
Pagi sekali, Arya dan Ken menyiapkan berbagai materi meeting terpenting mereka. Janji temu dengan perusahaan terkaya se-Asia yang bergerak di berbagai bisnis ilmu pengetahuan dan wisata yaitu perusahaan Infinity science yang dipimpin oleh salah seorang jenius bernama Bayu Anggara.
Sudah semalaman Arya menghafal dan memahami teknologi penemuan Mikael yang menarik dipelajari oleh seorang Bayu Anggara yaitu teknologi mobil tanpa roda. Mobil yang bergerak seolah-olah terbang setengah meter dari tanah.
Arka yang sama-sama tertarik setelah mendapat telpon dari Arya langsung membuka komputernya untuk melihat Arya didepan layar monitornya. Sejujurnya Arka ingin sekali pergi membantu Arya tetapi ia tidak mungkin pergi sendiri menuju perusahaan Mikael. Sehingga ia hanya bisa membantunya dari belakang.
Sejam sudah berlalu dengan cepat. Persiapan yang sudah disiapkan telah selesai. Tinggal menunggu kliennya itu datang. Arya dan Ken bersiap menaiki lift menuju lantai 13. Arya sempat gugup, karena ini pengalaman pertamanya untuk berprestasi di depan orang yang sangat penting.
Namun Arya tahu bahwa ia bisa meniru sikap angkuh Arka untuk menghilangkan kegugupannya di depan orang saat presentasi itu berlangsung. Arya mengamati bagaimana cara Arka berbicara dengan meyakinkan orang lain dan bagaimana cara ia membalas dengan telak orang lain. Sejujurnya Arya bukanlah tipe orang yang pintar berbicara seperti Arka.
Arya dan Ken melangkahkan kaki keluar dari lift dan berjalan menuju ruangan rapat yang begitu luas modern dan sangat canggih. Arya sangat terpukau dengan ruangan yang telah disiapkan itu. Begitu menakjubkan matanya berbinar-binar melihat kecanggihan teknologi ruangan itu.
Selang beberapa menit Bayu Anggara memasuki ruangan di temani oleh asisten dan juga seorang pegawai perusahaan Mikael yang secara khusus dipilih untuk memandu Bayu Anggara di perusahaan Mikael.
Bayu Anggara telah duduk di kursi yang telah disiapkan, saatnya Arya menunjukan dirinya. Saat Arya memunculkan dirinya tidak tahu apa yang membuat Bayu Anggara itu tiba-tiba saja tertawa begitu melihat Arya.
"Pfttt.. Apa-apaan ini? Apa kau mau menunjukan eksperimen mu yang menciut jadi kecil ini?" Bayu Anggara tertawa terbahak-bahak, sedangkan yang lainnya menahan tawa mereka agar tidak menggangu suasana kondusif ruangan.
__ADS_1
"Maaf saya telat memperkenalkan, Ini Arya yang saat ini menggantikan Mikael untuk sementara." Ken dengan cepat menangani, suasana rapat itu agar Arya tidak terganggu.
"Arya? Apa dia ini robot ciptaan Mikael yang lain atau clon eksperimennya? Setahuku dia belum menikah bukan?" Bayu Anggara begitu penasaran dengan Arya yang berdiri tegak di atas kursi untuk menyamai tingginya dengan orang dewasa lainnya.
Bayu beberapa kali mencubit pipi Arya. Mengamati tangan dan kaki Arya yang menggenakan jas yang persis sekali dengan Mikael versi kecilnya.
"Sayangnya ini bukan eksperimen ataupun robot buatan. tetapi dia adalah penerus perusahaan Mikael." Ken berbohong pada Bayu agar tidak menimbulkan masalah yang lebih besar lagi.
"Penerus perusahaan? Kapan dia menikah?" Bayu masih penasaran, mengingat sosok Mikael yang dingin kejam dan berkarisma itu. Sorot mata Mikael adalah daya tarik Bayu untuk bekerja sama dengan Mikael. namun kini sorot mata yang dingin itu terpancar murni di mata Arya.
Bayu yang sangat mengenal Mikael pun mengerti bahwa mereka tidak berbohong. Karena Aura dan sifat Arya juga penampilan Arya sangat mirip dengan Mikael. Bayu menjadi sangat tertarik apa yang bisa di tampilkan oleh anak berusia lima tahun yang akan segera menginjak umur enam tahun itu.
Bayu kembali ke kursinya di belakang mengamati Arya secara cermat. Bayu tidak mengabaikan satu katapun dari apa yang Arya ucapkan.
Sedangkan Arya mulai menjelaskan dengan lancar dan hati-hati. Pemilihan kata yang sesuai cukup menakjubkan untuk seorang pemula yang baru saja melakukan presentasi kepada orang besar seperti Bayu Anggara.
Setiap perkataan dan seni penyampaian yang Arya lakukan tidak berhenti-henti nya membuat Bayu kagum dan ingin memuji Arya. Pertanyaan demi pertanyaan diajukan Bayu untuk menguji Arya dan temuan Mikael. namun Arya yang sudah memahami dan mempelajarinya selama 30 jam lamanya itu dapat menjawab pertanyaan demi pertanyaan itu dengan lancar.
__ADS_1
"Aku tidak menyangka bahwa temuan dan juga sambutan dari Anak dari pria itu sangat mengagetkan sekaligus mengagumkan. Aku tidak tahu apa yang dia lakukan padamu hingga kau mirip dengannya." Bayu bertepuk tangan ketika semuanya selesai dan memuji kemampuan Arya yang sangat diluar dugaan sebagai seorang anak kecil penerus perusahaan yang baru mengungkapkan identitasnya itu.
Namun Arya tidak begitu senang ketika dirinya dikatakan mirip dengan Mikael berulang kali seperti itu, karena Arya tidak mengetahui bahwa ayah kandungnya memanglah Mikael. Arya memendam rasa kesalnya itu dengan tersenyum sambil mengulurkan tangannya dan bersalaman dengan Bayu.
Bayu yang sangat tertarik dengan Arya memintanya untuk memberikan nomor ponsel Arya untuk sekedar berbasa-basi saja.
Karena Arya ingin segera meninggalkan tempat itu, Arya segera memberikan nomor ponselnya. Sehingga Bayu cepat pergi meninggalkannya.
Rasa lelah dan lega terasa sangat nyata bagi Arya setelah ketenggannya, menghadapi orang yang benar-benar merepotkan. Bayu tidak berhentinya bertanya tentang konsep dasar dan hal lainnya yang membuat kepalanya agak sakit untuk memilah jawaban dengan hati-hati. dalam benaknya jika Arka yang ada di posisinya sekarang Arka mampu bekerja lebih baik darinya.
Arya pun menelpon Aya untuk melaporkan keberhasilannya. tetapi Aya tidak kunjung mengangkat telponnya. Akhirnya Arya menyerah dan ia pun kembali keruangan Mikael yang terdapat dilantai lain untuk membereskan berkas-berkas pekerjaannya yang tertunda.
Di tengah-tengah saat mereka menuju ruangan Mikael. Ken tiba-tiba mendapat sebuah telpon dari seseorang. Ken mendapat informasi dari orang tersebut jika Raphael telah tiba di bandara beberapa menit yang lalu. Ken terbelalak kaget dan hampir menjatuhkan ponselnya sangking ketakutan dan tidak percaya akan hal itu.
Ken menyuruh Arya untuk terlebih dahulu keruangan itu, sedangkan ia pergi menelpon Petra untuk menanyakan kondisi fisik Mikael untuk sekarang. Karena jika tidak ada perintah ataupun arahan dari Mikael mengkin perusahaan dan keluarga Gumelar akan di serang secara tiba-tiba dengan kondisi tanpa perlawanan
Petra menjelaskan jika kondisi saat ini tidak terlalu buruk, namun ia tetap harus beristirahat selama tiga hari untuk memaksimalkan fisiknya.
__ADS_1