Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
(Season 2) Berburu dalam Sarang


__ADS_3

Sebelum keluar dari lift Mikael terlebih dahulu mencium kening Arka dan Aya. "Kalian baik-baik di belakangku!" Mikael dan juga Aya yang mengikutinya dari belakang itu, berjalan. Melangkah keluar dari lift.


Mikael langsung merogoh saku dalam jasnya untuk mengambil pistol andalannya, yang memiliki kualitas tinggi dengan bahan premium. Dikirim langsung oleh seorang koneksinya di Italia.


Sambil berjalan dengan satu tangan memegang erat Aya dan satu tangan lainnya memegang pistol itu. Mikael tanpa ragu dan gentar sedikitpun berjalan menuju ruang kerjanya. Tidak seperti ruang kerjanya yang berada di lantai dua. Ruang kerja lantai 67 adalah Ruang kerja Mikael yang sesungguhnya. karena ruang kerja di lantai dua sudah layaknya seperti ruang pribadi atau Apartemennya sendiri bagi Mikael, karena didalamnya terdapat kamar tidur yang biasa ia gunakan di kantor.


Sistem keamanan lantai 67, merupakan sistem keamanan yang paling ketat, entah mengapa para penyusup itu bisa sampai ke lantai itu.


Dengan instingnya yang sangat kuat bagaikan seekor serigala. Mikael menarik pelatuknya dan menembak ke arah yang tidak menentu bagi yang melihatnya, namun nyatanya Mikael berhasil menumbangkan beberapa orang yang sudah menyusup ke lantai itu.


Dalam sekali tembaknya, darah orang-orang itu sampai menyiprat ke mana saja, bahkan sampai ke tembok perusahaan pun tak luput sama sekali terkena Cipratan darah itu.


Beberapa tembakan melayang ke arah Mikael, namun belum satu pun peluru yang mengenai dengan tepat. Pintu menuju ruang kerja Mikael sudah dekat, dengan begitu Mikael bisa mengamankan Aya terlebih dahulu di dalam ruang kerjanya.Agar ia bisa bergerak lebih leluasa.


Sedangkan Aya yang sedang berdiri berjalan di belakang Mikael. Melihat kengerian dan darah yang bersimbah dimana-mana membuatnya menjadi sangat mual dan tidak sanggup melihat orang yang tergeletak dengan keadaan mengerikan seperti itu. Aya menutup matanya untuk menghindari apa yang sebenarnya ia tidak ingin lihat itu. namun ketika itu seseorang dari belakang Aya tiba-tiba saja hendak menyerang Aya dan Arka.


Namun dengan sigap dan refleks yang cepat Arka mengambil pistol kejut atau pistol listrik milik Aya yang ia berhasil rebut dari saku baju Aya. Dengan tatapan yang tajam dan aura dominan milik Arka, Arka melayangkan tembakan peluru pistol kejutnya pada orang itu. namun dalam waktu yang singkat pria itu langsung tumbang ketika Arka yang berhasil menembaknya.

__ADS_1


Walaupun Mikael tidak melihat kebelakang, tetapi Mikael tahu apa yang dilakukan oleh Arka. Mikael menyeringai senang dengan prestasi Arka yang lagi-lagi mengejutkannya. Mikael sangat beruntung memiliki seorang anak seperti Arka dan Arya.


"Arka setelah ini kau mau belajar menembak?" Mikael menawarkan sesuatu yang sangat diinginkan oleh Arka ketika ia tahu dirinya tidak bisa melakukan beladiri seperti Arya.


"Papa Bos sangat pengertian!" Arka tersenyum tipis, wajahnya masih memasang wajah yang benar-benar serius dan dingin. Bahkan Aya sendiri tidak pernah melihat sosok Arka yang seperti itu.


"Tidak boleh! Arka itu sangat berbahaya!" Aya langsung menyela pembicaraan Arka dan Mikael. Ia tidak mengizinkan Arka untuk terjun di dunia mafia yang setiap harinya penuh dengan ancaman kematian.


"Kalau begitu aku juga akan mengajakmu." Mikael dengan cepat memikirkan alternatif lain, yang mungkin Aya tidak bisa menolaknya.


"Aku tahu perasaanmu, kau pasti ingin belajar menembak dengan pistol peluru yang asli bukan? Aku selalu melihat Arya dan Arka selalu membawa pistol yang kau buat, bahkan Arya membawa beberapa jenis pistol yang sama namun memiliki perbedaan fungsi dan efeknya. Ia membawa peluru tambahan untuk berjaga-jaga.


Aku baru terpikirkan seorang profesor jenius sepertimu untuk apa membuat begitu banyak pistol dengan berbagai prinsip kerja yang berbeda, namun aku terpikirkan sesuatu mungkin saja dahulu kau tidak pernah diizinkan menggunakan pistol yang asli bukan?" Mikael berkata pada Aya sambil dirinya sibuk menghindari dan melindungi Aya dan Arka.


Didalam tas kecilnya Aya menyimpan tiga jenis pistol dengan prinsip yang berbeda, yang pertama adalah pistol kejut atau pistol listrik yang selalu ia bawa dalam sakunya, ia membuatnya dengan menggunakan prinsip fisika yang merupakan pengetahuan yang paling dikuasainya.


Yang kedua adalah pistol biologi, dengan memanfaatkan mutasi genetik, memiliki efek yang sangat berbahaya dan sangat mematikan dan Aya tidak pernah mengizinkan Arya dan Arka untuk menggunakan pistol yang kedua ini.

__ADS_1


Terakhir adalah pistol kimia, menggunakan cairan dan gas yang paling iritan. menyebabkan iritasi pada korban. Bahkan gagal fungsi organ ketika menghirupnya gas racunnya. Sebelumnya Aya pernah mencobanya ketika ia dihadang oleh dua orang preman ketika ia sedang mengejar Mikael di jalanan.


Mikael masih menembakan pelurunya, tidak tahu berapa jumlah penyusup itu bisa masuk kedalam Ruangan kerja milik Mikael. bahkan pekerja yang biasa menemuinya hanya bergelar Gumelar saja yang bisa masuk.


"Aku tidak pernah menang berdebat dengan mu atau anak-anak ku sendiri. Sayang sekali aku ini orang yang terlalu penurut." Aya mengalah, karena dirinya tahu bahwa ia tidak pandai menolak tawaran seseorang.


Mikael tersenyum tipis, merasa dirinya selalu menang dalam hal apapun itu.


Akhirnya mereka sampai di dalam ruang kerja Mikael. Mikael membuka pintunya dengan mengakses sidik jari dan iris matanya. Agar lebih cepat dibandingkan harus mengaksesnya dengan menggunakan kode-kode yang membuatnya merasa merepotkan.


Mikael membukakan pintu untuk Aya dan Arka, dan mempersilahkan mereka masuk ke lebih dulu. "Kalian masuk lebih dulu, di dalam ada Ken kalian berlindung lah! Aku harus membereskan ini." Mikael langsung menutup pintunya tanpa memberikan satu patah katapun Aya dan Arka untuk berbicara.


Setelah berhasil melindungi Aya dan Arka, Mikael yang menyembunyikan Amarahnya di depan Aya pun, langsung meluapkan semuanya kepada para penyusup itu. Raut wajahnya yang baik sudah berubah seratus delapan puluh derajat.


Bagaikan seekor harimau yang marah ketika seseorang mengganggu waktu tidurnya. Mikael tanpa Ampun menembak semua penyusup itu, bahkan dengan prinsipnya yang tidak pernah puas jika pelurunya tidak mengenai kepala musuhnya itu. Menembakan peluru nya berulang pada orang yang sama ketika pelurunya tiba-tiba meleset dan tidak mengenai kepala orang itu.


Pada setiap harinya Mikael menggunakan Jas anti peluru dengan kualitas paling terbaik di negara. sehingga menambah kepercayaan diri Mikael untuk membantai seluruh penyusup itu, dengan meninggalkan hanya beberapa luka kecil saja.

__ADS_1


__ADS_2