Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
Berantakan


__ADS_3

Aya yang mempermainkan Mikael seperti itu membuatnya ingin membalas perlakuannya dengan hal yang sama. Namun ia masih bisa menahan dirinya, karena Mikael harus memperlakukan Aya dengan baik sebab Aya adalah adik dari sahabatnya Kai.


Wajah mereka yang saling berdekatan, akhirnya Mikael membalas bisikan Aya dengan bisikan yang tidak kalah menggoda dari Aya. "Kau benar ingin bermain denganku? Bagaimana kalau kita pindah tempat bermain? Kita lakukan di atas ranjang saja." Goda Mikael terhadap Aya yang berani menggodanya duluan.


Aya yang setengah malu itu bergerak menjauhi Mikael. Lalu pergi meninggalkan Mikael. "Kau ini tidak asik lebih baik aku pergi." Alasan yang di buat-buat terlihat jelas jika Aya menghindari percakapannya dengan Mikael lebih lanjut lagi.


Mikael hanya bisa membiarkan Aya pergi, karena Mikael sangat mengerti Aya sudah semalaman berada di Villa untuk menjaganya. Arka yang sendirian di rumah pasti sangat kesepian atau kelaparan. Menurut pikir Mikael.


Namun yang terjadi sebenarnya adalah Semalaman penuh Arka bermain Game milik Arya tanpa sepengetahuan Aya dan Arya. Bahkan Aya pun tidak mencek tabungan onlinenya yang sudah banyak terpakai oleh Arka dengan memesan banyak makanan lewat layanan pesan antar.


Sampah berserakan dimana-mana, Game yang berjalan tanpa dimatikan. Selimut, bantal, guling baju dan lain-lain menumpuk ditengah rumah. Keadaan Apartemen benar benar sangat kacau. Dengan wajah tanpa dosa Arka tertidur dengan pulas setelah menyelesaikan bermain gamenya.


Ponsel Arka beberapa kali berbunyi nyaring tanda peringatan bahwa pelacak yang Arya berikan di dalam kalung Aya itu mendekat dengan perangkat ponsel yang jadi acuan atau menjadi tanda peringatan.


Aya melangkah semakin dekat dengan pintu Apartemen, dan Alarm yang Arka pasang sudah berbunyi nyaring namun Arka masih belum kunjung bangun.


Saat Aya membukakan pintu Apartemen, Keadaan apartemen yang begitu berantakan membuat Aya sangat kaget sekali. Keadaan yang ditinggalkan hanya sehari semalam saja sudah sekacau ini. Apalagi jika Aya benar-benar tidak pulang dahulu selama tiga hari itu.


"ARKAAAAA!" teriak Aya begitu nyaring sekali. Apartemen mewah yang dulunya sangat indah kini nampak seperti rumah rongsokan dengan di penuhi sampah dimana-mana.


"Ibu!?" Arka sontak merasa kaget ia tidak tahu bahwa ibunya akan pulang secepat itu. Badannya bergerak otomatis membereskan terlebih dahulu apa yang ada di sekitarnya.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan? Kenapa bisa berantakan begini?" Aya benar-benar emosi sana-sini. Tidak Mikael atau Arka keduanya membuat Aya benar-benar emosi.


"Ibu.. disini ada hantu!" Arka merengek agar tidak dimarahi oleh Aya. Namun air mata buayanya sampai kapanpun tidak akan berpengaruh pada Aya jika menyangkut kedisiplinan Arka.


"Jangan omong kosong Arka.., Kau disini sudah menghabiskan berapa banyak uang tabungan online milik ibu?" Aya menanyakan Uang tabungan yang Arka pakai sambil mencubit kedua pipi salah satu anak kembarnya itu.


"Du, dua Ra,ratus ribu.." Arka gelagapan karena banyak sekali makanan yang ia pesan dan semuanya habis dalam semalaman. "Tapi Bu aku jujur disini ada hantu, aku jadi tidur ditengah rumah sambil main game milik Arya. Oh iya ibu tadi Arya keren banget kayaknya dia sedang mengikuti gayaku. dasar peniru! Jika aku bertemu dengannya aku harus-"


Aya menarik telinga Arka, karena Arka berusaha mengalihkan topiknya dan tidak mau bertanggung jawab atas apa yang ia perbuat. "A,aaww sakit ibu, telingaku mau putus." Teriak Arka yang kesakitan.


"Arka Cepat bereskan semuanya!" Aya menyuruh Arka untuk membereskan semuanya tetapi Arka tampak mengeluh atas dirinya karena ia berbuat seperti itu juga gara-gara Aya yang tidak ada untuk menjaganya.


Aya diam-diam mengambil gambar apartemen Mikael yang sangat berantakan itu dan mengirimkannya pada Mikael.


"Bawa saja Arka kemari, aku akan mengirimkan orang untuk membersihkannya." tidak perlu menunggu satu menit Mikael menjawab pesan Aya dengan cepat.


Aya pun membaca pesan yang dikirimkan oleh Mikael, setelah ia pikir-pikir mengapa Aya mengirimkan pesan pada Mikael seperti itu. Kata yang membuatnya sangat malu ada tulisan kata "Anakmu" yang artinya Aya sudah mengakui kalau Ayah anak-anaknya itu adalah Mikael.


Wajah Aya memerah, pipinya terasa panas. Apa yang aku pikirkan.., dalam kepala Aya berkata.


"Ibu!?" Arka yang tiba-tiba memanggilnya menyandarkannya dari rasa malunya. "Ibu sakit? kenapa wajah ibu merah?"

__ADS_1


Arka melihat Aya yang sedang memegang ponselnya itu pun mengerti ada sesuatu di ponselnya. Arka berusaha merebut ponsel Aya dari tangannya. Namun Aya yang sama sama sigap menaikan tangannya untuk mengangkat ponselnya tinggi-tinggi agar tidak terjangkau oleh Arka.


"Apaan sih ibu! Jangan-jangan ibu sudah mulai pacaran sama papa bos ya...?" Arka menduga-duga saja, tetapi reaksi Aya yang salah tingkah dan wajahnya yang merah tidak bisa membohongi Arka.


"Wah benar ya? Asik ibu dan papa bis sebentar lagi menikah." Arka berteriak-teriak senang sendiri.


"T,tidak akan! Cepat kau bereskan tempat ini. Ibu akan membawamu ke tempat Arya. Kau disana harus bantu Arya mengerjakan tugas papa bos mu itu!" Aya menyembunyikan wajah malunya dengan menasehati Arka agar tugasnya cepat diselesaikan.


Namun tidak lama segerombolan pelayan milik Mikael datang untuk membersihkan apartemen yang dibuat berantakan oleh Arka. Tentu saja Arka berteriak kegirangan. Ia tidak perlu lagi membersihkan kekacauan yang ia buat sendiri.


Aya juga tidak bisa berbuat apa-apa, ketika gerombolan para pelayan yang dikirimkan oleh Mikael itu datang dan membersihkan apartemennya.


Satu-satunya yang bisa dilakukan oleh Aya kini adalah membawa Arka ke perusahaan Mikael. Agar Arka bisa membatu Arya disana. Aya pun membawa Arka dengan Taksi online yang sudah ia pesan sebelumnya.


Wajah Arka tampak berseri-seri. Ia tidak berhenti melemparkan senyum setiap detiknya. Supir taksi yang melihat Arka yang begitu menggemaskan itu, membuatnya ingin sekali bertanya pada Arka.


"Dek, Kayaknya kamu lagi seneng ya?" Tanya supir taksi itu pada Arka.


"Tentu saja paman! Ibuku akan segera menikah dengan papa." Jawaban polos Arka membuat supir itu sedikit kebingungan, namun hal sensitif seperti itu lebih baik tidak di pertanyakan lebih lanjut. Hingga akhirnya supir itu pun memutuskan menanyakan hal lain.


"Adek sekolah dimana?"

__ADS_1


"Sekolah di TK Pertiwixxx" Jawab Arka singkat sambil tersenyum bahagia. "Paman! Apa paman pernah membayangkan memiliki keluarga yang sangat bahagia dalam hidup paman?" Pertanyaan polos Arka membuat Supir itu tertegun dan mengerti bahwa Arka sebelumnya tidak bahagia.


"Bahagia itu memiliki Arti kata yang fleksibel, menurutku bahagia, belum tentu istriku berkata seperti itu, begitu pula pada anakku. Tetapi kebahagiaan sesungguhnya pasti bisa dirasakan oleh semua orang" Supir itu tersenyum menjawab pertanyaan Arka.


__ADS_2