Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
(Season 2) Dirgantara


__ADS_3

Aya dan Mikael dalam perjalanan menjemput Arka dan Arya. namun seketika itu seorang guru wali kelas Arka dan Arya menelpon Aya memberitahukan sebuah kabar buruk. Jika seorang siswi di sekolahnya melihat Arka dan Arya pulang bersama orang Mencurigakan menggunakan mobil hitam kira-kira ciri-ciri yang dijabarkan oleh siswi orang tersebut adalah seorang pria besar berpakaian mencurigakan.


Aya sontak merasa panik, Aya menyuruh Mikael untuk berkendara dengan cepat.


***


Arya : "Siapa Kau?"


Pria yang menggunakan jas merah itu mendekati Arya secara perlahan. Arya meyakinkan dirinya untuk lebih kuat dan berani, karena menurutnya Paman itu sepertinya berusaha menolongnya. Sehingga ia harus memberanikan diri untuk mengucapkan terimakasih.


"Kau sangat manis, mau mampir ke rumah ku?" Suara berat seorang pria dewasa yang begitu tegas dan manis terdengar hangat di telinga Arya.


Dari gelap jalan sempit itu, sebuah julukan tangan dari pria yang menolongnya itu mendekati wajahnya. "Ayo, kau harus membayar pertolongan ku tadi ya anak kecil."


Arya tampak ragu namu yang dikatakan oleh pria itu benar, pria itu sudah menolongnya maka dari itu dia harus membayarnya. "Paman kata ibuku tidak boleh ikut sembarangan orang." Arya mengatakan hal yang selalu Aya ingatkan pada Arya dan Arka ketika mereka pertama kali datang ke ibukota.


"Paman janji akan memulangkan mu pada ibu mu. Oh ya siapa namamu?" Pria itu menanyakan sesuatu hal pada umumnya. namun Arya tetap harus berhati-hati. Karena tidak semua penyelamat itu tulus.


"Apa aku bisa memegang janji Paman?" Arya harus memastikan Paman yang menolongnya ini benar-benar baik dan tidak ada maksud lain padanya.

__ADS_1


"Kau sepertinya masih ragu padaku, tapi itu wajar. Karena aku adalah orang asing." Pria itu berkata dengan hangat. membuat Arya sedikit tergoyahkan.


"Kalau begitu siapa nama Paman?" Arya harus mengetahui nama orang tersebut untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu.


"Nama Paman Aji" Pria itu tersenyum dalam kegelapan sambil mencondongkan wajahnya kedepan wajah Arya.


"Paman curang namanya harus lengkap dong!" Arya mengeluh karena Arya tau dinegeri ini nama Aji itu tidaklah sedikit. Bisa saja orang itu menipunya.


"Baiklah ternyata kau anak yang sangat pintar, nanti kau harus menjelaskan pada Paman kenapa kau bisa dikejar-kejar oleh orang berbahaya seperti tadi." Pria itu mengelus kepala Arya dengan hangat. lalu mengulurkan tangannya.


"Jadi nama Paman siapa?" Arya masih penasaran dengan orang baik dan se ramah orang yang dihadapannya. Jika ia bisa mengenalnya lebih jauh lagi Arya berpikir bahwa tidak buruk juga jika memiliki sosok Ayah sepertinya. Karena Arya berpikir bahwa pria tersebut mendekati sosok Ayah yang sangat diidamkan olehnya.


"Kau ini, masa mau kenalan saja tidak tahu kalau kita itu harus berjabat tangan." Pria itu menegaskan kembali tangannya yang terulur itu untuk mereka saling berkenalan. Awalnya Arya agak ragu untuk bersalaman dengan pria itu, namun akhirnya ia menerima tangannya.


"Paman! Kenapa nama keluarga Paman sama dengan nama keluargaku?" Arya menanyakan hal yang sebenarnya dia sudah tahu, walaupun dia tidak tahu siapa sebenarnya pria yang bersamanya.


"Kau serius? Kalau begitu kita bicarakan ini didalam nak!" Pria itu mengambil tangan Arya dan menuntunnya untuk masuk ke dalam rumahnya yang sangat besar namun sangat aneh sekali.


Setelah masuk kedalam rumah pria itu, Arya begitu takjub dengan kemajuan teknologi yang luar biasa didalam rumah itu. Lantai yang seolah-olah berjalan diatas Air. Akuarium besar yang sangat indah dengan beragam ikan yang cantik, seperti di gelanggang samudra.

__ADS_1


Lift, dan teknologi-teknologi lengkap yang super canggih menghiasi rumah itu. dari belakang rumah tersebut seperti rumah besar biasa yang mengarah kebalik namun sebenarnya. Rumah itu benar-benar luas dengan kebun dan taman yang sangat luas pula.


Arya duduk di sofa yang super lembut, yang membuatnya tidak tahan ini menggunakan sofa tersebut menjadi kesenangannya dengan melompat-lompat diatasnya.


"Paman rumahmu luar biasa!" Arya masih terkagum-kagum dengan semua yang ada didalam rumah itu. Mulutnya tidak berhenti membuka, matanya berbinar-binar, pipinya menjadi semu merah. "Apakah ini surga? Ini sangat indah"


"Jadi siapa namamu nak?" Pria itu menyadarkan Arya yang masih tidak bisa berhenti kagum dengan rumah yang begitu luar biasa baginya.


"Paman benar, namaku adalah Arya Dirgantara." Dengan percaya diri Arya memperkenalkan dirinya tanpa ragu sedikitpun. "Aku mau bertanya apa kita ini mungkin memiliki hubungan darah? Ibuku pernah berkata kalau pamanku yang satu sudah meninggal sedangkan pamanku yang satunya lagi menghilang entah kemana, aku pernah tidak sengaja mendengar kalau sekarang ibu tengah mencari kakak ibu yang hilang. Anu Maksudnya pamanku yang satu lagi."


Arya dengan mata menyelidiki, memerhatikan gerak gerik dari pria itu yang ternyata dia seperti yang tidak tahu apapun sama sekali tentang hal tersebut. "Kasihan sekali ibumu, sepertinya kau dari keluarga utama, karena keluarga bagian tidak pernah tahu apapun tentang hal itu."


entah pria itu jago berakting atau memang kenyataannya seperti itu, namun mendengar kata keluarga utama dan bagian Arya menjadi mengerti, bahwa mau bagaimana pun Arya menolak menjadi mafia namun semenjak dulu ia telah terlahir dari keluarga Mafia.


Kini Arya curiga bahwa ibunya tidak tahu apapun soal Mafia keluarga Dirgantara, disinilah arya mengambil kesempatan untuk mengorek misteri asal keluarganya yang sangat misterius.


"Paman sebenarnya aku sebelumnya tinggal di pulau pribadi milik ayah jadi aku tidak tahu apapun. bolehkah Paman bercerita tentang keluarga kita?" Arya mencoba memancing pria itu untuk menceritakan asal mula keluarganya, namun orang itu menolak karena Arya masihlah terlalu kecil untuk memahaminya.


"Paman aku ingin tahu siapa yang sebenarnya ingin menyakiti ibu, aku dan Arka." Arya memasang wajah memelas, namun pria itu bersikukuh tidak mau menjelaskan hal yang sebenarnya pada Arya.

__ADS_1


"Baiklah akan kuberi tahu satu hal padamu, orang yang hendak menculik mu itu berasal dari mafia keluarga utama Dirgantara." Pria itu menghela nafasnya, sepertinya ia sedikit menyimpan dendam pada keluarga utama Dirgantara.


"Keluarga utama? Aku tidak tahu siapa-siapa tentang keluarga utama Paman coba jelaskan!?" Arya masih tidak mengerti Apa yang dikatakan oleh pria itu.


__ADS_2