
“Ada apa Dustin kau tampak begitu terkejut melihat istriku yang begitu cantik.” Mikael tersenyum tipis.
Sebenarnya mikael sudah mengetahui tentang apa yang ia lakukan pada keluarga Dirgantara saat mikael menyelidiki tentang kematian Kai selama enam tahun kebelakang.
“Ah, iya-iya istrimu sangat cantik.” ujar Dustin yang tiba-tiba menjadi gugup
Rio yang menangkap kegugupan Dustin itu, mulai memahami apa yang direncanakan Mikael sebenarnya. Ternyata Mikael sangat licik juga ia tidak melakukan sedikitpun hal yang tidak menguntungkan baginya sedetik pun, dalam otak Rio yang mulai memahami apa yang direncanakan oleh Mikael.
“Kupikir istriku memiliki satu pertanyaan padamu.” Mikael menatap mata Aya untuk memberi isyarat kepada Aya, apa yang harus ia lakukan.
Awalnya Aya tidak mengerti tapi setelah Aya ingat orang yang berada di sebelah Rio itu berasal dari keluarga Dirgantara. Aya tahu apa yang harus ia lakukan.
“Oh ya. Aku punya satu pertanyaan pada om.” Aya berlagak sedikit sombong dan angkuh layaknya karakter favoritnya dalam novel yang ia baca.
“Pftt..” Mikael menahan tawa melihat sikap Aya yang seperti itu. Sontak hal itu membuat Aya melihatnya dengan kesal. “Oh maaf, sepertinya aku lupa jika bertanya pada orang ini tidak gratis bukan?” Mikael menatap tajam Dustin.
Selama lebih dari enam tahun ini Dustin bekerja sebagai pencuri informasi. Semua mafia dan orang-orang kaya banyak mencarinya untuk membeli sebuah informasi padanya. Itu adalah identitas asli dari seorang Dustin Dirgantara.
“Kau memang benar Mikael, mana mungkin Dustin memberikan informasi jika kita tidak membayarnya.” Ujar Rio yang ikut mendukung Mikael.
“Hei, kalian mempermainkan aku??”
__ADS_1
Aya yang marah karena merasa dirinya dipermainkan oleh Mikael.
“Tenang saja sayang. Kita bertiga akan melakukannya dengan bertaruh.” Mikael mengusap kepala Aya dengan lembut, sebagai bagian dari aktingnya untuk menunjukan kedekatannya pada Aya.
“Aku setuju dengan Mikael. Ini adalah kasino bagaimana jika kita memainkan beberapa permainan sebagai taruhan informasi berharga yang kau punya.Jika kau yang menang kau bisa meminta sesuatu dari kami. Bagaimana? ”
Sambil memutar mutar gelas winenya, Rio mengatakan hal itu untuk menekan Dustin. Rio ikut berperan dalam akting Mikael yang menekan Dustin. karena Rio sepertinya sangat paham apa yang ingin Mikael katakan selanjutnya untuk menekan Dustin.
Dustin meneguk gelas winenya lalu berkata “hhh, Baiklah tawaran yang cukup menarik” sambil tersenyum tipis mencoba untuk menahan emosinya dan tetap tenang.
“Tiga Ronde!!” Teriak Rio pada pelayan bar VIP itu sambil mengacungkan tangan dan tiga jarinya.
“Sebenarnya ini adalah permainan keberuntungan apa kalian tidak takut jika aku nantinya meminta nyawa kalian sebagai taruhannya.”Dustin tertawa licik sambil pergi berjalan ke arah meja kasino yang berada di belakang mereka.
“Maksudmu Rio?” Dustin menunjuk Rio, sambil menunggu kata-kata selanjutnya yang akan dikatakan oleh Mikael.
“Yap, benar. Anak pintar! dia adalah rajanya bermain kasino.” Mikael tersenyum tipis, berusaha mengalihkan kewaspadaan Dustin pada Mikael, agar ia lebih leluasa bermain.
“Kau terlalu memujiku Mikael. Walaupun seharusnya kami memanggilmu dengan panggilan paman seperti yang dikatakan oleh Aya, tapi aku juga tidak kalah berpengalaman kok dalam bermain kasino.” Rio tersenyum mengerti apa yang dimaksudkan oleh Mikael.
“Hahaha, polisi jaman sekarang emang gila. Mereka tidak lagi menegakkan keadilan dengan benar. Malah beberapa dari mereka malah bertindak kriminal sesuka mereka.” Dustin mencoba memancing emosi Rio dengan membawa pekerjaannya sebagai hal yang paling sensitif dari Rio.
__ADS_1
“Kak Alex Rudiantara pernah mengatakan sesuatu. Walaupun pekerjaan kita adalah prioritas utama, tetapi jangan kau sampai kehilangan identitasmu.” Rio tampaknya tidak terpancing dengan perkataan masam yang dikatakan oleh Dustin.
“Aku baru tahu bahwa Alex Gumelar kini bermarga Rudiantara seperti Ayah dan Kakaknya.” Ujar Dustin.
Mereka semua sudah terduduk di posisi mereka masing-masing. Para robot pelayan itu pun sudah menyiapkan koin dan kartu untuk dimainkan mereka bertiga.
“Yah, begitulah. Keluarga Rudiantara memang cukup rumit, tetapi mereka semua adalah orang yang sangat baik.” Rio berbicara cukup dominan dari pada Mikael, tentu saja ini menjadi sebuah hal yang sangat Mikael untungkan, karena ia tidak perlu repot-repot mengeluarkan suaranya.
Kartu pun sudah dibagikan. Mereka memulai permainan mereka. Aya sangat paham dengan permainan seperti ini hanya saja ia perlu melihat bagaimana cara mereka bertiga bermain dengan begitu penuh dengan siasat licik mereka masing-masing.
Mereka memulai dengan taruhan mereka, dimulai dari Dustin, uang taruhan awal dibuka dengan harga 1 juta. Saat itu juga Dustin menambahnya menjadi 5 juta. Tidak hanya itu Rio yang nampak tenanglangsung mengeluarkan koinnya sebanyak 10 juta. namun saat giliran Mikael bermain ia hanya bisa mengikuti permainan Rio.
Dustin tidak mau kalah, ia mengeluarkan kembali taruhanya sebanyak 20 juta. Saat itu juga Rio mengkalikannya menjadi tiga kali lipat, sebanyak 60 juta. Mikael hanya terdiam mengikuti alur permainan mereka berdua. Bagi Dustin taruhan terakhir yang dikeluarkan Rio adalah taruhan yang sudah cukup baginya untuk di awal permainan. Sehingga Dustinpun mengeluarkan 60 juta yang sama dengan Rio.
Taruhan awal sudah ditentukan, maka bandar pun selanjutnya mengeluarkan tiga kartu awal untuk dikeluarkan. Begitu tiga kartu itu dikeluarkan Dustin tanpa segan-segan mengeluarkan koinnya sebanyak 100 juta, Rio tidak mau kalah ia mengeluarkan uang sebanyak 200 juta, Mikael yang begitu tenang dan tidak mengucapkan satu patah kata pun itu menutup kartunya menandakan ia sudah menyerah.
Lanjut giliran Dustin yang lagi-lagi menambah koin taruhannya menjadi 400 juta. Rio mengikuti taruhan terakhir dustin dengan memberikan koin taruhan yang sama sebanyak 400 juta. Bandar Pun menyetujui dan membuka satu kartu selanjutnya.
Saat itu Dustin hanya memilih mengecek kartu selanjutnya dan tidak menambah taruhannya. namun saat itu Rio langsung mengeluarkan koin taruhannya sebanyak satu Milyar sekaligus, hal ini membuat Dustin sangat tertekan dan kebingungan dengan munculnya kartu keempat yang tidak sesuai dengan keinginannya.
Namun karena gengsinya, Dustin mengikuti Rio dengan mengeluarkan koin taruhan atau chip sebanyak satu Miliar. Bandar menyetujui taruhan mereka dengan membuka satu kartu lagi kartu kelima. Kartu yang kelima ini membuat Dustin semakin resah, namun Rio dengan percaya dirinya langsung mengeluarkan koin taruhannya atau chipnya sebanyak 3 Miliar.
__ADS_1
Hal itu membuat Dustin menciut, dan memilih untuk menutup Kartunya. Akhirnya permainan pertama dimenangkan oleh Rio. Setelah itu Rio memperlihatkan dua kartu miliknya ternyata ia memiliki kartu yang sangat buruk yaitu High Card dengan angka tertinggi Queen, sedangkan Dustin mendapat angka yang jauh lebih tinggi yaitu Pair dengan angka delapan.