
Aya mencari Arya dan Arka ke setiap daerah dan tempat yang sering mereka kunjungi, namun Aya tidak menemukan apapun. Aya memutuskan untuk berpencar dari Mikael, namun Mikael tidak setuju dengan apa yang di pikirkan oleh aya.
“Apakah kau lupa Aku ini adalah seoranng mafia sebenarnya aku tidak terlalu membutuhkan parapolisi untuk mencari mereka. Jaringanku di negara ini sangat luas Aku juga yang memegang kendali semua yang ada di negara ini kau lihat saja nanti bedebah-bedebah itu akan menyesal berani-beraninya mereka menculik anak-anak kesayanganku.”
“Kau tidak tahu rasanya aku yang merupakan seorang ibunya ini merasa sangat kehilangan ketika mereka menghilang dalam bahaya seperti ini. Aku merawat mereka sendirian dipulau itu dan menderita sendirian. Kau tau apa? Kau hanya seorang ayah yang baru-baru ini saja mengetahui bahwa kau adalah ayah mereka.”
Mikael sedikit geram dengan perkataan Aya yang seolah-olah mengatakan dirinya merupakan ayah yang tidak bertanggung jawab pada anak-anaknya. Namun Mikael masih bisa berkonsentrasi untuk menyetir mobinya, bahkan menahan emosinya ketika ia melaju dengan kecepatan tinggi seperti itu.
“Kalau saja kau yang bilang lebih awal kau hamil anakku, kau dan anak-anak tidak akan menderita dipulau itu. Aku tahu kau sangat mencintai Zen saat itu Aku sangat mengerti jadi kau masih bisa menurut padanya, tapi kau harus menerima bukti kenyataannya sekarang dia sebenarnya tidak tulus mencintaimu, yang dia inginkan adalah memanfaatkan mu untuk mencuri sebuah penemuan yang telah kakakmu ciptakan. Aplikasi balas dendam yang berhasil Arka kembangkan.”
Aya tertampar kenyataan. Fakta bahwa ia dulu benar-benar sangat mencintai Zen. Bahkan ia meemberikakan satu perusahaan ayahnya yang ia pegang untuk diberikan kepada orang itu. Aya menyesali kebodohannya saat itu, namun saat ia teringat Mikael mengatakan sesuatu tentang Arka yang berhasil mengembangkan sebuah karya pertamanya tanpa sepengetahuannya itu merupakan hasil pengembangan dari chip yang aya simpan rapat didalam kotak rahasianya.
“Aplikasi balas dendam?”
Aya mengeryitkan dahinya karena ia tidak tahu apapun soal aplikasi yang berhasil arka kembangkan berdasarkan chip yang dibuat oleh Kai dan Angga yang merupakan kedua kakaknya yang saat ini tengah ia cari.
“Benar kemungkinan besar kasus kali ini adalah orang yang mengincar aplikasi yang dibuat oleh Arka. Orang itu pasti ingin menggunakannya untuk dirinya sendiri. Jika dikatakan dengan sederhana aplikasi itu sebenarnya
adalah sebuah virus yang bisa membuka segala privasi orang-orang bahkan keamanan negara dan militerpun bisa dengan mudah aplikasi itu untuk membukanya. Jika informasi negara sampai bocor ke tangan yang salah kemungkinan akan terjadi peperangan antar negara”
__ADS_1
“Tapi jika aplikasi itu dibuat oleh Arka sendiri bagaimana orang itu bisa mengetahui tentang keberadaan aplikasi itu.”
“Zen”
Mikael mengatakannya dengan yakin orang yang dekat dengan anak-anak dan memusuhinya hanya mereka, kalaupun ada orang lain kemungkinan besarnya adalah Tora, orang yang sebenarnya Mikael senderi masih belum percaya sepenuhnya pada Tora. Karena masalah tentang masa lalunya.
“Zen?”
“Belum lama ini telah beredar berita tentang informasi aplikasi itu bocor dipasar gelap. Beberapa sayembara dilakukan oleh para keluarga mafia yang paling berpengaruh untuk mendapatkan chip itu ataupun aplikasi itu
seseorang yang mendapatkannya akan dihadiahi dengan uang dengan sejumlah ratusan miliyar.”
“Apakah kau lupa orang yang membunuh kakakmu itu adalah mantan suami busuk mu itu."
Aya merenungkan pikirannya sejenak bisa-bisanya ia menikah dengan orang yang seperti itu dalam, pikiranya ia sangat menyesal sekali pernah menjadi seorang istrinya. Kebusukannya dulu tidak terlihat mungkin karena Aya sadar bahwa dulu ia sangat mencintai Zen.
“Kenapa kau diam? Apa kau masih mencintai mantan suami mu itu?” Mikael melihat Aya yang tiba-tiba saja terdiam.
“Itu tidak mungkin.” Aya terbuncahkan dalam lamunannya ketika Mikael berkata demikian. “Zen si bangsat itu aku akan membalasnya beraninya dia menculik Arya dan Arka. Setelah dia mengancamku untuk membunuh mereka sekarang dia malah menculik anak- anakku dasar bangsat kau tidak seharusnya ada di dunia
__ADS_1
ini.”
Aya benar-benar emosi dengan kelakuan Zen yang membuatnya sangat muak. Aya benar-benar menyesal dirinya pernah menjadi seorang istri dari pria sepertinya.
“Baguslah kalau kau Sudah tidak menyukainya lagi itu artinya, aku masih bisa mengejarmu seterusnya.”
“Kau! Apakah kau memanfaatkan situai seperti ini untuk keuntungan pribadimu?”
“Tentu saja, aku ini seorang mafia besar mana boleh aku merugi, yang diinginkan oleh mafia hanyalah keuntungan yang sangat besar. Sepertinya kau harus membaca ulang novel kesukaan mu itu.”
Tiba-tiba aya merasa malu ketika Mikael menyinggung soal novel yang dibacanya. Karena untuk menutupi kegugupan dan rasa cemasnya aya hanya bisa meniru prilaku dan kata-kata seorang antagonis yang berada dinovel kesukaanya itu, Namun ternyata disadari oleh Mikael dan menjadikan sebuah bahan ejekan Mikael untuk Aya.
Mikael tertawa melihat aya yang begitu terpojokan olehnya. Ia merasa gemas kepada Aya. Melihat Aya yang dengan pipi yang bersemu merah seperti itu.
Tak lama ponsel Mikael berbunyi nyaring yang membuatnya harus menepikan mobilnya terlebih dahulu, karena Mungkin saja ia mendapat sebuah telpon yang bersifat sangat pribadi yang tidak mungkin jika Aya harus mendengarnya. Ia pun pergi keluar dari mobil dan mengangkat telponya di tempat yang sepi. Giovanni, tulisan besar yang menggantung dilayar poselnya dengan jelas. Tanpa ragu lagi Mikael langsung mengankat telpon itu.
“Gio tolong kau suruh anak buahmu dan beberapa rekanmu untuk mencek cctv di seluruh kota. Tetapi yang paling utama kau harus memeriksa CCTV di sekitar sekolah anak-anak. Menurut dugaaan ku tujuh puluh delapan persen kemungkinan CCTV yang ada di daerah itu mungkin sudah dihapus jejaknya. Tapi kau harus teliti dan lihat lagi jika ada kamera sebuah mobil atau kendaraan yang merekam bagaimana anak-anak diculik.”
Mikael mendapatkan telpon dari Gio namun ia tidak diberikan sedikitpun kesempatan Gio untuk berbicara oleh Mikael, yang ternyata Gio menelpon Mikael karena Rio dan para keluarga Gumelar yang lain juga ikut bertindak termasuk Rudolf yang sebelumnya tidak pernah sedikitpun menyentuh kegiatan mafia dalam hidupnya.
__ADS_1
“Baik akan aku kerjakan. Kau tidak boleh menutup telponnya dulu. Ada situasi yang lebih penting lagi . Keluarga gumelar semuanya ikut bertindak untuk mencari anak-anak. Bahkan Rudolf yang tidak pernah mau mencampuri urusan mafia keluarga kitapun ia ikut bertindak. Sepertinya mereka semua sudah mendengar sayembara yang ada di pasar gelap itu. Untuk saat ini kau harus menjaga privasi keamanan semua akunmu dan akun arka yang sudah terinstal aplikasi itu dan satu hal lagi, yang paling terpenting kau jangan sampai kehilangan Aya. Karena kelemahan anak-anak adalah ibunya aku yakin mereka tidak akan memberikan aplikasi itu walau diancam oleh kematian sekalipun.” Tiba-tiba Mikael teringat dengan adegan ketika ia menodongkan pistol pada Arka dan Arya untuk menembaknya, namun mereka tidak sedikitpun gentar dengan ancaman Mikael. Gio melanjutkan kata-katanya “Kecuali ketika mereka diancam dengan menggunakan Aya itu berbeda lagi permasalahannya.” Perkataan Gio sangat masuk akal. Mikael tidak bisa menyangkalnya. Sekarang yang terpenting dan yang harus ia utamakan adalah keamanan Aya dan menyelamatkan akunnya terlebih dahulu. Masalah mencari anak-anak. Mungkin Mikael bisa memberikan sepenuhnya pada Gio dan Rio.