
Rio tidak menyangka analisis Arya begitu Akurat, dan di tambah lagi Alex seorang kepala rumah sakit ini begitu nekat untuk membawa mobil ambulannya secepat itu. Untuk membawa jenazah Septian Gumelar.
"Ayo kita harus bergegas ke ruangan Autopsi untuk mengetahui lebih jauh tentang kematian Paman." Alex tidak sabar ingin mengotopsi dengan tangannya sendiri. Agar terjamin hasilnya.
Mereka bergegas pergi keruangan autopsi, namun di tengah perjalanan menuju ke ruangan itu Arya dan Arka di hadang oleh penjaga di sana. Mereka berdua tidak diizinkan untuk memasuki ruangan. Arka dengan senang hati tidak ingin ikut melihat mayat yang di acak-acak seperti itu di depan matanya. Dalam bayangannya sungguh menjadi hal yang sangat mengerikan baginya.
Namun Arya berbeda ia masih penasaran penyebab utamanya, pasti bukanlah tentang kasus pembegalan yang terjadi saat di jalanan. Melainkan ada orang yang sengaja melakukannya. Dalam pikiran Arya pasti paman Septian itu pergi meminta bantuan dengan membawakan sebuah pesan rahasia.
Ken tiba-tiba muncul, Ia muncul sangat terlambat. Namun tidak terlalu terlambat. Ken bisa menemani Arka di luar sambil menunggu hasil Autopsi nya. Sedangkan Arya dan Rio akan pergi masuk untuk mengetahui lebih lanjut lagi.
Rio, Alex, dan Arya memasuki ruangan autopsi. Sebelumnya Alex sudah mengizinkan Arya untuk masuk sehingga ia terbebas dari hadangan orang yang berjaga di depan pintu ruang autopsi itu.
Walau kaki dan tubuhnya gemetar dengan ketakutan, Namun ada sedikit rasa yang membuatnya senang, yaitu kini ia layaknya seperti seorang detektif yang sesungguhnya.
Terlihat jenazah itu terbaring. Mereka tidak boleh memutuskannya secara sepihak bahwa ia adalah Septian Gumelar. Dengan melakukan Autopsi akan menunjukan kepastian dari tebakan mereka semua.
Dari kejauhan bersama Rio di sampingnya Arya memerhatikan Hal-hal yang di lakukan oleh Alex di meja autopsinya. Alex tampak telaten dalam menyayat-nyayat jasad itu sampai teliti.
__ADS_1
Disisi lain Arka dan Ken menunggu di luar tidak sabar ingin mengetahui siapa orang yang menjadi korban itu.
Ken yang baru saja datang tidak mengetahui apapun masalah yang terjadi, sampai Alex Rudyantara juga ikut mengambil peranan dalam hal ini.
"Paman Ken, sebaiknya sebelum semuanya tampak jelas kita tidak boleh membocorkan apapun tentang penyerangan keluarga Gumelar ini pada papa bos." Arka mengatakan kata-kata yang tiba-tiba ketika melihat Ken yang benar-benar kebingungan itu agar tidak terlalu mengambil pusing.
"Apa yang terjadi? Aku mendapat pesan lokasi ini dari Arya. Dia mengatakan bahwa jenazahnya kemungkinan besar milik Septian Gumelar." Ken Bertanya-tanya pada Arka yang sebenarnya Ken sendiri tidak menyadari bahwa Arka sempat bersembunyi di dalam Ambulan.
"Aku juga tidak tahu secara detail tapi aku sempat bersembunyi di dalam ambulan itu, wajah pria itu aku kira mirip dengan paman Guntur ternyata aku salah memang wajahnya mirip sekali dengan paman Bryan. Walaupun penuh lebam aku juga masih bisa mengenalinya." Arka berterus terang pada ken. Arka mencurigai pelakunya adalah orang yang memiliki dendam pada keluarga Gumelar. Siapa lagi jika bukan salah satu keluarga Ardinata yang hampir dibantai habis-habisan oleh Mikael.
Arka pun mengeluarkan ponselnya, dengan menggunakan aplikasi yang dibuatnya yakni Revenge System. Arka ingin sekali menggunakan mode balas dendam untuk menghancurkan orang yang berani mengusik istirahat papa bosnya. Namun Arka harus mengumpulkan bukti konkret untuk mengetahui pelaku sesungguhnya.
Namun Arka harus tahu pasti waktu kejadian saat itu. Arka harus menunggu beberapa saat lagi untuk mencari detailnya dari hasil autopsi jenazah korban itu. Namun satu hal yang membuatnya teringat saat ia terjebak di dalam mobil ambulan yang menjijikan itu. Jam tangan yang di pakai oleh pria tua itu mati saat menunjukan pukul jam 2 malam.
Itu artinya, penyerangannya terjadi pukul jam dua malam. Kaca jam tangannya yang retak itu sempat digunakan sebagai pelindung kepalanya saat ia tengah di pukuli . Arya langsung memeriksa CCTV pada pukul 2 malam itu.
Arka pun menekan ponselnya mengetikan pukul 2 malam di CCTV di sekitar kantor polisi. Awalnya semuanya terlihat sepi dan tidak apa-apa setelah satu jam berlalu, Arka melihat Pria tua itu terhuyung-huyung seperti sudah tidak mampu lagi untuk berdiri.
__ADS_1
yang dikatakan oleh Arya benar, namun satu hal yang menjadi kesalahan fatal dalam analisisnya, yaitu bukan para begal itu yang membunuh pria tua itu melainkan orang lain yang sepertinya sangat kenal dengan pria tua itu di kantor polisi.
Arka baru sadar jika kantor polisi itu buka selama 24 jam jadi tidak mungkin tidak mengetahui mayat yang tergeletak begitu saja di depan kantor polisi itu selama berjam-jam. Muncul sesuatu ke ganjalan yang tidak bisa diungkapkan.
Arka penasaran dengan orang yang menggunakan topi dan masker hitam itu, bahkan semua pakaiannya serba hitam itu pasti jika bertemu saja akan pangling walaupun sudah mengenal orang itu. Namun pria tua itu tampak sangat mengenali orang itu dan berdiri ketakutan.
Satu hal yang harus Arka lakukan adalah menelusuri CCTV lain dari arah datangnya pria itu, satu persatu Arka menelusuri CCTV dari aplikasi hacker nya. Setelah setengah jam berlalu Arka menemukan tempat dimana pria itu mendapat penyerangan awal.
Sayangnya, pria itu di siksa ditempat yang merupakan titik buta kamera CCTV yang ada di lokasi itu. Namun Arka berhasil menangkap pembicaraan para begal itu dan menyimpan datanya untuk dijadikan sebuah bukti atau bisa membukakan sebuah petunjuk untuk Arya.
Berjam-jam sudah berlalu Arka sudah kesal menunggu. namun tidak lama kemudian tiga orang yang masuk keruangan Autopsi itu sudah keluar dan mendapatkan hasilnya.
Ken dan Arka menunggu, orang-orang itu berbicara padanya. Namun Alex meminta untuk membicarakan ini di ruangannya agar tidak sampai bocor ke manapun. Hingga mereka pun pergi bersama-sama keruangan Alex yang berada di ruangan yang paling atas.
Mereka pergi berjalan dengan suasana yang tegang menuju lift pribadi milik Alex. Rio sepertinya sudah bersiap-siap untuk mencatat hal yang paling penting dari hasil autopsi ini. setelah tiba di depan pintu lift itu Alex menekan tombol disampingnya dan pintu lift pun terbuka. Mereka pun menaiki lift pribadi milik Alex.
Semua orang tampak tidak sabar menunggu. namun yang dilakukan Alex di dalam lift adalah menggerakkan satu kakinya sambil menelpon mengabari bintang yang merupakan Anak dari pria tua yang menjadi korban itu.
__ADS_1
Semuanya saling bertatapan menunggu suara dering tersambung dari Bintang Gumelar.