Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
(Season 2) Pria hebat dalam bermain kasino.


__ADS_3

Setelah Arya mengatakan kata-kata yang tak terduga, membuat Giovanni terbelalak kaget dengan kata-kata yang dilontarkan oleh Arya. Geo dan Mikael adalah dua orang yang tidak pernah berdamai. keberadaan Gio yang menjadi tangan kanan Mikael merupakan salah satu alasan pertengkaran hebat beberapa tahun yang lalu terjadi.


"Kau sebaiknya tidak pernah bertemu dengannya lagi." Giovanni mengatakannya sambil membalikan diri dan pergi keluar dari ruangan itu.


Giovanni masih belum sadar bahwa disana masih ada Ken yang masih mendengar percakapannya dengan Arya, sehingga Ken tahu bahwa Arya batu saja bertemu dengan Geo, jika Ken melaporkannya pada Mikael entah apa yang akan terjadi pada Giovanni kedepannya, sehingga Ken yang begitu mendengar hal tersebut lebih memilih untuk menyelidikinya dahulu.


Giovanni keluar dari ruangan itu, kebetulan sekali anak buahnya baru saja sampai di lantai 67. Sebelumnya mereka mencari-cari keberadaan lantai 67 yang tidak ada di tombol lift umum. Sehingga mereka menggunakan lift ke lantai 66 dan menggunakan tangga darurat menuju lantai 67.


"Bos, Apakah mereka dibersihkan seperti biasa?" Salah satu anak buah Giovanni yang berbadan besar menggunakan hitam yang seragam dengan gambar ular yang menandakan ciri khas anak buahnya.


"Tentu saja! Jangan sampai terlihat oleh karyawan kantor! Gunakan Lift pribadi kami!" Giovani dengan tegas mengatakannya pada anak buahnya itu, setelah itu ia merapihkan pakaiannya dan menuju lantai dua seperti yang di bicarakan oleh Mikael.


Dalam hatinya ia merasa takut dan enggan sekali bertemu dengan Mikael yang Susana hatinya sedang buruk seperti itu. Terkadang Giovanni pernah terkena pelampiasan yang dilakukan Mikael tanpa sadar ketika emosinya buruk seperti itu.


Giovani menaiki lift pribadi Mikael menuju lantai dua. Hatinya masih belum tenang ketika ia mengingat kata-kata Mikael dengan aura membunuh yang pekat beberapa saat sebelumnya.


Dirinya benar-benar dilema, namun seketika dirinya teringat dengan kata-kata yang Arya lontarkan bahwa ia ingin bertemu dengan kakaknya Geo. Giovanni teringat bahwa ia memiliki janji temu akhir pekan ini bersama kakaknya di tempat Bowling, sehingga ia tidak mungkin melakukan apa yang Mikael perintahkan dalam waktu dekat ini.


Tring… suara lift yang terdengar begitu nyaring ditelinga Giovanni menandakan bahwa ia sudah sampai di lantai dua yaitu lantai yang ia tuju untuk bertemu dengan Mikael.


Giovanni pun melangkah keluar dari lift itu, dan menuju ruangan pribadi Mikael yang jaraknya tidak begitu jauh dari pintu lift pribadi milik Mikael.

__ADS_1


Sesampainya ia didepan pintu ruangan pribadi Mikael, tangannya yang bergetar hebat tak bisa dipungkiri. Giovanni pun menarik nafas dalam-dalam agar dirinya menjadi tenang lalu membuka pintu ruangan itu.


Terlihat Mikael dengan badan Atletis nya dengan enam kotak otot perutnya itu, membuat Giovanni malu karena terpesona melihat keindahan tubuh yang dimiliki Mikael. "Ah maaf seharusnya aku mengetuknya dulu." Giovani menunduk meminta maaf pada Mikael dan hendak keluar kembali sampai Mikael selesai mengganti bajunya.


"Tidak usah! Sepertinya stok baju milikku sudah menipis, aku jadi ingin membeli sebuah baju yang sama untuk kami berempat bagaimana menurut mu aku cocok tidak menggunakan baju yang seperti itu?"


Ekspetasi yang selama ini ada didalam pikiran Giovanni ternyata salah, Mikael tidak sedikitpun terlihat marah padanya. Kalau di pikir-pikir lagi penanggung jawab sistem keamanan di AngelTech bukanlah dirinya melainkan Ken sehingga tidak ada alasan Mikael untuk memarahinya.


"Kau terlihat cocok menggunakan baju apapun Mikael." Jawaban singkat Giovanni, membuat Mikael menjadi senang.


"Hahaha, aku tidak percaya itu karena selera pakaianmu itu lebih buruk dibandingkan dengan Geo. Bahkan Rio saja yang usianya sedikit lebih muda darimu memiliki selera yang secukupnya lumayan."


Setelah selesai menggunakan baju itu Mikael menyuruh Giovani untuk duduk di sofa ruangannya itu. Sedangkan ia sendiri duduk di meja kerja tempat ia mendesain semua robot-robot ciptaannya.


"Aku tahu kau meminta bantuan pada Geo untuk menjemput Arka di toko Eskrim itu." Mikael yang semula ramah ketika itu ia berubah menjadi dingin sambil mengambil sebuah kertas dan pensilnya untuk menggambar sesuatu.


"Bagaimana kau-"


"Stttt.., Tidak peduli bagaimana aku mengetahuinya, tapi aku harap kau bisa berbaikan dengannya. Itu lebih baik daripada kau harus memusuhi kakakmu sendiri karena aku." kata-kata mikel yang tidak terduga keluar dari mulutnya itu membuat Giovanni sadar, ini adalah alasan ia lebih memilih Mikael dibandingkan dengan kakaknya sendiri.


"Maaf, kalau begitu aku belum bisa mencari tahu informasi yang kau tugaskan untuk ku, karena pekan ini aku berencana pergi dengannya." Giovanni menundukkan kepalanya meminta maaf pada Mikael karena tidak bisa melaksanakan permintaannya untuk mencari informasi yang dibutuhkannya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa kau pergilah dengannya dan katakanlah hal yang baik tentangku padanya. Aku masih ada Rio, atau aku bisa meminta Arka saja ya.., tapi dia anak kecil yang masih harus banyak main diusianya sekarang." kata-kata Mikael sekali lagi membuat Giovanni tersentuh. Ia tidak menyangka bahwa yang di katakan oleh Ken tidak salah, Mikael benar-benar sudah berubah sejak kedatangan Aya dan kedua anaknya itu.


"Terimakasih." satu kata yang sulit diucapkan oleh semua orang namun Giovanni berhasil mengucapkannya karena terharu dengan apa yang dikatakan oleh Mikael.


>>> 5 menit sebelumnya.


"Apakah Arya sudah sampai? tadi ia menelpon ku mengatakan bahwa ia bersama dengan kak Geo." Rio mengatakan hal yang sangat sensitif tentang Geo dengan enteng di telinga Mikael.


"Inilah yang ku benci dari salah satu sifat mu!" Mikael yang masih marah dengan apa yang terjadi hari ini mulai, dari Arka dan Arya yang tiba-tiba menghilang dan sayembara di pasar gelap yang membuatnya cukup merasa kesal ditambah dengan penyerangan oleh seseorang di dalam sarangnya sendiri.


"Arya sepertinya sangat senang saat bertemu dengan kak Geo. Kau jangan menyalahkan Gio karena mempertemukan Anakmu dengan kak Geo. Walaupun sifatnya kak Geo yang begitu, kita pernah sama-sama bermain sampai membuat kenangan yang begitu manis, andaikan saja hari itu tidak terjadi mungkin keluarga utama dan keluarga bagian Gumelar tidak akan terpecah belah. Aku sangat menyayangi hal itu karena aku pikir kau yang menjadi korban yang paling mendapatkan pukulan terbesar atas kejadian itu.


Setelah mata ku terbuka-kan oleh sifat Arka dan Arya aku jadi berharap bahwa suatu saat nanti keluarga kita bisa bersatu kembali dan kau juga bisa hidup dengan tenang tanpa ada teror dari sesama keluarga kita."


"hhh, Kau terlalu banyak bicara." Mikael tersenyum kecil mendengar kata-kata dari Rio.


"Jadi bagaimana? Kalau begitu aku akan bertukar informasi dengan mu! Aku tahu kau pasti membutuhkan sebuah informasi saat ini, bagaiman jika besok aku membawamu kepada orang yang serba tahu di kasino."


"Dasar polisi palsu, mana ada seorang polisi pergi ke kasino."


"Aku melakukannya karena kau yang menempatkan ku Lo! Apa kau lupa demi menghindari pemberontakan yang dilakukan keluarga bagian, kau yang menempatkan aku di tempat ini. Kau pikir aku tidak tahu, tapi aku berterimakasih karena kau ternyata selama ini masih ingat dengan cita-citaku saat itu."

__ADS_1


"Apakah kau sudah berbicara? Aku akan menutup telponnya."


__ADS_2