Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
Identitas


__ADS_3

Sebelum Aya terbangun dari pingsannya Mikael pun mencari tahu identitas yang sebenarnya tentang Aya. Namun riwayatnya sudah benar-benar dihapus dan tidak lagi bersisa. Mikael semakin curiga, bahwa Zen menyembunyikan Aya dengan sengaja. Apalagi ketika ia mendengar bahwa Arka dan Arya pernah tinggal disebuah pulau pribadi milik Zen bersama Aya.


Saat Mikael tidak sengaja melihat laman kampusnya. Ia melihat catatan mahasiswa terbaik mulai dari sepuluh tahun silam, ia melihat Mahasiswa terbaik pada enam tahun silam itu mirip sekali dengan Aya. Ia pun membuka laman itu.


Tertulis Biodata tentang Aya yang mengatakan bahwa ia merupakan Mahasiswi pertama yang mendapat penghargaan sebagai mahasiswa terbaik di universitas. Aya merupakan salah satu mahasiswa yang berasal dari jurusan biomedis.


Mikael pun akhirnya mengenali nama Aya, bahwa Aya adalah seorang putri orang terkaya di negara pada saat itu. Karena Aya adalah seorang keluarga Dirgantara. Aya juga pernah menjadi seorang ilmuwan jenius ketika ia magang.


Mikael pun mencari artikel yang terkait dengan Aya, ternyata ada banyak artikel yang sudah dihapus. Sekarang yang tersisa hanya tentang kabarnya yang menghilang pada 6 tahun silam. Tepat setelah sebulan dari kematian sahabat baiknya.


Awalnya Mikael tidak mencurigai apapun tentang Aya, namun ketika ia ingat bahwa Aya adalah mantan istri dari Zen Ardinata. Ia yakin Aya juga berhubungan dengan kematian sahabat baiknya itu.


Berbagai informasi tentang keluarga sahabatnya itu ia cari tetapi Mikael tetap tidak menemukan apapun, dalam daftar mahasiswa pada tahun itu pun juga Mikael tidak menemukan nama orang tua dan keluarganya, yang Mikael tahu hanya ibunya yang keluarga Gumelar itu merupakan keluarga jauhnya.


Aya pun sadar ternyata di sebelahnya sudah di temani oleh Arka. Aya mengusap kepala Arka dengan lembut. begitupun dengan Arka memeluk ibunya dengan hangat. Arka yang biasanya terlihat dewasa itu terlihat seperti anak pada seusianya yang manja sekali.


"Arka, dimana Arya?" Aya bertanya sambil masih mengusap kelapa Arka dengan lembut.


"Arya dirumah paman Tora, dia tidak mau ikut. Sepertinya ia sangat senang membatu paman Tora di toko dari pada menjenguk ibu."


"Lalu bagaimana Arka bisa kemari?"


"Arka yang meminta bantuan papa Mikael untuk menculik ibu, agar terhindar dari teror Ayah Zen."


Papa? dalam hati Aya bertanya-tanya mengapa anaknya itu bisa mengetahui kalau ayah kandungnya adalah Mikael Gumelar. Aya sedikit menyesal mengajarkan banyak hal pada anaknya, karena mereka sangat pintar sehingga Aya sendiri sulit untuk mengendalikan mereka.


Tidak lama kemudian Mikael datang. Dengan beberapa berkas tentang data diri Aya di tangannya. Mikael berniat untuk merekrut Aya menjadi salah satu ilmuan di perusahaannya.


"Aya Dirgantara, bagaimana aku memanggilmu?" Mikael dengan nada seperti orang profesional yang tengah mewawancarai karyawan yang hendak bekerja.


"Papa Mikael boleh panggil ibu, Sayang..., tidak kurang romantis hmmm..., bagaimana kalau Sweety. hehehe.." Arka menimpali Mikael dengan candaannya.


"Kau tidak berhak memanggil namaku." Aya menjawab dengan ketus Mikael.

__ADS_1


Mikael pun menyuruh pelayannya untuk mengajak Arka keluar ruangan. Karena ada pembicaraan yang harus mereka selesaikan terkait identitas Aya yang seorang ilmuwan jenius itu.


"Aku tidak menyangka seorang ilmuwan yang sangat terkenal jenius, malah menghilangkan identitasnya untuk seorang pria yang seperti itu." Mikael mencoba untuk mengejek Aya agar Aya tahu betapa disayangkan bakatnya itu. Aya sia-siakan.


"Aku tidak peduli tentang masa lalu. Sekarang bagaiman kau akan membayar ku atas luka yang kau perbuat ini."


"Bagaimana jika kau menjadi karyawan ku, aku akan membayarnya sesuai dengan ketentuan di perusahaan."


"Aku tidak peduli, tentang perusahaan mu yang busuk itu. Aku hanya ingin kau membayar lukaku saja itu sudah cukup."


"Kau masih keras kepala, kalau begitu bagaimana dengan Arka?"


"Apa yang akan kau lakukan pada Arka?"


"Tidak tahu, Mungkin banyak hal yang bisa kulakukan dengan Arka."


"Jika kau berani melukai Arka, aku tidak akan segan-segan membunuh mu."


"Baiklah aku akan membayar lukamu, lalu bagaimana cara kau membayar untuk tubuhku?"


"Jangan pura-pura tidak tahu, kau pergi ke kamar mandi di ruang tengah, lalu kau melihat tubuhku. Lalu bagaimana kau membayarnya? Apa kau akan membayar ku dengan uang atau dengan tubuh mu?"


"Soal itu.., aku tidak sengaja melakukannya."


"Kalau aku bilang aku tidak sengaja melukaimu?"


Aya tidak bisa berkata-kata lagi di hadapan Mikael. Sepertinya Aya selalu kalah telak dalam urusan berargumen dengan anak dan ayahnya itu. Sehingga Aya menjadi terdiam dan tidak bisa membalas perkataannya.


"Tunggu dulu, aku bisa menuntut karena aku punya bukti dengan bekas luka ku ini, sedangkan kau tidak punya bukti kalau aku telah melihat tubuhmu."


Mikael tiba-tiba tersenyum meremehkan, karena tidak percaya apa yang di katakan Aya. Walau yang Aya katakan sebagian benar tapi Mikael memiliki CCTV di depan kamar mandi tengah Villa.


"Kau pikir aku tidak punya rekaman CCTV di dalam Vila?"

__ADS_1


Mikael tertawa senang. Karena ia tidak terduga mendapatkan seorang ilmuwan jenius yang sangat berguna untuk perusahaannya. Bahkan Mikael mendapatkan seorang ahli digital pintar seperti Arka yang datang sendirinya. Bagaikan sebuah berkah yang besar menurut Mikael.


"Jika aku bekerja dengan mu, aku punya satu syarat."


"Apapun tapi hanya yang bisa kulakukan saja."


"Aku hanya ingin penjagaan terhadap Arya dan Arka saja. Mereka adalah target empuk, jika mereka mengincar ku."


"Boleh aku akan kabulkan."


Dalam pikiran Mikael justru Aya adalah target yang empuk bagi para penjahat dibandingkan dengan Arya dan Arka. karena mereka merupakan bocah yang tidak biasa, mungkin secara bahasa mereka merupakan bocah yang terlahir seribu tahun sekali.


"Kalau begitu aku akan membuat kontraknya terlebih dahulu."


Mikael pergi meninggalkan Aya dan memperbolehkan lagi Arka untuk menemui Aya. Arka langsung berlari memeluk Aya dengan erat sambil membisikkan sesuatu pada Aya.


"Ibu, apa kalian sedang merencanakan pernikahan?" sambil tawa jahil Arka tidak berhentinya menggoda Aya.


"Dia bukan tipe ibu."


"Lalu tipe ibu yang seperti apa?"


"Kau ini masih kecil Arka, kau tidak perlu tahu yang seperti itu."


"Ibu, umur itu hanya angka. Sedangkan kemampuan otak adalah sesuatu hal yang sebenarnya tidak bisa diukur."


"Kenapa dari dulu ibu selalu kalah debat dengan kalian?"


"Karena ibu kurang pintar, hehehe.."


"Arka!"


"Ibu aku pamit pulang dulu, soalnya paman Tora sepertinya sudah mencari ku. Ibu baik-baik disini. Jangan lupa aku ingin punya adik."

__ADS_1


"Dasar bocah itu, walaupun sikapnya begitu dia tetap anak-anak."


Aya masih heran, jika Arka sudah mengetahui jika Ayah kandungnya adalah Mikael. Apakah Mikael juga sudah mengetahui bahwa Arka dan Arya adalah anaknya. Jika Mikael tahu bisa gawat, pikir Aya. Karena tidak mau kehilangan kedua anaknya yang berharga itu.


__ADS_2