Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
(season 2) Pria Hebat Dalam Kasino


__ADS_3

***


Di kasino, begitu banyak pria kaya dan wanita-wanita cantik dengan pakaian terbuka menggoda banyak pria kaya yang memberikan beberapa tip untuk mereka. Bau alkohol sangat menyengat dimana-mana. Lampu remang-remang dan jedag-jedug musik membuat suasananya sangat meriah.


“Apa-apaan ini Mikael, kau membawa istrimu ketempat seperti ini?” ujar Rio yang kesal pada mikael yang tidak tahu ada angin dari mana ia membawa Aya ke kasino.


“Aku hanya ingin memperlihatkan kepemilikan ku pada semua bajingan itu.” ujarnya


Benar-benar tidak masuk akal, Rio kesal setengah mati melihat kelakuan mikael yang di luar nalarnya. Awalnya Rio mengajak Mikael untuk bersenang-senang dengan para wanita yang ada di kasino sambil menghamburkan sedikit uang yang dimilikinya.


“Rio benar, jika kau mau pergi tempat seperti ini sebaiknya kau tidak usah membawaku bersamamu.” Aya yang tampaknya setuju dengan pendapat Rio bersatu untuk menyalahkan Mikael yang isi pikirannya itu sangat sulit ditebak oleh orang lain.


“Aku punya hadiah untukmu Aya, ini adalah hadiah yang paling besar sebelum kita menikah nanti.”


Mikael dengan tenang mengatakan hadiah pernikahannya di tempat seperti itu. Tentu saja hal itu membuat aya sedikit tersinggung. Apa yang bisa mikael berikan di tempat kotor seperti ini untuknya.


Seseorang di pintu tiba-tiba menghadang mereka bertiga, tanpa basa basi lagi Mikael langsung mengeluarkan kartu keanggotaan VIP di kasino itu dan Penjaga pintu itupun mempersilahkan Aya dan Mikael untuk masuk ke ruangan VIP kasino itu, tetapi tidak untuk Rio. Kartu keanggotaan milik Rio berbeda dengan Mikael, sehingga harus diperiksa ulang, karena kartu keanggotaan VIP hanya satu kartu untuk satu orang saja kecuali pasangan pemilik kartu.


Setelah beberapa menit menunggu Rio, akhirnya Rio bisa bergabung kembali dengan mereka. Sebagai orang yang mengajak terlebih dahulu pada Mikael, Rio harus memimpin kemana mereka akan pergi. Rio terus berjalan di depan Aya dan Mikael sedangkan Mikael dan Aya dari semenjak pertama datang kedalam kasino, Mikael tidak sedikit pun melepaskan tangannya untuk memeluk Aya dengan erat.


Ruangan VIP tampak lebih tenang, tidak ada musik jedag-jedug yang memusingkan otak. Hanya ada lagu klasik barat yang membuat hati tenang atau hanyut dalam alunan musik biola dan piano yang begitu indah dan enak di dengar di telinga membuat siapapun yang mendengarnya sangat merasa nyaman dan lebih berkelas.


Rio terus berjalan hingga mereka pun sampai di sebuah bar VIP dimana bar itu hanya boleh pesan oleh satu malam oleh satu anggota kepemilikan. Pada malam ini yang memesan bar itu adalah Rio, itung-itung ia sedang mengajak Mikael untuk  berdamai.

__ADS_1


“Wine’86 !” Rio langsung berteriak memesan satu botol Wine tahun 86 favoritnya, tanpa menanyakan apa yang ingin dipesan oleh Mikael dan Aya.


“Satu gelas cocktail ice blue!” Ujar Aya.


Aya yang tiba-tiba mengeluarkan suaranya itu membuat, Rio melihatnya dengan penuh kejutan. Orang awam seperti Aya tidak mungkin begitu berani memesan minuman beralkohol seperti itu.


Mikael tersenyum nakal pada Aya, namun aya tidak menggapinya dan memilih mengabaikannya. Karena sebenarnya Aya sendiri tidak pernah memesan minuman beralkohol seperti itu dan tidak tahu apa yang ia pesan sebenarnya. Ia hanya pernah membacanya di novel favoritnya.


“Mikael apakah kau mau dikalahkan olehnya begitu saja?” Rio mencoba menggoda Mikael untuk menantangnya minum-minum bersamanya.


“Aku akan menyetir, jadi malam ini aku tidak akan minum bersama kalian.” Mikael menolak godaan Rio, padahal Rio adalah seorang polisi tetapi sisi lain dirinya saat bersama Mikael memiliki sisi lain yang sangat jauh berbeda saat ia sedang bekerja.


“Oppa!” Panggil Rio pada seseorang Pria paruh baya yang berhasil ia undang pada malam ini untuk minum minum bersamanya dan merupakan salah satu orang yang ia janjikan pada Mikael.


Pria paruh baya itu menyambut Rio dengan berjabat tangan sambil memeluknya dengan akrab. Sedangkan di sisi lain Aya hanya duduk sambil memperhatikan Rio dan Pria paruh baya itu.


“Sudah lama ya! Dustin Dirgantara!” Sahut mikael dengan nada bicara datar dan dinginnya itu.


“Tuan Mikael!!!!” Orang itu menunjukan ekspresi terkejutnya saat melihat Mikael yang sedang terduduk dengan santai di bar itu.


Dirgantara??? dalam otak Aya bertanya-tanya siapa orang tersebut mengapa bisa bermarga Dirgantara sama sepertinya.


“Dustin kau jangan sok kenal denganku. Aku kesini hanya ingin memperkenalkan istriku sebelum kami menikah.” kata-kata Mikael yang begitu dingin seperti biasanya itu sekarang tampak sedikit asing bagi Aya.

__ADS_1


“Ehey!!! Kau akan menikah Mikael?? Kupikir orang yang bermulut beracun sepertimu tidak ada orang yang mau menikahimu.” Dustin mengejek Mikael yang sebenarnya yang dikatakan oleh Dustin ada benarnya, bahwa selama ini yang dipikirkan Mikael adalah balas dendam pada orang-orang yang merenggut nyawa orang yang berada didekatnya sambil terus menerus menciptakan penemuan-penemuan barang-barang canggih serta mengembangkan semua perusahaan Keluarga Gumelar.


“Hei, kau jangan salah Mikael sudah memiliki dua orang anak bersamanya.” Rio terus menggoda Mikael, namun Mikael tidak terpancing oleh kata-katanya.


“Ternyata banyak sekali yang aku lewatkan selama aku tinggal di Korea.” Ujar Dustin tertawa kecil mengikuti Rio.


Sebotol wine 86 telah datang, Rio bantu menuangkan Wine itu pada gelas Mikael dan gelas Dustin.


“Bartender disini digantikan oleh robot juga?” Tanya Dustin yang terkejut baru menyadari bahwa pegawai bar di ruang VIP itu adalah seorang robot.


“Kau tidak tahu, sudah berapa korban seorang bartender disini yang ditembak mati oleh para orang kaya itu hingga tidak ada yang bersedia lagi bekerja di bar VIP ini?” Ujar Rio.


“Tidak, aku tidak tahu. Setelah enam tahun berlalu aku tinggal di korea dan tidak pernah kembali kesini.”


“Nah, ini adalah salah satu robot eksklusif yang Mikael buat.” Rio menbangakan Mikael yang sudah menciptakan Robot bartender itu yang sudah beroperasi selama sekitar empat sampai lima tahun silam.


“Ternyata kualitas, barang-barang Angel Tech tidak bisa diragukan lagi. Kalau begitu dimana calon istri Mikael yang begitu beruntung bisa menikahi seorang bos hebat ini?” ujar Dustin yang penasaran akan siapa yang akan menjadi pendamping Mikael yang bahkan sudah melahirkan dua penerus Kepala keluarga Gumelar.


“Rio apa kau buta? Wanita yang disamping Mikael itu adalah istrinya!” Rio mengatakan dengan santai sambil menunjuk Aya dengan gerakkan matanya sambil meneguk segelas wine favoritnya itu.


“!!!!” 


Dustin terkejut bukan main setelah melihat siapa yang menjadi pasangan hidup Mikael. “Aya!!!” Teriaknya sambil menelan ludahnya.

__ADS_1


Aya tentu saja kebingungan, mengapa pria itu tiba-tiba saja begitu terkejut setengah mati melihatnya, sedangkan Aya sendiri tidak melakukan apapun terhadapnya.


__ADS_2