Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
(season 2) Keluarga Rudyantara


__ADS_3

"Sepertinya aku pernah mendengar hal tentang keluarga Dominguez akhir-akhir ini." Professor Franklin memegang dagunya mencoba mengingat apa yang pernah ia dengar.


"Ada apa?"


"Kalau tidak salah, saat malam hari di kasino keluarga Gilbert. Seseorang bertanya tentang Edward Dirgantara." Ujar Professor Franklin mencoba mengingat dengan benar apa yang pernah ia dengar itu.


"Edward dirgantara??" Ujar Aya menarik ujung baju Mikael sambil membelalakkan matanya.


"Benar, orang itu menyiksa salah satu keluarga kaya di kota S. Jika ingatanku masih baik sepertinya mereka juga diberi waktu oleh seseorang untuk mencari orang itu dalam kurun waktu lima hari."


"Lima hari?"


"Iya lima hari, saat itu terjadi tiga hari yang lalu. Itu artinya mereka masih punya waktu dua hari sebelum waktu mereka habis."


"Aya, sepertinya kita harus menunda pekerjaan mu terlebih dahulu. Jika kita tidak menemui Edward terlebih dahulu kita akan kehilangan jejak Angga dirgantara." Mikael pun mulai serius begitu mendengar musuhnya itu mengincar orang yang sama dengannya.


"tapi apa tidak apa Professor?" Ujar Aya yang masih agak kebingungan bagaimana situasi sebenarnya.


"Jangan pedulikan itu, apa kau mau kehilangan informasi Angga dirgantara?" Tatapan tajam Mikael seolah-olah menekan Aya sehingga tidak bisa menolaknya.


"Kau benar, kakakku lebih penting." Aya pun teringat tujuannya untuk memanfaatkan Mikael bukan untuk dimanfaatkan sehingga ia pun menerima ajakan Mikael untuk segera mencari Edward dirgantara.


"Professor kau lanjutkan dulu, aku pinjam Aya sebentar." Mikael bergegas dengan cepat sambil menarik tangan Aya.


Sedangkan Aya segera membungkuk pada Profesor untuk meminta maaf padanya. "Professor Franklin maaf aku pergi dulu." Aya pun berlari kecil mengikuti langkah Mikael yang menariknya.

__ADS_1


"Kalian berhati-hatilah, firasat ku mengatakan bahwa orang itu sangat tidak ramah." Teriak Professor meneriaki Aya dan Mikael agar lebih berhati-hati dalam menghadapi permasalahan yang menyangkut dengan keluarga mafia yang begitu rumit.


Mikael dan Aya berjalan keluar laboratorium, Mikael menekan tombol pintu laboratorium lalu keluar bersama aya.


"Akhir-akhir ini sudah tidak terhitung jumlahnya para keluarga dirgantara yang tersisa mati dengan mengenaskan." Mikael tiba-tiba berkata demikian pada Aya, yang kemudian membuat Aya tertegun dengan pernyataan itu.


"Bagaimana dengan Dustin?" Aya pun bertanya tentang keberadaan Dustin satu-satunya Keluarga Dirgantara yang ia ketahui.


"Sangat disayangkan dia juga sudah mati beberapa dari setelah bertemu dengan kita. Beritanya tidak tersebar karena mereka menutupinya dengan sangat rapih. Beruntung informasi itu bisa langsung didapatkan oleh Giovanni." Ujar Mikael berbicara panjang lebar sambil berjalan tergesa-gesa.


"Lalu ada berapa keluarga dirgantara yang tersisa?' Aya khawatir keluarganya benar-benar hilang hingga tidak bersisa. Bahkan mungkin saja suatu hari nanti orang itu juga akan membunuhnya.


"Ini adalah informasi yang sangat Sulit ditemukan, bahkan aku sendiri tidak tahu siapa saja orang yang termasuk keluarga dirgantara." Masuk akal menurut Aya jika Mikael yang merupakan orang luar mengetahui siapa saja anggota keluarga Dirgantara.


"Sebaiknya simpan pertanyaan mu nanti. kita harus bergegas ke kediaman keluarga Rudyantara dan siap-siap saja kita akan terkena beberapa masalah." Mikael menghentikan kalimat Aya.


Merekapun menaiki lift pribadi milik Mikael. Tidak butuh waktu yang lama mereka pun sampai di bestmen untuk mengambil mobil Mikael yang terparkir disana. Dibutuhkan waktu lama berjalan dari pintu keluar lift Mikael membunyikan klakson mobilnya.


Saat itu juga mobilnya berbunyi dengan nyaring sambil mengeluarkan cahaya lampu di mobilnya. Mikael dan Aya segera bergegas menaiki mobilnya itu. Tidak ada waktu lagi walaupun seaman-amannya kediaman Rudyantara jika berhadapan dengan seorang psikopat seperti keluarga Dominguez pasti Edward akan segera ditemukan.


Begitu keduanya masuk dan terduduk di jok mobil Mikael, Mikael membantu Aya untuk memakaikan sabuk pengamannya. Aya sedikit tersentuh dengan sosok Mikael hari ini, namun tidak ada waktu untuk itu iapun segera menghilangkan rasa yang melintasnya itu.


Mikael pun menyetir dan mengeluarkan mobilnya dari parkiran. Decitan mobil terdengar nyaring. Ini bukan sekali dua kalinya Mikael berkendara layaknya seorang pembalap mobil di kelas dunia.


Aya sedikit ketakutan, hatinya sedikit tidak tenang. Ia takut tiba-tiba mereka terjadi kecelakaan saat Mikael mengendarai mobilnya seperti itu. namun apa daya mungkin Mikael sudah lebih mahir mengendarai mobilnya daripada dugaannya.

__ADS_1


Waktu berlalu hampir setengah jam. Merekapun sampai di kediaman keluarga Rudyantara. Sebuah rumah besar dengan pagar yang menjulang tinggi ada dihadapan Aya dan Mikael sekarang.


Seorang penjaga rumah itupun membukakan pintu nya begitu melihat dari cctv mobil Mikael sudah berada di depan pagar itu. Penjaga itu membukakan pintu gerbang dengan menekan tombol yang berfungsi untuk membuka dan menutup pintu gerbang itu.


Begitu pintu itu terbuka Mikael pun memasukan mobilnya kedalam rumah yang besar nan megah itu. Dan pintu gerbang itu kembali tertutup begitu Mikael memasukan mobilnya.


Disana Mikael melihat mobil yang terparkir di depan rumah itu bahkan hanya mobil milik Guntur saja tetapi mobil milik Malik juga terparkir dengan rapi.


"Sudah kuduga akan ada beberapa masalah." Mikael begitu serius. Aya tidak bisa mengerti apa yang dimaksudkan oleh Mikael namun dari simpulan yang terlihat suatu perkara yang tidak baik sedang akan segera menghadapi mereka.


Merekapun keluar dari mobil. Mikael membukakan pintu untuk Aya. Aya pun keluar dari mobil Mikael. "Gandeng lah tanganku." Bisik Mikael tepat saat ia menempelkan bibirnya di telinga Aya.


Aya pun mengangguk dengan serius mengerti apa yang harus ia lakukan. Aya pun menggandeng tangan Mikael. mereka terlihat begitu lengket seperti diketatkan oleh lem permanen yang tidak bisa lepas.


Ketika itu juga seorang wanita tua keluar dari rumah yang megah itu. Dengan pakaian kebaya yang sepertinya belum sempat ia kebas setelah menghadiri acara pernikahan Mikael.


"Mikael, kau masih berani kemari setelah kau tidak mendengarkan nasihat bibi?" Ujar wanita tua itu dengan tegas.


"Bibi, tapi aku dan Aya ingin segera menikah." Mikael berkata sambil mencium pipi Aya di depan wanita tua itu.


"Ck, dasar anak muda zaman sekarang. Mau kau atau Malik keduanya benar-benar membuatku kecewa." Wanita itu mengatakan seolah-olah dirinya tidak pernah dianggap ada oleh kedua orang yang ia sebutkan.


"Bukan aku tidak menganggap bibi, sebagai bentuk permintaan maaf ku, maka dari itu aku datang pada hari setelah pernikahanku pada bibi."


Aya tidak menyangka wanita tua yang di panggil dengan sebutan bibi oleh Mikael itu. Bisa membuat Mikael menghilangkan perkataan arogannya itu. Benar-benar tidak bisa dipercaya menurut isi pikiran Aya begitu melihat sisi lain Mikael.

__ADS_1


__ADS_2