Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
Kematian Salah Satu Petinggi 2


__ADS_3

Hanya melihat matanya saja Rio tahu jika Arya tidak seperti Arka yang selalu bertindak gegabah, dari sikapnya sekarang ia tampak seperti orang yang berhati-hati dan selalu memperhitungkan setiap langkahnya.


"Bagaimana jika kita taruhan?" Rio menatap Arka yang sepertinya tertarik jika soal pertaruhan.


"Hah!? Kau bercanda? Kau mau bertaruh dengan anak kecil seperti ku? Apa yang kau pertaruhkan?" Arka walau tampak tidak peduli jika menyangkut soal tantangan ia sangat bersemangat dan antusias.


"hm...kau mau apa?" Rio memberikan penawaran pada Arka agar lebih adil menurutnya.


"Aku ingin kau jadi anak buah ku hehe...(Aku dapat anak buah seorang detektif, aku harus memanfaatkannya.)" Arka tertawa jahil, sambil menggosokan kedua tangannya. Hatinya tampak senang mendapatkan sesuatu yang menarik.


"Kalau begitu, Permintaan ku adalah jadilah penerus keluargaku." Rio tampak serius dengan perkataannya yang meminta agar Arka menjadi anak angkatnya untuk meneruskan perusahaannya kelak.


"Aku terima.." Arka tanpa pikir panjang, menerima tantangan yang di berikan oleh Rio, sambil bersalaman. Ia terus tersenyum tanpa henti, walaupun sebenarnya ia tidak tahu situasi yang terjadi sebenarnya.


"Kau jangan bertindak gegabah Arka! orang ini adalah detektif. Kau tahu maksudnya kan Arka!?" Arya memarahi adik kembarnya yang suka usil itu, karena Arka selalu saja bertindak sesuka hatinya demi menyenangkan dirinya sendiri.


"Penawaran keduanya sangat menguntungkan aku. Kau sekarang yang meneruskan perusahaan milik papa bos. Jujur aku sedikit iri denganmu tapi jika aku meneruskan perusahaan paman Rio aku akan jadi bos perusahaan juga hahahaha.." Arka tertawa keras. Sikap angkuh dan percaya dirinya tidak pernah hilang.


"Jadi kau penerus AngelTech dan AngelFarmasi? Ku pikir Arka adalah orangnya?" Rio mencoba memprovokasi kedua anak kembar itu untuk saling bersaing satu sama lain. Agar terjadinya perpecahan didalamnya.


"Aku tidak tertarik dengan taruhannya tapi aku ingin bersaing denganmu!" Arya benar-benar sangat berhati-hati, Arya tahu sebenarnya Rio sedang memprovokasi kan mereka berdua. Untuk kesenangan pribadinya.

__ADS_1


"Kalau begitu ungkapkan pendapat kalian siapa orang yang terbunuh didalam?" Rio memulai taruhannya.


"Menurut firasat ku, seseorang yang dekat dengan paman Ken." Arka mengungkapkannya secara gamblang dan tidak memikirkan secara detailnya lagi.


"Hanya itu? kalau begitu ini giliran kau!" Rio mengacungkan tangannya menunjuk Arya agar memulai analisisnya, dan menebak korban tersebut.


"Menurutku paman dulu." Arya tidak mau jika jawabannya di kutip oleh Rio sehingga ia mempersilahkan Rio untuk menyebutkan tebakannya terlebih dahulu.


"Hahaha, baiklah. Menurutku jika orang itu menuliskan alamat perusahaan Mikael artinya dia adalah seorang pegawai yang melamar pekerjaan di perusahaan Mikael Atau Dia adalah seorang yang memiliki janji temu dengan orang-orang di perusahaan AngelTech dan AngelFarmasi." Rio sudah mengungkapkan analisisnya berdasarkan bukti sebuah alamat yang di temukan oleh polisi. Setelah Rio selesai dengan analisisnya Arya langsung beraksi mengungkapkan analisisnya.


"Kalau begitu giliran ku. Orang yang terbunuh didalam adalah Orang yang terdekat dengan paman Ken. Jujur aku tidak pernah meragukan firasat Arka yang memiliki ketepatan enam puluh persen.


Untuk alamat yang ia bawa, sebenarnya ia pasti menuliskan sebuah kode di pelaku untuk memudahkan kita menemukan orang yang membunuhnya tapi itu belum pasti, namun satu hal yang pasti orang yang datang untuk pergi ke AngelTech pasti adalah orang yang memiliki urusan dengan Arka, karena orang itu bisa mendatangkan firasat pada Arka yang artinya mereka pernah bertemu dengannya sebelumnya.'"


Arya menjelaskan analisisnya panjang lebar dan penuh dengan kehati-hatian. Satu hal yang membuat Arka tertegun adalah ketika kalimat terakhir yang diucapkan oleh Arya ia teringat dengan seseorang yang ingin bertemu dengannya saat itu di telepon.


Arka langsung berlari terlebih dahulu untuk pergi melihat jasad yang sudah diamankan oleh polisi dan Siap untuk di bawa ke rumah sakit, Arka akan merasa bersalah jika orang itu benar-benar adalah orang yang berada di dalam pikirannya.


Rio benar-benar kagum dengan penjelasan yang sangat detail dan panjang seperti itu oleh Arya. Tidak seperti Arka yang hanya menjelaskan tentang firasatnya saja.


"Kau terlalu yakin dengan analisis mu sampai membuat kembaran mu berlari karena sangat percaya padamu." Rio tidak menyangka ternyata kedua anak kembar yang begitu mirip sekali dengan Mikael itu keduanya adalah anak-anak yang sama-sama pintar. tapi nampaknya Arya tidak pandai dalam berkomunikasi seperti Arka.

__ADS_1


Ken yang semenjak tadi hanya diam memperhatikan di samping Rio. Perasaannya menjadi sangat tidak enak ketika mendengar analisis yang Arya lontarkan kepada mereka. Jika benar orang yang terbunuh itu dekat dengan Ken itu artinya orang itu masih dalam lingkaran keluarga Gumelar.


"Ayo sekarang cepat kita harus memeriksa wajah pria itu sebelum mereka membawanya kerumah sakit." Ken benar-benar tidak sabar siapa orang yang membuat firasatnya ini benar-benar tidak enak. Apakah orang ini persis seperti yang dikatakan oleh Arya dan Arka.


Rio melihat ken yang sudah tidak tenang, ia pun memutuskan untuk segera melihat jasad yang di temukan oleh pada polisi itu segera.


Mereka berjalan menuju mobil ambulan yang letaknya sedikit jauh dari mereka berdiri. Sedangkan Rio memerintahkan bawahannya untuk menemukan barang bukti di sekitar lokasi itu untuk menemukan sebuah petunjuk sekecil apapun itu.


Para detektif itu menurut dengan perkataan Rio yang merupakan ketua, dari investasi kali ini. Sambil berjalan dalam pikiran Rio ada sesuatu yang mengganjal di hatinya jika orang itu benar-benar dekat dengan Ken dan mempunyai hubungannya dengan Arka juga artinya orang itu pernah datang ke pertemuan petinggi mafia sebelumnya.


Dan orang yang Arka usik adalah antara Guntur dan Paman Surya, begitulah pikirnya. Namun ia tidak sepenuhnya mempercayai perkataan Arya karena ia sendiri adalah detektif yang sudah bergelut pada hal seperti ini selama lima tahun.


Rio, Arya dan Arka menembus para kerumunan orang-orang yang penasaran ingin mengetahui kejadiannya. Di sana juga langkah Rio terhenti oleh para wartawan yang menghadangnya. Mereka menanyakan hal-hal yang sebenarnya Rio sendiri belum melakukan Apapun.


Para wartawan itu terus mendesak Rio, sehingga mereka tidak bisa berjalan menuju ambulan yang akan segera pergi itu. Namun tampaknya waktunya memang tidak tepat Ambulan itu sudah membawa pergi jenazah itu kerumah sakit.


Sehingga mereka bertiga tertahan dan harus mengejar Ambulan itu kerumah sakit. salah satu hal yang membuatnya tertegun adalah ia menyadari bahwa ada seseorang yang sengaja, menghalangi mereka melihat jenazah itu.


Sekilas info keluarga bagian Gumelar


__ADS_1


__ADS_2