
Setelah supir itu menjawab pertanyaan Arka. Ia pun mengatakan arti bahagia yang ada di pikirannya. "Menurutku bahagia itu selama aku bisa bersama orang yang aku sayangi, begitu juga sudah cukup." Supir itu mengerti bahwa Arka adalah anak yang sangat cerdas.
Aya yang mendengar kata-kata Arka, teringat dengan keluarganya yang dulu. Bersama-sama tertawa bahagia. Bermain di bawah sinar matahari. Belajar dan makan bersama di dalam satu meja yang sama dengan kakak-kakaknya dan juga Ayah-ibunya.
Hal yang begitu manis, Ia sia-siakan hanya demi menikah dengan pria yang sama sekali tidak mencintainya dengan tulus. Air mata Aya hampir terjatuh namun ia berhasil menanggahkan kepalanya untuk mencegah air mata keluar dari matanya.
Beberapa saat kemudian Arka dan Aya sampai di tempat tujuannya. Gedung pencakar langit yang sama, yang ia lihat sebelumnya. Gedung dengan bertuliskan AngelTech yang menggantung besar di gedung itu.
Aya dan Arka melangkah memasuki pintu masuk masuk perusahaan. Namun lagi-lagi Aya di hadang oleh satpam yang berbeda dari sebelumnya. Kali ini Arka yang bergerak maju untuk membela ibunya.
"Heh, paman satpam yang jelek! Kau tidak tahu aku?" Arka menggertak satpam itu, namun satpam itu tidak menggubrisnya. Satpam itu tetap menahan mereka di luar. "Kau tidak tahu ya? Aku ini anak-"
Aya menghentikan mulut Arka yang suka berbicara sembarangan itu. Saat ini Aya sedang tidak ingin berdebat dengan siapapun. Sehingga ia menelpon Arya untuk menyuruh Ken menjemput Aya dan Arka di luar.
Cukup lama Aya ditahan dan tidak di perbolehkan masuk oleh satpam itu. Hingga akhirnya Arya datang bersama Ken.
"Arya! Kau lama sekali!" Arka mengeluh pada Arya yang tidak langsung menemuinya ketika sudah menerima telpon dari Aya.
"Kukira kau bisa masuk sendiri dengan skill tukang membual mu itu!" Arya membalas Arka dengan sedikit angkuh.
"Tentu saja aku mau, gara-gara ibu menutup mulutku! Jadi Arya mengejekku kan!" Arka berbalik marah pada Aya karena tidak membiarkannya untuk berbicara pada satpam yang ada di depan mereka.
"Mohon maaf pak! Mereka ini keluarga bos jadi beritahu informasinya ke pada pegawai yang lain." Ken dengan sopan dan profesional berbicara baik-baik pada satpam itu.
__ADS_1
Setelah Ken berbicara pada Satpam itu, Arka menjulurkan lidahnya pada Satpam itu yang membuat satpam itu merasa kesal dengan kelakuan Arka.
"Arka, setelah kau pulang dari rumah sakit nampaknya kau jadi bodoh ya!?" Arya tiba-tiba mengkritik Arka.
Mereka berempat pun segera melangkah pergi ke ruangan Mikael yang ada di lantai dua.
"Bukan begitu, aku tau aku tidak secerdas dirimu. Aku hanya pintar di bidang digital saja. Soal strategi kupikir kau lebih baik dariku." Arka yang disindir oleh Arya tiba-tiba saja menjadi dewasa.
"Kau pandai sekali mengerti bahasa ku." Arya tersenyum bangga terhadap Arka yang mengerti maksud apa yang di bicarakan mereka berdua. Sedangkan dua orang dewasa yang sesungguhnya yaitu Aya dan Ken tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh kedua anak kembar ajaib itu.
"Jadi kau mau menyerang perusahaan apa?" Arka menanyakan pada Arya dengan nada serius. Namun berbeda dengan reaksi Ken. Sepertinya ia tersentak kaget ketika mendengar ucapan Arka pada Arya yang ingin menyerang perusahaan lain.
"Aku tidak ingin menghabiskannya, tetapi aku ingin mempermainkan orang ini. Karena mereka terlihat sedang menyiapkan sesuatu untuk kita." Arya dengan nada yang tenang dan senyum sinis itu, sedang memikirkan cara untuk meruntuhkan sebuah perusahaan yang menghalangi.
"Hei dua bocah bisakah kalian membicarakan hal yang ku mengerti!?" Ken yang memprotes pada dua anak kembar itu diabaikan begitu saja, sedangkan kedua anak kembar itu menyusun sesuatu rencana.
Ken membukakan pintu masuk ruangan Mikael. Mereka semua langsung masuk dan membicarakan progres hari pertama mereka dan juga rencana dua hari kedepan pada Aya.
Namun sebelum Ken membicarakan hal yang paling penting dari pembicaraan kali ini. Arka dan Arya tiba-tiba saja bertengkar.
"Kau memainkan game ku?" Teriak Arya pada Arka dengan keras sambil menarik baju Arka.
"Aku memainkannya cuman sebentar! Dasar pelit!" Teriak Arka pada Arya. Sambil menarik baju Arya dan mengepalkan tangannya hendak memukul Arya.
__ADS_1
"Aku sudah tahu kamus sebentar mu itu seharian!" Arya menimpali Arka dan menarik rambut Arka.
"Kau harus berterima kasih aku sudah menyelesaikan sisanya!" Arka benar-benar emosi, ia merasa hanya memainkan game yang tidak berguna milik Arya. Ia sampai marah seperti ini.
"Aku tidak butuh kau selesaikan! Kau pasti mengotak-atik game nya." Arya menimpali Arka dengan emosi yang meledak-ledak.
"Bagaimana kau tahu!?" Arka tertegun mendengar Arya yang mengetahui kalau cara Arka memenangkan permainan dalam gamenya adalah dengan mengotak-atik gamenya dengan kode-kode tertentu.
"Sudah kuduga kau ini sangat payah dalam bermain game, jangan terlalu memaksakan diri. Sekali bodoh ya bodoh!" Arya yang merendahkan Arka itu membuat emosinya benar-benar terpancing. Arka melayangkan tinju asli pada Arya.
Begitupun dengan Arya yang tidak terima dirinya di pukul, padahal yang salah sebenarnya adalah Arka. Mereka berdua bertengkar hebat. Ken dan Aya akhirnya turun tangan untuk memisahkan keduanya.
"Dasar Arka sialan!" Amarah Arya ketika mereka berdua sudah di pisahkan.
"Arya! Arka! kenapa kalian ga pernah akur kalau ketemu? Padahal Ibu belum pernah mendengar anak kembar seperti kalian setiap harinya hanya bertengkar." Aya benar-benar emosi. Melihat kedua anaknya tidak pernah akur satu sama lain, jika mereka bertemu.
"Ibu, Arka main game punyaku. Bahkan dia merusaknya." Keluh Arya pada Aya karena gamenya sudah diotak-atik oleh Arka.
"Ibu, itukan cuman sebuah game,Bu. Jangan dianggap serius." Dengan santainya Arka berbicara pada Aya. Sehingga membuat amarah Arya makin meluap-luap.
"ARKAAAAA!" Teriak Arya yang benar-benar marah ketika mendengar ucapan santai Arka dengan wajah tanpa dosa itu.
"Arka! Hari ini cukup ya! Kau sudah membuat keonaran sana sini. Bahkan kau tidak menyelesaikan apa yang seharusnya kau pertanggungjawab kan!" Aya juga agar kesal melihat Arka yang seenaknya saja itu. Walau begitu Aya juga tidak terlalu keras pada Arka karena hati Arka sangat rapuh sekali.
__ADS_1
"Baik, Bu.." Arka menundukkan kepalanya. "Arya aku minta maaf! Nanti ku belikan game yang terbaru." Arka meminta maaf pada Arya dengan suara yang terdengar parau, sambil menyodorkan tangan kanannya mengajaknya untuk bersalaman.