Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
Berharga


__ADS_3

Petra dan Ken berhasil menangani Guntur. Membawa Guntur kerumah sakit untuk ditangani lebih lanjut. Sedangkan Arka masih tidak tenang melihat ekspresi Petra dan Ken ketika melihat orang yang di temuinya dijalan.


Arka mencoba menganalisis wajah pria itu tetapi ia masih belum mendapatkan petunjuk. Arka pun membuka ponselnya memainkan ponselnya sambil berusaha mengingat-ingat wajah pria itu. Selintas pikiran Arka pun mengingat wajah pria itu. Ia pernah melihatnya di situs gelap mafia.


Arka pun mencek kembali situs Mafia itu menggunakan ponselnya. namun Arka kesulitan membuka nya menggunakan ponsel. Sehingga membutuhkan waktu lebih lama daripada saat ia menggunakan komputer atau laptop.


Setelah beberapa saat Arka berhasil membuka situs gelap tentang mafia itu. Ternyata ingatan Arka tidak salah, orang itu mirip sekali dengan orang yang menggantung di layar ponsel Arka. Orang yang memiliki kekuatan mafia ketiga terkuat. Andres Dominguez. Arka mengerti mengapa Ken begitu kaget melihat pria itu. Mungkin rasa takutnya terhadap orang yang memiliki kekuatan organisasi yang lebih kuat.


Ken kembali menemui Arka di ruang tunggu rumah sakit. Tatapan Arka berubah saat melihat Ken menghampirinya. Mode interograsi dalam dirinya mulai aktif karena ia penasaran apa hubungannya dengan orang yang tadi karena Petra yang tidak terlibat dalam dunia mafia pun ikut terkejut saat melihat pria itu.


"Paman Ken, Siapa pria yang barusan?" Arka bertanya dengan nada curiga pada Ken.


"Kau melihatnya?" Ken tidak percaya, karena ia pikir saat tadi ia hendak menabrak orang itu. Ia seperti melihat hantu.


"Bukan hanya kau saja tapi Petra pun menunjukan ekspresi yang sama. Apa kau takut dengan si Mafia terkuat ketiga itu?" Arka bertanya dengan sangat polos memberikan Ken informasi yang penting, yang pada saat ini Mikael benar-benar membutuhkannya.


"Petra? Mafia terkuat ketiga?"


"Benar." Arka menunjukan sistus gelap mafia itu di ponselnya pada Ken. Nampak jelas gambar yang menggantung di ponselnya itu, foto pria yang sama bahkan setelah jas pun sama persis.


Ken benar-benar bingung karena dia juga tidak tahu lebih jelas lagi tentang orang itu, yang membuatnya terheran lagi Petra melakukan hal yang sama dengan Ken menurut kata Arka yang Artinya Petra pun mengetahui sesuatu tentang orang itu.

__ADS_1


"Aku sepertinya hanya terkejut saja ketika akan menabrak seseorang, kau jangan terlalu memikirkannya." Ken cepat-cepat berdalih agar, Arka tidak bertanya lebih lanjut tentang orang itu.


Namun Arka mengetahui maksud Ken, sehingga ia memutuskan untuk mencari tahunya sendiri secara diam-diam karena terlihat jelas bahwa orang itu sangat berbahaya. bahkan ia merupakan Mafia terkuat ketiga di dunia.


***


Setelah memutuskan untuk membawa Arka bersama Ken untuk menemui para petinggi Mafia. Aya pergi ke apartemen lamanya untuk membereskan barang-barang yang masih tersisa di apartemen itu. Lalu membawanya kedalam tas besar.


Aya memasukkan barang-barang itu satu-persatu kedalam tas itu lalu pergi kembali ke apartemen milik Mikael. Dengan memesan taksi online.


Tidak butuh waktu lama Aya sampai di apartemen milik Mikael. Sebenarnya ia ragu bekerja sama dengan Mikael. Karena Mikael adalah sumber masalah pada pernikahannya enam tahun silam.


Namun sudah beberapa hari ini Aya memperhatikan Mikael. Ternyata Mikael tidak seburuk apa yang dipikirkannya. Walaupun Mikael nampak membuatnya kesal dan lain-lain. Aya tahu bahwa Mikael adalah orang yang sangat baik.


Semuanya sudah benar-benar bersih. Tangannya pun menaruh tas besar di sembarangan. Lalu berjalan rileks ke sofa untuk melepas penat juga merilekskan tubuhnya.


Tidak lama kemudian, tiba-tiba ada sebuah tangan menjulur ke leher belakangnya. Aya yang terkejut berteriak sambil meloncat dari kursi sofa itu.


Suara tawa yang nyaring terdengar jelas di telinganya. Ternyata orang yang sedang mengerjainya itu adalah Mikael.


"Kau! Kenapa kau bisa kesini?" Aya yang kesal karena Mikael baru saja membuat jantungnya hampir meloncat keluar. saking terkejutnya Aya.

__ADS_1


"Pft.., Ini apartemen ku aku bebas berada disini bukan?" Mikael walaupun tertawa wajahnya tidak mengekspresikan apapun. Ia hanya tampak datar seperti biasanya.


"Kau mempermainkan ku?" Menanggah kan kepala melihat Mikael yang berdiri disampingnya.


Mikael melangkah perlahan mendekati Aya. Tangannya menahan senderan sofa untuk mengunci Aya dalam jangkauan dirinya. Wajahnya semakin dekat dan jelas hanya berjarak lima sentimeter dari wajah Aya.


Aya memalingkan wajah malunya. Ia tidak tahan dengan seorang pria yang sangat mendekati tipe idealnya sendiri. Wajahnya semu merah, tubuhnya merasakan hal yang sangat tidak wajar. Aya ingin mendorongnya tetapi ia rasa ia tidak mampu melakukannya.


Tangan kanan Mikael mulai menyentuh wajah Aya. Mikael menyelipkan rambut Aya ke belakang telinga Aya. Mikael perlahan melihat Aya dari jarak yang dekat sekali. Aya benar-benar tidak bisa menahan degub jantungnya yang semakin kencang ketika Mikael melakukannya.


"Harusnya aku tanya sesuatu, apa kau menikmati peran suami-istri palsu ini. Sampai kau mengakui bahwa Arka adalah anakku?" Mikael menempelkan bibirnya di telinga Aya, sehingga membuat telinganya kini terasa sangat terbakar.


Walaupun ragu, Aya berusaha mendorong Mikael menjauh dari dirinya. Mikael pun menjauh dan kembali berdiri di depan Aya. "Ternyata kau punya sebuah titik hitam di mata dan di pelipis mu. Aku salah menilai mu. Ternyata kau wanita yang sangat berharga." Mikael mengatakannya dengan biasa saja. namun hati aya tidak menganggap itu sebuah ucapan biasa.


Untuk yang pertama kalinya ada seseorang yang menyebutnya sebagai orang yang sangat berharga. Hatinya sudah benar-benar tidak bisa di kendalikan lagi. Perlahan-lahan Aya mulai menyukai Mikael tanpa sadar.


"Kau! Aku tidak menikmatinya. malahan sekarang aku jadi sangat melelahkan karena harus merawat pria dewasa yang berkelakuan seperti anak kecil." Aya dengan tegas mengatakan kekesalannya demi menutupi wajahnya yang sedang malu.


Mikael untuk pertama kalinya menyerah berdebat dengan Aya dan pergi ke arah kamar. Namun langkahnya terhenti ketika Aya berteriak berhenti pada Mikael.


"Hei disana kamarku! bukankah kau masih punya kamar lain?" Aya memberitahukan Mikael menggenai apartemennya kali ini

__ADS_1


"Tapi ini apartemen ku, aku bebas meniduri kamar mana pun. Jika kau tidak terima, bagaimana jika kau tidur bersamaku. Malam itu bukankah kau menikmatinya?" Mikael mencoba memancing Emosi Aya dan menyuruh Aya mengingat kejadian pada 6 tahun silam. Padahal Mikael sendiri tidak mengetahui kejadiannya dengan jelas, yang ia ingat hanya pada saat ia bangun ia melihat aya sudah berada di sampingnya.


__ADS_2