Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
Rencana


__ADS_3

Dua hari semenjak hari itu Mikael tidak bertemu dengan arka dan Arya. Ia merasakan ada sesuatu yang hilang dalam dirinya bahkan saat mengadakan pertemuan perusahaannya tentang proyek pengembangan bisnis teknologi robotik terbaru, Mikael nampak tidak fokus dengan apa yang ia kerjakan. Akhirnya pertemuan tersebut diundur untuk waktu yang tidak bisa ditentukan oleh Ken, yang menyadari apa yang membuat Mikael seperti itu.


Ken yang mengerti dengan keadaan yang merindukan dan merasa kehilangan dua bocah itu pun menyarankan untuk menemuinya dan meminta maaf. Ken meminta Mikael untuk menjemput Arka dan Arya di sekolahnya. Mikael awalnya ragu untuk melakukannya, tetapi menurut hati nuraninya ia sangat ingin menemui dua bocah nakal itu.


Akhirnya ia mengikuti hati nuraninya untuk pertama kalinya, ia berkendara dengan kecepatan tinggi dari perusahaanya menuju sekolah dua bocah nakal itu. Ia menancap gas dan menyalip banyak mobil seperti sedang mengikuti lomba balap mobil. Hingga akhirnya ia tiba dua jam lebih awal dari jadwal pulang Arka dan Arya. Mikael menunggu Arka dan Arya selesai dari sekolahnya. Sampai tangannya berkeringat dan berjalan mondar mandir karena ia sudah menunggu lama sekali.


Jam menunjukan pukul dua belas siang yang artinya Arya dan arka sudah waktunya pulang. Bel sekolah berbunyi nyaring hingga terdengar ke telinga Mikael. Ia menyelidiki dan memeriksa satu persatu setiap anak yang melewati gerbang sekolah, namun ia tidak kunjung menemukan Arka dan Arya. Suatu saat ada suara yang ia kenal, suara itu adalah suara Arka.


“Bos Mikael ada apa kau kemari” tanya Arka yang tingginya hanya sepaha Mikael itu sambil menarik celana Mikael.


“Aku rasa aku membutuhkan kemampuan mu untuk sesuatu.” Mikael yang tidak sanggup mengucapkan kata maaf itu beralasan bahwa ia sedang membutuhkan kemampuan Arka untuk bisnisnya.


“Arka kau harus ingat kata ibu kau tidak boleh ikut bersama pria Asing.” Arya dengan nada yang ketus, memperlihatkan bahwa ia masih kesal dengan Mikael yang membentak mereka. 


“Arya kau pulang saja! Kami ini rekan bisnis yang sudah dikontrak. Apa kau mau dia menyuruh kita untuk mengembalikan uang seratus juta milik ibu atau dipenjara karena kontraknya?” Arka dengan nada ketus membela mikael diam-diam. Namun Arya tidak suka berlama-lama bersama dengan mikael pergi meninggalkan mereka berdua.


“Hei bos mafia kalau kau ingin aku kembali bekerja dengan mu, aku minta satu sarat.” Arka dengan nada angkuhnya menantang mikael yang harus menyanggupi apa yang ia minta.


“Baiklah katakan!”


“Kemarin malam aku melihat ada sebuah kertas sidang perceraian ibuku dengan ayah.., maksudku pria brengsek itu.”

__ADS_1


“lalu?”


“Aku punya firasat buruk kemungkinannya, ia ingin menghancurkan sidang itu.Aku ingin kau ikut campur dalam masalah keluarga ku ini. Tolong serang keluarga ku saat sidang berlangsung. Maksudku keluarga ayahku yang tidak bertanggung jawab itu. Ia juga seorang mafia namun ketika kulihat ia berada di urutan lima puluh sembilan sehingga aku yakin kau akan menang dengan mudah.”


“Maksudmu keluarga ayahmu itu keluarga Ardinata?”


“Benar, kau tidak salah”


“Itu adalah hal yang mudah selama bertahun tahun kami bermusuhan, sebenarnya sudah berapa kali aku memaafkan bajingan itu.”


“kalau begitu kau tidak perlu memaafkannya kali ini, demi aku. Walaupun aku juga merasa kasihan. Bagaimana kalau aku merancangkan strategi untuk mu lalu kau ikuti saja apa perintahku.”


“kali ini sepertinya yang bos mafia itu bukan aku tapi kau”


Arka pun mengikuti Mikael menaiki mobil mewahnya itu. Memutuskan rencana apa yang akan dibuatnya agar perceraian itu berlangsung dengan lancar dan Arka-Arya bisa keluar genggaman Zen.


Arka membuka sebuah peta kota yang ia gambar ketika pelajaran menggambar di sekolahnya tadi. karena sayang dengan peta itu di dalam mobil walaupun tidak sedatar meja, ia berhasil menggambar peta itu walau tidak sesempurna dengan yang aslinya.


"Aku punya rencana aku pernah mencari tahu keberadaan bibi-bibi ku di daerah ini. Kau tidak harus menyerangnya sungguhan. karena jika kita mematik api pada ayah terlebih dahulu mungkin ia akan membalasnya berkali-kali lipat.


Jadi aku ingin kau hanya menemui bibiku. Salah satu bibiku adalah sahabat ibuku ketika kuliah, dialah yang memperkenalkan ibuku dengan ayahku. Kemungkinan kalau kau mengajak bicara tentang ibuku ia akan tertarik.

__ADS_1


Sedangkan aku akan mengirimkan pesan palsu tentang penyerangan keluarganya. Ia pasti akan memilih keluarganya, karena Ayahku merupakan kepala keluarga. Walaupun ia mendapatkannya ketika ia meracuni pamanku."


"Bagaimana kau tahu kalau ia meracuni pamanmu?"


"Ibu pernah mendapat kabar saat kami tinggal di pulau pribadi milik ayah dan kabar itu disampaikan oleh ayah sendiri. Aku mencium di saku kiri miliknya terdapat bau yang aneh. setelah aku mencium satu persatu aroma bunga yang ibu tanam, ternyata ia menggunakan racun yang berasal dari bunga itu.


Kita lanjut ke awal pembicaraan kita. Sidang ibu akan di mulai tanggal 28 Juli pukul 10 pagi artinya aku tidak bisa membantumu lebih banyak karena aku sekolah masuk pada pukul 9, jadi ketika sebelum ia datang menuju ke gedung persidangan. kemungkinan aku dan Arya akan menjadi sanderanya agar ibu mau membatalkan perceraiannya.


Aku akan meminta paman Tora untuk menunggu kami hingga selesai sekolah, karena aku yakin ibu akan menutup tokonya. Setelah paman Tora melihat batang hidung pria murahan itu, dia akan menelpon ku. setelah itu aku akan izin pada bu guru untuk ke toilet sambil mengirimkan pesan palsu itu.


dan kau bersiaplah pada pukul 10:30 di rumah bibiku aku akan memberikan teks yang harus kau hapal tentang ibuku, untuk berbicara pada bibiku. Jangan lupa kau harus berpura-pura menjadi teman masa kecil ibuku.


Aku tahu kau adalah aktor yang buruk, tetapi setidaknya bersikap normal lah pada bibiku, jika kau dicurigai kemungkinan besarnya bibiku akan menelpon ayahku dan memberitahunya."


"Bukankah itu lebih baik? aku akan membunuhnya jika itu yang terjadi."


"Tidak-tidak jika kau membunuh bibiku, kau tidak akan bisa menggantikan Ayahku sebagai ayahku selanjutnya. Ibu pasti membenci mu."


"Siapa yang berniat jadi Ayahmu bocah, jangan kelewatan. Aku membantumu karena aku ingin pegawai ku kembali bekerja denganku."


"Kalau begitu aku tidak mau bekerja sama dengamu! aku bisa menggunakan aplikasi ku untuk menghancurkan mu."

__ADS_1


Mikael merasa terpojok, ia teringat bahwa untuk apa ia menjemput bocah yang suka memojokkannya. namun karena sudah terlanjur ia harus memperlihatkan kehebatan yang sesungguhnya pada bocah itu.


"Baiklah kita atur sesuai rencana mu."


__ADS_2