
Mikael : "Pftt.., memang kau yakin bisa menang dariku Rio?"
Dustin : "Hehe, kalian masih muda terlalu bersemangat! Tentu saja kali ini aku akan menang."
Rio : "Oppa! Jangan mengganggu pembicaraan ku dengan Mikael."
Dustin : "Aku heran kenapa kalian Keluarga Gumelar sifat kalian semuanya sama, dan lagi sepertinya sulit bagi kalian memiliki saudara perempuan."
Rio : "Heh Oppa! Apa kau mau bilang kalau semua keluarga bagian hanya melahirkan penerus laki-laki saja?"
Rio menarik kerah Dustin.
Mikael : "Rio tenangkan dirimu. Kau tidak boleh membuat tamu kita merasa tidak nyaman.
Dustin : "Tuan muda Rio jangan salah paham, mari kita lanjutkan saja permainan ini. Aku akan pertaruhkan Villa pribadiku, Villa Teratai. Bagaimana? Sepakat?"
Rio : "Tidak buruk. Kalau begitu bandar! Keluarkan semua kartunya!"
Bandar mengeluarkan lima kartu lainnya.
Satu persatu mulai membuka kartunya diawali dari Rio.
Rio : "Aku yakin tidak ada kartu yang lebih besar dari milikku! FOUR OF KIND!"
Mikael : "Kurasa kau benar kalau begitu aku menyerah!"
Dustin : "Hehehe, Tuan muda Rio memang yang paling hebat! Sepertinya keberuntungan ku hari ini sedang jelek! TWO PAIR!"
Rio : "HAHAHAHAH, akhirnya akulah pemenang permainan ini. Mikael jangan menangis perusahaan mu akan aku ambil oke! Kalau begitu pelayan!"
Pelayan itu menyiapkan secarik kertas bersama pena diatasnya.
Rio : "Kalian tanda tangani surat pemindahan aset kalian!"
Mikael dengan tenang menandatangani surat pemindahan asetnya kepada Rio begitupun dengan Dustin.
__ADS_1
Dustin : "Karena kau pemenangnya apa yang ingin kau tanyakan padaku?"
Rio : "Karena Tuan Besar Mikael rugi besar maka aku akan beri hadiah ini untuk Aya!"
Mikael : "Kau adalah satu-satunya orang yang paling mengerti Rio!"
Rio : "Aya ayo bertanyalah pada si tua Bangka, hehe."
Aya tidak mengerti apa yang harus ia tanyakan pada Dustin dan tidak mengerti apa-apa tentang maksud Rio dan Mikael sebenarnya.
Mikael pun melihat Aya yang kebingungan itu langsung berbisik padanya.
Mikael : "Tanyakan tentang kematian orangtuamu atau keberadaan Angga sekarang!"
Aya pun paham, karena Dustin berasal dari keluarga Dirgantara yang sama sepertinya ia pasti mengetahui segalanya tentang apa yang terjadi sebenarnya didalam keluarga Dirgantara.
Aya : "Pertama-tama aku ingin menanyakan tiga pertanyaan pada om!"
Dustin : "Apaan itu, perjanjiannya tidak seperti-"
Mikael menodongkan pistol nya tepat diatas kepala Dustin. Dengan tatapan yang tajam, walaupun Mikael tidak berkata apapun tetapi Dustin lebih mengerti apa yang akan Mikael lakukan.
Dustin :"Baiklah-Baiklah, kau turunkan dulu pistolnya aku sungguh tidak bisa fokus jika seperti ini."
Mikael menurunkan kembali pistolnya dan menyembunyikan di dalam saku jasnya sambil kembali duduk di kursinya.
Dustin : "Untuk pertanyaan yang pertama, Keluarga Dirgantara semenjak Ayahmu memutuskan untuk berhenti dari Keluarga mafia kita, perlahan-lahan keluarga kita dibantai habis oleh orang-orang yang menyimpan dendam terhadap keluarga kita.
Terutama untuk keluarga bagian yang menerima dampak yang lebih besar. Walaupun keluarga kita adalah Keluarga terkaya dulunya. Uang masih bukan apa-apa jika kita kehilangan banyak kekuatan kita.
Akhirnya keluarga utama yang banyak menerima dampak yang sama besar dari keluarga bagian. Mereka mendesak untuk mengembalikan Indra untuk masuk ke posisi awalnya. namun ia tetap menolak karena ia takut kasus yang terjadi pada istri keduanya terjadi pada keluarga yang lainnya.
Tidak lama Istri pertamanya benar-benar terkena teror dan memutuskan untuk pergi keluar negeri, namun ia tetap meninggal disana.
Akhirnya melihat Indra sudah tidak memiliki kebijaksanaan lagi, keluarga Utama memutuskan untuk membunuh indra dan mengangkat Angga Dirgantara untuk menaiki posisi yang kosong itu, melihat dari kepintarannya yang luar biasa di bandingkan dengan anak Keluarga utama yang lain.
__ADS_1
Seterusnya aku tidak bisa menceritakannya padamu, meskipun aku tidak akan dibunuh oleh Mikael tetapi ada seseorang yang akan membunuhku setelah aku keluar dari sini.
Baik untuk pertanyaan yang kedua, terlibat atau tidak terlibatnya aku dalam pembunuhan Indra tentu saja hal ini tidak bisa dibicarakan hanya satu patah atau dua patah kata saja karena pada dasarnya ini semua adalah rencana dari para keluarga utama.
Untuk pertanyaan yang ketiga, Angga sudah lama meninggalkan keluarga kita dan kini ia sudah mengganti nama dan warga kenegaraannya. Jadi sulit untuk menemukannya karena ia sangat pintar dan cerdik.
Tapi biar ku beri satu hal padamu, tidak lama ini aku sering melihatnya berkeliaran di daerah Apartemen xx mungkin dia tinggal di sekitar sana. tapi aku tidak bisa menjamin dugaan ku yang satu ini.
Baiklah aku sudah menjawab semuanya, kuharap kalian puas dengan jawabanku."
Dustin pun memberikan secarik kertas berisikan tulisan.
Dustin : "Yah walaupun sepertinya aku tidak akan hidup sebentar lagi, tetapi terima kasih atas permainan yang menyenangkan ini."
Dustin pun pergi meninggalkan semuanya didalam kasino itu. Sedangkan Aya segera membaca surat apa yang dituliskan oleh Dustin.
Isi surat itu bertuliskan "Ada Kamera di dalam tubuhku. Kau pergilah! Temui Edward Dirgantara, ia sedang bersembunyi di bawah naungan keluarga Rudiantara."
Walaupun Dustin nampak menyebalkan, dan selalu menyudutkan Aya, itu semua ia lakukan untuk melakukan aktingnya. Pasti kepala keluarga Dirgantara yang saat ini sangat berhati-hati pada setiap anggota keluarga Dirgantara sampai harus menanamkan kamera di tubuh Dustin. Menurut pikir Aya.
"Mikael! Apa kau mengenal Edward Dirgantara??" Tanya Aya menunjukan isi surat yang Dustin tulis.
"Aku tahu, tapi jika kau ingin menemuinya kau harus menikah dulu denganku." Mikael menatap Aya dengan penuh keseriusan.
"Rio! Apa kau mengetahui Edward Dirgantara?" Tanya Aya pada Rio.
Rio pura-pura tidak mendengar perkataan Aya dan hanya bertanya pada Mikael.
"Mikael kenapa kau menyerah disaat-saat terakhir? Memangnya kau dapat apa?"
"Royal Flush"
"HA, APA!? Bukanya harusnya kau yang menang?" Rio kaget mendengar perkataan Mikael yang singkat itu. "Jadi bagaimana dengan taruhannya?" Sambung Rio.
"Itu semua hadiah untukmu! Sebenarnya perusahaan yang aku kembangkan itu berasal dari paman yang ia titipkan untukmu jika kau benar-benar bersungguh-sungguh dalam cita-cita mu!" Mikael mengatakan hal yang sangat mengharukan.
__ADS_1
Sehingga membuat Aya diabaikan begitu saja. Sedangkan Rio menangis terharu setelah apa yang di katakan Mikael padanya.
"Ayah! Terimakasih! Kupikir kau benar-benar membuang ku." Tingkah laku Rio di luar kepribadian biasanya ini membuat Aya sedikit bingung dengan sifat asli Rio. namun setelah di amati secara seksama. Entah sejak kapan Rio sudah terkena mabuk oleh Wine favoritnya itu.