
Emosi aya benar-benar terpancing. Aya langsung menyusul langkah Mikael dengan cepat. Aya hendak menarik lengan baju Mikael akan tetapi Mikael lebih dulu menangkap Aya.
Mikael mencengkram tangan kanan Aya sangat kencang. Sampai Aya berteriak kesakitan. "Bukankah Ken menyuruhmu untuk merawat ku, yang sedang sakit ini? Kalau begitu sebagai calon istri yang baik. Kau harus menemaniku tidur bagaimana?" Mikael mencoba menggoda Aya.
Aya meronta-ronta agar tangannya dilepaskan. Namun Mikael menolak dan masih mempermainkan Aya. "Bukankah aku sudah bilang kalau kita ini hanya sekedar pernikahan kerjasama, tidak yang lain!" Aya menegaskan pada Mikael untuk tidak berbuat yang melewati batas perjanjiannya.
Mikael pun melepaskan cengkeramannya, karena sepertinya Aya sudah tidak bisa di permainan lagi. "Haish.. kau ini sangat membosankan. Kupikir kau akan mengikuti sifat tokoh antagonis di novel mafia itu, sepertinya aku salah. Seharusnya dia balik menggoda tokoh pria. Kupikir kau suka tokoh itu makanya kau suka mengikuti cara bicaranya bukan?"
Mikael berbalik sambil meregangkan dasinya. "Kau tidur di kamar lain saja aku malas berjalan." Mikael pergi meningalkan Aya.
Sedangkan Aya masih tertegun mendengar Mikael mengetahui bahwa dirinya, selalu saja mengikuti salah satu tokoh di novel. Wajahnya memerah padam karena malu ketahuan dirinya selalu mengikuti tokoh antagonis di salah satu buku novel yang sangat disukainya.
Aya mengacak-acak rambutnya. Ia merasa dirinya sudah gila. Mengapa ia harus mengikuti sifat tokoh dalam novel itu. Tentu saja akan ketahuan karena novel itu sudah sangat populer. Namun Aya tidak menyangka orang yang mengetahui pertama kalinya adalah Mikael.
Apa dia juga suka membaca novel seperti itu. Pikir Aya dalam kepalanya itu. Wah seorang pria yang tampan, mapan, dan jenius sepertinya, ternyata menyukai novel yang seperti itu juga. Aya tertawa dalam hatinya. tidak menyangka Mikael memiliki sisi yang seperti itu juga.
Jam sudah menunjukan pukul jam 10 malam tetapi Aya belum mendapatkan telpon dari Arka maupun Arya. Sehingga Aya pun memutuskan untuk menelpon Arka terlebih dahulu.
Telponnya langsung tersambung, "Arka? Apa semuanya baik-baik saja nak?" Aya bertanya dengan nada lembut dan juga sedikit khawatir.
"Semuanya baik, bu. Hahahaha. kalau Ibu lihat Arka, kau tidak akan berhenti berkedip hahahah." Kebiasaan sifat yang suka membanggakan dirinya itu. Tidak pernah hilang. Membuat Aya keheranan darimana sifat suka membanggakan diri seperti itu.
__ADS_1
"Kenapa perasaan ibu kau sedang melakukan hal yang seenaknya?" Konon katanya firasat seorang ibu terhadap anaknya sangatlah kuat.
"Ibu tidak usah khawatir, sebaiknya ibu tidur saja akupun sedang di rumah paman Ken. Dadah ibu..muah.." Arka menutup telponnya dengan cepat. Sebelum Aya mengatakan sesuatu hal yang lainnya.
Aya pun mengikuti apa yang Arka sarankan untuk pergi tidur terlebih dahulu. Ia pun berjalan perlahan menuju kamar yang sebelumnya sudah Arka tata untuk dijadikan sebagai kamarnya.
Sedangkan Mikael yang sedang berada di kamar yang satunya lagi, sedang menelpon Ken.
"Apa semuanya baik-baik saja selama aku tidak ada? kau harus menjelaskannya dengan detail!" Mikael mengatakan hal yang dingin dan tegas, juga sedikit marah karena Ken berbuat seenaknya.
"Semuanya sangat lancar aku tidak menyangka dua anak kembar yang tidak tahu asal usulnya ini bisa bekerja dengan baik." Ucap Ken pada Mikael dengan tenang seperti tidak ada yang salah.
"Kau! berani-beraninya menyebut anakku tidak tahu asal-usulnya." Mikael terpancing kemarahannya ketika menyebutkan bahwa Arya dan Arka adalah anak yang tidak tahu asal usulnya. Karena Ken sendiri tidak mengetahui siapa ayah Arka dan Arya yang sebenarnya.
"Jadi sekarang kau bisa jelaskan semuanya secara detail? Kalau kau bicara lagi mereka tidak tahu asal usulnya kau akan menyesal." Mikael kembali menjadi dirinya yang tegas.
"Baiklah, terserah padamu. Bayu Anggara sudah melakukan kontrak eksklusif di perusahaan kita dan siap mendanai program baru kita. Untuk hari ini Arka berhasil menaklukan para petinggi yang sombong itu. Mereka benar-benar luar biasa." Ken membangga-banggakan mereka seolah-olah Meraka adalah anaknya sendiri.
"hahaha, ternyata aku memiliki anak yang luar biasa." Mikael tertawa bangga. Namun sekali lagi membuat Ken menjadi bingung apa yang di maksud oleh Mikael. "Sebagai gantinya aku akan memberi tahu tentang Arya dan Arka kalau kau menjadi fans fanatik mereka."
"Apa maksudmu Mikael? Siapa sebenarnya mereka?" Ken masih bingung Mikael tidak menceritakannya secara lengkap dan jelas pada Ken.
__ADS_1
"Nanti akan ku beri tahu, ketika aku kembali pada perkerjaan ku." Mikael menutup teleponnya. lalu menyimpan telponnya di atas meja sebelah ranjangnya.
Mikael mulai bergumam sendiri. Sambil merebahkan badannya di ranjang. "Tidak ku sangka anak yang berasal dari kesalahan malam itu, menjadi seorang anak yang berguna.
Ditambah lagi wanita itu sangat tidak teduga wanita itu memiliki latar belakang yang sangat menarik.
Mulai dari adik Kai, Ilmuwan yang berbakat, Keluarga Dirgantara, Mantan istri Zen Ardinata, sekarang ia juga punya hubungan dekat dengan Bayu Anggara. Wanita yang luar biasa. Aku tidak boleh menyia-nyiakan untuk memanfaatkannya.
Keinginannya juga hanya sederhana, untuk mengetahui kematian kakaknya. yang sebenarnya itu termasuk keegoisanku sendiri."
Drt..drtt...
Suara ponsel Mikael kembali bergetar. Mikael pun meraih ponsel yang berada di sebelahnya itu. Ternyata telpon dari Kaen padahal baru beberapa menit yang lalu mereka baru saja bertelepon an.
Mikael pun mengangkat telpon dari Ken. "Ada apa?" tanya datar dari Mikael.
"Kenapa kau mematikan telponnya begitu saja? Baru saja aku mau bicara kalau barusan aku baru saja bertemu dengan Kai di jalanan." Ken mengatakan nama kai secara tiba-tiba, membuat Mikaek terbelalak kaget mendengarnya.
"Apa kau yakin?" Mikael masih ragu dan tidak percaya dengan perkataan Ken. Sehingga Mikael harus menekan Ken untuk mengatakan yang sebenarnya terjadi.
"Aku yakin 100% kau ingat saat sehari setelah pemakaman, mayatnya tiba-tiba menghilang. Itu artinya dia tidak mati." Ken mencoba mengatakan pendapatnya tentang apa yang ia lihat. Tapi Mikael tidak percaya, karena sudah jelas kecelakaan yang terjadi pada enam tahun yang lalu adalah Kai. bahkan ia melihat dengan mata kepalanya sendiri saat kecelakaan itu terjadi saat ia melihat lewat kaca spionnya.
__ADS_1
Hal yang sangat tidak mungkin adalah orang yang sudah dimakamkan bisa hidup kembali.