Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
(Season 2) Penculikan 6


__ADS_3

Arka dan Tora pulang menggunakan mobil milik Tora. Arka ingin sekali bertanya pada Tora apa maksud dari semua yang dilakukan oleh pria itu dan Tora sebenarnya, ia masih penasaran mengapa Tora melakukan semuanya dan apa tujuan Tora yang sebenarnya.


“Paman! apa maksud dari semua ini?” Arka mengatakan kalimatnya dengan tegas.


“Kau buka saja dulu hadiah yang diberikan pamanmu.” Tora tidak berkata-kata lagi, karena ia tahu Arka adalah orang yang sangat pintar dalam berkata-kata sedangkan Arya lebih pintar menganalisis dan menyimpulkan sesuatu, tidak seperti Arka yang selalu berbuat sesuka hatinya. Arya lebih berhati-hati, untungnya ia berhasil membawa Arka bukan Arya yang mungkin akan sedikit kerepotan jika menghadapinya Arya yang selalu berpikiran lebih analisis.


“Pamanku?” dalam hatinya Arka berpikir, artinya pria yang ditemuinya memang benar-benar pamannya. diwajahnya jelas sekali banyak luka. begitupun dengan tangan kanannya yang menggunakan tangan robot itu jelas menandakan orang itu pernah mengalami sebuah kecelakaan yang cukup serius."Jadi pamanku itu masih hidup ya? Kenapa kau tidak memberitahu ibu soal ini?” Arka bertanya-tanya, karena ia sangat penasaran mengapa Tora menyembunyikan keberadaan paman kandungnya begitu lama.


“Kau bertanya mengapa? Tentu saja untuk keselamatan pamanmu. Seperti yang kau tahu antara aku dan kau, kalau pamanmu mengalami kecelakaan karena Ayahmu.” Tora mengatakannya dengan sederhana, agar mudah dipahami oleh Arka.


“Oh ya!? Apa itu karena chip itu?” Arka semakin menyulitkan Tora untuk menjelaskan detail bagaimana ia selama ini menyembunyikan keberadaan paman kandungnya.


“Di Dalam kotak itu ada surat yang menjelaskan apa yang kau tanyakan dari pamanmu.” Tora tidak bisa mengatakan kata-katanya lagi karena tahu semakin ia menjawab semakin Arka tidak akan bisa berhenti untuk bertanya padanya.


“Apakah didalamnya terdapat sebuah bom yang mungkin saja bisa membunuhku?” Arka berbicara asal karena kotak yang ia pegang begitu ringan sekali membuatnya sangat penasaran dengan apa yang ada di dalam kotak itu,

__ADS_1


“Apakah kau tahu dia itu pamanmu yang mana?” Tora sengaja memberi tahu Arka karena ia tahu setelah ini Arka mungkin tidak akan mengingatnya lagi.


"Aku tahu dia adalah Paman keduaku." Arka mengatakannya dengan nada datar dengan sedikit sombong karena tahu maksud dari perkataan Tora.


"Bagaimana kau mengetahuinya?"


“Sederhana saja, begitu banyak bekas luka yang tampak itu menandakan bahwa ia mengalami kecelakaan yang begitu berat, lagian aku sudah menemukan paman pertamaku. Aku juga tidak mau memberitahu ibu tentang hal ini karena ibu begitu sangat ceroboh.” Arka menjelaskan pendapatnya pada Tora tanpa berpikir panjang, ia pun tidak begitu membenci Tora yang sudah membohonginya dan ibunya tentang keberadaan pamannya itu, karena Arka sangat paham bahwa pamannya perlu sebuah privasinya yang sangat ketat karena keselamatannya sekarang sangat terancam.


“Untung saja orang yang aku bawa itu kau Arka. Jika itu Arya ia sangat begitu hati-hati sehingga sulit sekali menjelaskan alasan kami melakukan ini pada ibumu.” Tora sedikit berterimakasih pada Arka yang mau mengerti situasi yang sebenarnya.


“Aku paham situasinya Paman, setelah kau meyakinkan aku bahwa itu pamanku aku jadi mengerti, yang Paman lakukan itu untuk mengujiku agar lebih berhati-hati tentang kerahasiaan chip itu kan"


"Ngomong-ngomong Arya kemana? Kenapa ia tidak ikut bersamaku?” arka bertanya-tanya keberadaan Arya.


“Aku juga tidak tahu soal itu, banyak anak buahku ditemukan tewas dengan luka bekas tembakan tepat berada di kepala mereka. Kupikir Mikael yang melakukannya, tapi semua keluarga Gumelar sedang mencari keberadaan kalian berdua.” Tora menjelaskan situasi apa yang sedang terjadi selama ia berkunjung ke tempat persembunyian pamannya.

__ADS_1


“Apa ini karena sayembara yang dilakukan di pasar gelap tentang aplikasi yang aku buat?” Arka menduganya dengan sangat tepat karena sebelumnya ia sudah membuka situs pasar gelap secara online. Pengumuman Sayembara itu menggantung paling utama di beranda situs pasar gelap itu.


“Sudah kuduga kau sudah mengetahuinya lebih dahulu, kau memang sangat hebat Arka. kurasa didunia ini kalian adalah anak yang paling langka dengan umur kalian yang sangat muda namun sudah bisa melakukan berbagai hal dengan sempurna.” Tora sangat kagum dengan kemampuan dua anak kembar yang begitu lebih hebat dari orang dewasa.


“Kau tidak tahu semua ini karena ibu, di pulau itu aku dan arya tidak punya kegiatan lain selain membaca buku dan berlatih beladiri yang katanya ibu bilang beladiri ini sudah diturunkan secara turun temurun, tapi sampai saat ini aku tidak bisa menguasainya karena aku tidak sehebat Arya. Aku tahu Arya jauh lebih pintar dan Jauh lebih kuat dariku setiap harinya aku sangat iri padanya, satu-satunya yang menjadi keunggulanku saat ini adalah barang ciptaanku yang bahkan Arya sendiri tidak bisa menciptakannya. maka dari itu aku menganggap aplikasi itu sebagai nyawaku sendiri.”


Tora sangat mengerti bagaimana penderitaan anak-anak ketika mereka tinggal di pulau itu. Aya harus menghemat uang tabungan yang tersisa miliknya sedangkan kebutuhan untuk dua anak itu sangat banyak, tidak hanya itu merawat dua anak kembar sendirian tanpa ada orang yang membantunya sama sekali adalah sebuah pencapaian Aya yg begitu besar. Tora ingin sekali meneteskan air matanya ketika ia teringat perjuangan Aya yang begitu luar biasa untuk membesarkan kedua anaknya.


Tora yang sedang sedikit melamun tiba-tiba saja kaget melihat Arka yang tiba-tiba membuka Kotak itu tanpa memberitahunya terlebih dahulu. Kotak itu tiba-tiba menyemprotkan sebuah gas yang langsung mengenai wajah arka. Gas itu merupakan Gas yang dapat menyebabkan seseorang tertidur dan kehilangan ingatannya dalam jangka pendek. mengetahui itu Tora langsung menutup hidungnya, karena ia takut menghirup gas itu akan menjadi seperti apa yang akan Arka alami.


Tora pun menelpon Aya mengatakan bahwa ia akan mengantarkan Arka secepatnya, karena hari sudah mulai petang. “ Aya kau ada dimana aku akan mengantar Arka padamu.”


tidak ada suara balasan dari Aya. Tora pun menutup telponnya. Namun tiba-tiba ponselnya berdering. sebuah pesan masuk dari Aya. “Aku berada di kantor Mikael antarkan saja Arka kemari.”


Tora langsung melesat dengan kecepatan tinggi menuju kantor milik mikael. Sesampainya disana Aya dan mikael begitu menunggu kepulangan Arka. Terlihat dengan jelas wajah Aya yang begitu mencemaskan Arka. Sesampainya mobil tora di hadapannya Aya dengan tidak sabarnya langsung menggendong Arka keluar mobil, dengan keadaan Arka yang masih tertidur.

__ADS_1


“Mengapa kau bersama Arka tapi tidak menghubungiku?” Aya sangat marah sekali dengan Tora yang tampak tidak bersalah ketika membawa anak kesayangannya itu pergi jauh.


“Aku bertemu dengan Arka hanya kebetulan ia ingin bermain sebentar saja denganku di taman bermain. Kalau begitu aku akan pulang, hewan peliharaan di toko belum aku beri makan. sampai jumpai.” dengan terburu-buru Tora meninggalkan Mikael dan Aya begitu saja. Mikael ingin sekali melayangkan tinju pada Tora namun ia harus menahan amarahnya, karena yang terpenting sekarang Arka sudah kembali dengan selamat. Hanya tinggal satu anak lagi yang sampai saat ini belum juga kembali, yaitu Arya.


__ADS_2