Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
Pertemuan petinggi Mafia


__ADS_3

Setelah masalah si kembar selesai, Aya dan Ken melanjutkan pembicaraan penting tentang dua hari ke depan. Sepertinya Arya dan Ken akan benar-benar sibuk untung tidak sia-sia Aya membawa Arka ke perusahaan untuk membantu mereka.


"Masalah yang kita hadapi saat ini adalah hilangnya kabar dari Mikael di anggota mafianya. Salah satu dari kami harus unjuk Gigi pada mereka supaya mereka benar-benar diam." Ken menyeruput kopi yang ada disebelahnya. lalu melanjutkan lagi pembicaraannya.


"Besok adalah rapat dengan para petinggi perusahaan. Tentu saja ini sangat penting. Sebenarnya rapat dengan petinggi ini seharusnya sudah dilaksanakan pada beberapa hari waktu yang lalu namun Mikael nampaknya tidak sehat secara pikiran karena dua bocah yang tiba-tiba saja muncul dihadapan Mikael lalu membuat rencana untuk menculik-" Perkataan Ken terhenti ketika Arka berdeham dan berpura-pura batuk di depan Ken.


"Jadi intinya rapat para petinggi harus di laksanakan sekarang, tidak ada waktu lagi sebelum orang yang paling ditakuti perusahaan ini muncul." Ketika Ken berbicara ini tidak tahu mengapa suaranya mengecil dan terdengar parau.


Aya adalah seorang jenius, ia sangat mengerti bahwa ada sesuatu yang Ken bicarakan. Sesuatu yang sangat besar sampai membuatnya takut untuk mengucapkannya.


"Paman Ken tidak perlu khawatir, ada aku yang akan menjaga papa bos." Kata-kata Arka memecah keheningan sesaat itu. Arka benar benar optimis. Padahal ia tidak tahu bagaimana musuhnya akan bergerak.


"Aku setuju dengan Arka. Walau bagaimanapun caranya masalah yang harus dihadapi harus segera dihadapi." Ucapan Arya yang begitu bijaksana membuat Ken tersadarkan. Bahwa semua masalah itu tidak boleh dihindari namun harus di hadapi.


"Arya dan Arka benar, mari kita sama-sama menghadapi orang-orang busuk itu." Ken mulai kembali menemukan dirinya sendiri.


"Baik, aku punya solusi untuk pekerjaan ini. Ken bawa Arka untuk menghadapi para mafia itu." Pernyataan Aya yang begitu tiba-tiba itu membuat semuanya sontak merasa kaget.


"Kenapa Arka? Bukankah Arya lebih cocok?" Ken merasa aneh mengapa dia harus membawa Arka yang tidak pandai dalam beladiri.


"Ikuti saja perintah ku! Aku ini ibunya Arya dan Arka tau kelemahan dan kekurangan mereka." Aya menyatakannya dengan sangat percaya diri. Arka sedikit bingung, namun setelah ia menyadarinya. Ia yakin dengan itu ia bisa mengendalikan para mafia itu.

__ADS_1


"Ahahahah, sepertinya ibu ada benarnya juga." Arka tiba-tiba tertawa senang. Setelah dipikir-pikir lagi orang yang sangat pandai sekali dalam berbicara adalah Arka. Tentu saja Arka bisa menggerakkan anggota mafia dengan kata-katanya.


Bahkan Arya sendiri hanya bisa menirukan gaya berbicara Arka, tetapi masih tetap tidak bisa mengikuti ia ketika sedang memainkan kata atau mengancam lawan dengan sebuah perkataan saja. Bahkan Arka bisa mengancam Mikael dengan skillnya itu.


"Ken apa kau tidak mengerti? menggerakkan sebuah organisasi seperti mafia tidak cukup hanya otot saja. Tetapi kharisma dan kekuatan berbicara seseorang." Arya menjelaskannya pada Ken agar ia mengerti.


Ken pun menyetujui bahwa untuk hari ini saja yang pergi untuk menertibkan para mafia itu adalah Arka. Walaupun sedikit iri pada Arka, Arya masih bisa menerima keputusan ibunya yang masuk akal itu.


***


Rapat petinggi mafia keluarga Gumelar.


"Apa maksud Mikael memanggil kita semua?" Para petinggi itu bertanya-tanya.


Meja bundar panjang dengan nuansa yang agak gelap mencekam, terasa Aura dingin yang sangat berbeda daripada rumah-rumah angker. Setiap orang di dalamnya memiliki beberapa aura membunuh yang pekat.


"Bagaimana mungkin si Mikael yang tidak memiliki istri memiliki penerus?!" ucap sinis dari Surya Gumelar. yang merupakan bawahan ke dua atau manajer dari mafia keluarga Gumelar. Umurnya adalah yang paling tertua sekitar 53 tahun.


"Paman tidak tahu, semua pria suka bermain dengan wanita, begitu juga dengan Mikael. Dia itu pria lo paman." Guntur Gumelar menjawab dengan santai, perkataan Surya Gumelar. Seharuanya paman segera pensiun, kasih sana jabatan paman sama anak paman si Banyu atau Bumi. Mereka sepertinya lebih kesulitan menghadapi paman di bandingkan istri mereka sendiri." Ocehan Guntur yang mematik kemarahan Surya Gumelar.


"Kalian ini bicara apa? Guntur kau harus sopan dan kau juga tua Bangka! kita ini sedang rapat penting pikirkan orang lain ketika berbicara." Sahut Rio Gumelar dengan santai sambil menghisap rokok ditangannya.

__ADS_1


"Kuharap kalian serius." Ucap Ken dengan tatapan tajam dan Aura yang sangat gelap menyelimutinya untuk mengendalikan para petinggi yang sudah hadir di rapat itu. "Raphael kembali lagi ke negara kita." Setelah mendengar kata Raphael semuanya terbelalak kaget lalu terdiam dan tidak bisa mengucapkan satu patah katapun.


"Sudah kubilang pada Dewa Gumelar untuk tidak memungut anak sembarangan. Bagaimana bisa sekarang anak angkatnya itu menjadi berbalik memusuhi keluarga yang sudah membesarnya. Dasar anak tidak di untung." Kekesalan sekaligus ketakutan sangat menusuk hingga ke saraf bagi Surya Gumelar yang sudah pernah selamat dari incaran Raphael pada kejadian itu.


"Tenang paman! Pasti Mikael punya rencana, makanya dia mengumpulkan kita semua." Rio berusaha menenangkan diri sendiri dan juga pamannya itu yang setengah ketakutan.


"Kau salah rencananya belum siap seratus persen. tetapi Raphael sudah menghubungi kami kemarin." Wajah serius Ken tidak bisa lagi dijadikan bahan tawaran. Karena ini adalah masalah yang benar-benar serius.


"Kalian tenang saja." tiba-tiba Arka masuk dari pintu depan dengan banyak body guard yang paling pro mengikutinya.


"Hei, siapa anak kecil ini!? Kenapa dia dibiarkan masuk." Surya yang amarahnya sedang memuncak itu tidak bisa melihat jelas Arka yang masuk seenaknya di tengah-tengah pertemuan rapat penting itu.


Arka memberi kode pada bodyguard yang disiapkan oleh Ken untuk Arka agar Arka di gendong ke atas meja para petinggi mafia keluarga Gumelar.


"Kalian para orang tua selalu saja bermain dengan emosi ya?" Arka menatap tajam dan dingin seperti yang ia lakukan pada Mikael. "Tadi kau menyebutku anak kecil bukan, sebentar aku cek ponselku dulu." Arka mengeluarkan ponselnya dari saku jas yang ia gunakan.


Ia mengotak ngantuk ponselnya dalam waktu beberapa detik. lalu menyuruh Surya untuk mencek ponselnya. "Silahkan buka ponselmu!" perkataan tajam dan arogan ciri khas Arka kembali lagi.


"Ada apa denganmu bocah!" Surya masih memarahi Arka yang tidak sopan itu. Sedangkan Arka berjalan mendekat diatas meja bundar itu.


Wajah Arka benar-benar dekat dengan wajah Surya. Tidak ada sedikitpun ketakutan dalam diri Arka. Tatapan mereka saling terkunci, saling memberikan aura kebencian satu sama lain. "Cek data keuangan perusahaan mu, tuan!" Nada bicara yang begitu menusuk, tidak ada bedanya dengan kata nama Raphael yang diucap oleh Ken.

__ADS_1


"Bangs*t! Semua data keuangan perusahaan ludes, hilang semua." Surya terkaget-kaget melihat data keuangan dan lain-lain hilang dalam sekejap mata saja.


__ADS_2