasih paman nasihatnya, jika ponselku tidak rusak mungkin aku sudah memberinya kabar kok paman.” Arya tersenyum kembali, seperti senyuman yang biasa ia berikan kepada orang-orang yang menurutnya pantas mendapatkan senyumnya.


__ADS_2