Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
(Season 2) Penculikan 4


__ADS_3

***


"Arka anak baik, serahkan chip itu, Sekarang!" Pria itu berbicara halus namun dengan maksud menekan Arka.


"Tidak!" Arka tetap menolak, Arka sangat mengerti jika chip itu jatuh pada Orang yang salah mungkin kejahatan akan merebak dengan cepat. Peperangan juga mungkin akan terjadi jika chip itu jatuh pada orang yang menyalah gunakan chip tersebut.


Pria itu mulai berbalik menampakan wajahnya. Arka tidak menyangka bahwa orang yang ada di depannya itu adalah salah satu orang yang menciptakan chip itu. "Aku hanya meminta kembali apa yang menjadi milikku mengapa kau tidak mau mengembalikannya?" Pria itu mulai bernada kesal dengan tingkah laku Arka yang sangat keras kepala. "Kau seperti ibumu yang keras kepala itu." Emosi Arka terpancing seketika ketika pria itu mulai melontarkan kalimat ejekan untuk ibunya.


"Hei beraninya kamu menghina ibuku. aku tidak akan mengampuni mu sampai kapanpun." Arka berteriak tidak terima mendengar orang lain menghina ibunya. Namun seketika itu juga Arka sadar bahwa dirinya sudah bukan dirinya yang dulu yang selalu angkuh dan berpikir tenang. Emosinya mudah sekali terpancing dengan beberapa lontaran kata oleh pria itu. Arka semakin takut sekaligus curiga siapa orang ini sebenarnya.


Pria itu berbalik dari kursinya, tampak seorang pria yang tidak asing bagi Arka. wajahnya begitu familiar dimatanya. namun Arka sendiri tidak tahu siapa sebenarnya pria itu. Arka hanya menyipitkan mata, alisnya masih mengkerut karena marah sekaligus kesal.


"Kau tidak tahu siapa aku? Sudah kubilang aku ini pamanmu yang menciptakan chip itu." Pria itu tersenyum, namun Arka melihatnya dengan penuh kengerian. Mata Arka yang jeli bisa melihat dengan jelas tangan kanan pria itu merupakan tangan robot.


Arka menyimpulkan bahwa orang yang dihadapannya sebenarnya seorang robot yang dikendalikan dari jarak jauh di dalam gedung ini.

__ADS_1


"Kau pasti heran kenapa aku bisa mengenalimu bukan?" Pria itu bertanya pada Arka sambil memainkan pena yang berada di atas mejanya itu. "Aku menciptakan kacamata yang bisa mengetahui identitas seseorang, dan aku juga adalah pencipta chip itu." Pria itu mengoceh tentang apa yang tidak di mengerti oleh Arka.


"Kalau kau pamanku, beritahu namamu dan jawab satu pertanyaan ku karena hanya pamanku yang mengetahuinya." Arka mencoba memastikan pria itu benar-benar adalah pamannya. Karena aura yang dipancarkan oleh orang itu begitu sangat menakutkan bagi Arka.


"Namaku K, kai- maksudku Aji Dirgantara. Kau boleh bertanya apapun padaku keponakan ku yang nakal." Pria itu mengaku sebagai Aji Dirgantara, nama yang sama dengan orang yang sedang bertemu dengan Arya. Siapapun tidak tahu identitas asli dari mereka dan mana Aji Dirgantara yang sebenarnya.


"Kai!?", Arka masih menangkap nama pertama yang disebutkan oleh pria itu. Arka ingat nama itu pernah disebutkan oleh Ken saat bertemu dengan pria yang menggunakan jas merah. Saat itu Arka masih dengan jelas mengingat wajah pria yang menggunakan jas merah itu, berbeda sekali dengan wajah pria yang ada dihadapannya.


"Yang aku tahu nama pamanku bukan Aji" Arka berteriak pada pria itu. sambil menyangkal nama pamannya yang bukan bernama Aji.


"Dasar palsu! pamanku tidak mungkin menculik ku hanya karena sebuah chip. Aku percaya pamanku adalah orang yang baik seperti ibu." Arka dengan sifat polosnya anak-anak pada umumnya. menyembunyikan suatu rencana yang sedang ia putar dalam otaknya.


"Apa maksud dari perkataan mu! Jika berhadapan dengan ku kau seharusnya tidak boleh menghina ibuku!" Arka sangat kesal karena menurutnya kata-kata pria itu benar-benar sudah melewati batas. Ia mencaci maki ibunya tanpa rasa berdosa sekalipun.


"Kau itu hanya anak kecil mana tahu kejadian yang sebenarnya, orang kamu ini memang anak haram. Makanya ayahmu membenci kalian. Bagaimana rasanya disiksa oleh orang yang bukan ayah kandung kalian?" Pria itu semakin menjadi dalam setiap ucapannya. Ia tidak pernah memperlakukan Arka layaknya anak kecil.

__ADS_1


Wajah Arka mendengar perkataan pria itu semakin kaget. Ia berpikir memanglah Ayahnya yang sebenarnya tidak mungkin menyakitinya. tetapi berbeda dengan Zen yang selalu jijik ketika melihat Arya dan Arka muncul dihadapannya, namun Arka masih percaya tidak percaya dengan perkataan pria itu, karena kalau benar ibunya selingkuh dengan pria lain yang merupakan ayahnya dimana keberadaan ayah kandungnya sekarang.


"Aku tahu itu tapi kau tidak boleh menghina ibuku seperti itu. Aku juga tahu kalau sebenarnya Ayah kandungku iya papa Bos Mikael. Apa kau menggapai remeh atau mau mengguncangkan pikiranku dengan perkataan busuk mu itu."


Arka sebenarnya hanya asal berbicara, namun kenyataannya memanglah tidak salah. fakta bahwa ayah kandung Arka yang sebenarnya adalah Mikael Gumelar sang mafia nomor 1 di dunia pada saat ini.


"Ternyata aku terlalu meremehkan mu ya(?) Kau ternyata bocah nakal yang memiliki kemampuan tidak biasa seperti bocah pada umumnya. Aku jadi iri dengan ibumu sebenarnya kemampuanmu yang seperti ini diturunkan oleh siapa ya ibumu atau ayahmu?"


Pria itu menyeruput kopi yang sudah mulai mendingin itu sesekali, lalu meletakkannya kembali diatas meja kerjanya yang begitu tertata rapih. Pria itu mulai berjalan mendekati Arka. Sepertinya ia menyiapkan sesuatu untuk Arka.


Pria itupun berlutut dihadapan Arka dan memberikannya sebuah kotak sederhana. Pria itu kini tersenyum dengan lembut sambil mengusap kepala Arka dengan lembut pula. "Sekarang aku tidak lagi khawatir chip milikku itu ada padamu, tetapi kau harus menjaganya dengan baik. Jika suatu saat ada orang yang melakukan hal yang sama padamu sepertiku tadi kau harus melakukan yang sama. Chip itu sebenarnya adalah ciptaan ku yang paling berbahaya. terutama orang yang menciptakannya bersamaku pada saat itu ternyata adalah seseorang yang paling keji di dunia ini."


Arka ketika itu juga merasa bingung. Sebenarnya apa yang dilakukan oleh Paman yang memiliki aura menakutkan itu, dalam hatinya ia bertanya-tanya karena Arka benar-benar tidak memahami situasinya pada saat ini.


Pria itu pun berdiri dan mulai berbalik membelakangi Arka. Siluet yang sama yang dimiliki ibunya terpancar pada pria itu. Mata Arka terbelalak melihat siluet pria yang terpantul kan oleh cahaya yang masuk melalui kaca gedung itu, siluet yang sangat indah bagaikan sebuah maha karya. "Pulangkan lagi anak ini dengan hati-hati. Jangan sampai seorangpun tangan kaki Mikael mengetahui aku yang membawa anak ini untuk beberapa jam. karena nampaknya Mikael sedang melakukan pencarian di seluruh kota ini, jadi kau harus pintar-pintar memulangkan anak ini."

__ADS_1


"Baik tuan."


terdengar suara yang tidak asing dari telinga Arka. Suara yang sangat Arka kenal betul. Suara ini adalah suara yang setiap harinya ia dengar, Arka pun berbalik dan ternyata pemilik suara tersebut adalah Paman yang sangat Arka percaya yaitu Tora.


__ADS_2