
Masalah datang tiada henti. Tentang pendukung di balik Keluarga Ardinata yang Tora bicarakan. Mikael tidak menyangka bahwa orang yang dibelakangnya itu benar adalah kakaknya sendiri. Orang yang telah membunuh keluarganya dan membuatnya bersembunyi selama hampir setahun di sebuah gubuk di desa perbatasan itu.
Mikael menggertak giginya. Mata kesal dan penuh kebencian. Setelah sekian lama ia merendam kebenciannya itu. Dengan serius Mikael membuat era mafianya diiringi dengan menjalankan perusahaan yang membuatnya sesak itu. Mikael terus menancap gasnya. Melesat dengan kecepatan tertinggi membelah jalanan kota. Kemampuan berkendaranya hampir menyerupai dengan para pembalap mobil di ajang perlombaan tingkat dunia.
Polisi tidak berani berkutik ketika mereka melihat plat nomor yang tergantung pada mobil kesayangan milik Mikael itu. Mobil mewah yang hanya dimiliki oleh orang-orang kaya saja itu dengan bercat kan hitam yang legam mengkilap, dan kualitas mesin yang paling terbaik.
Sesampainya di perusahaan, Ken sudah menunggu Mikael di ruang kerjanya. Ken setengah ketakutan, karena Bianco yang tidak memiliki rasa penyesalan atau rasa sedih didalam hatinya itu tiba-tiba memberikan sebuah pesan dengan ucapan yang manis. Bahkan saat ketika dia membunuh keluarganya sendiri, alasannya adalah demi membuat mereka tersenyum.
Pada saat ketika keluarga Gumelar dibunuh oleh Bianco. Saat itu orang tua Ken juga meninggal karena berusaha melindungi Mikael dan ibunya yang pergi bersembunyi keluar negeri. Ken yang pada saat itu bersembunyi, masih ingat dengan jelas ketika wajah Bianco yang telah membunuh kedua orang tuanya itu. Hanya tertawa senang. Sambil mencium bau darah di ujung pisaunya, seolah-olah merasa segar dengan itu.
Ketika Mikael tiba. Ken terus mendesak Mikael, untuk memikirkan cara bagaimana mengatasi Bianco yang kejam itu. Ken sudah tidak bisa berpikir dengan jernih lagi. Rasa takut dan benci membendung didalam dadanya. Kepalanya mulai tidak bisa berpikir tenang dan rasional lagi.
Namun Mikael yang merasa letih tiba-tiba ambruk karena ia belum tidur selama empat hari dan tiga malam terakhir. Mikael selalu memaksakan dirinya dan terlihat kuat dihadapan semua orang, tetapi tidak untuk saat ini.
Mikael tidak makan begitu benar, waktu tidurpun ia lupakan begitu saja. Pantas tubuhnya akan merasa letih karena terlalu dipaksakan. Ken langsung menopang Tubuh Mikael yang tinggi itu dan mengistirahatkannya di kamar perusahaannya.
Ken mencoba mencek suhu tubuh Mikael, yang tiba-tiba naik drastis itu. Sepertinya Mikael terkena demam menurut pikir Ken. Saat Ken sibuk mencari nomor dokter pribadi Mikael. Tiba-tiba Mikael mendapat telpon dari Arka.
Arka : "Bos kau baik-baik saja?"
Ken : "Arka kau baik-baik saja sekarang?"
__ADS_1
Arka : "Ken!? Bukankah sekarang seharusnya tahu kalau hari ini aku sudah pulang kerumahnya bos?"
Ken : "Ke rumah Mikael?"
Arka : "Maksudku ke apartemennya, Ibuku dan Aku sehabis pulang dari rumah sakit. Hari ini pindah ke Apartemennya." Arka pun beralih dengan berbisik "Ibuku dan papa Bos akan segera menikah."
Ken yang tidak mengetahui itu sontak merasa kaget, tidak tahu apa yang di rencanakan Mikael dengan membawa Arka dan ibunya ke apartemennya. Ken memanfaatkan itu untuk menyuruh Arka datang menemui Mikael yang sedang terserang demam. Mungkin Arka bisa menyelesaikan pekerjaannya.
Namun Arka tidak bisa datang karena ia baru saja pulih, akhirnya ia menemukan jalan pintas untuk menyuruh Arya untuk menggantikannya. Arka pun beralih menelpon Arya.
"Oi, Arya! Papa bos sedang tidak sehat tolong gantikan aku untuk bekerja."
"Tidak mau" Arya menutup telponnya begitu saja.
Tora langsung mengubah arah tujuannya dan mengajak Arya untuk menemui Mikael. Pada awalnya Arya tidak mau pergi. namun akhirnya Ia memutuskan untuk pergi ke perusahaan Mikael bersama Tora. Karena perasaan khawatirnya yang tidak jelas itu mengatakan harus bertemu dengan Mikael.
Sesampainya disana Ken melihat Tora bersama Arya. Ken langsung menyerang Tora, namun Tora berhasil menahan serangan dadakannya itu. Arya mencoba melerai keduanya. Dengan sifat dominasi Arya yang sama persis dengan Mikael.
Ken : "Kau!"
Arya : "Tenanglah Ken!"
__ADS_1
Ken menurut begitu saja pada Arya. Sedangkan Arya langsung bergegas melihat keadaan Mikael. Arya memasuki ruangan rahasia Mikael yang disebut kamar perusahaan. Begitu masuk Arya disuguhi pemandangan kertas. Begitu banyak sketsa robot dan beberapa proyek-proyek perusahaan yang terdapat pada kertas itu.
Arya sangat tidak menyangka bahwa Mikael adalah orang yang begitu pekerja keras. Ken pun menjelaskan kepada Arya tentang semua keadaan dan kejadiannya. Tentang Mikael yang di serang oleh kelompok Mikael bersama Arka, tentang Arka yang mengorbankan dirinya membuatnya tidak bisa tidur dan mempersiapkan anggota mafianya untuk menyerang balik dan hingga pada malam ini ia menghabiskan malamnya untuk membantai keluarga Ardinata yang membantu Zen melakukan penyerangan terhadapnya dan Arka. Hingga Mikael tidak tidur selam empat hari tiga malam.
Arya teringat ketika ia menelpon Mikael pada malam hari, Arya tidak tahu bahwa pada saat itu Mikael baru saja membereskan masalah mafianya. Tora pun merasa iba terhadap apa yang dilakukan Mikael selama ini. Hanya untuk membalas dendam sahabatnya sendiri.
Tora memutuskan untuk memanggil dokter kepercayaannya datang. namun di hentikan oleh Ken, jika di dunia mafia mendengar bahwa Mikael sedang tidak sehat. Mafia yang lain akan menggunakan kesempatan ini untuk membunuh atau menghancurkan Mikael. Sehingga sangat penting menjaga kerahasiaan tentang kesehatan Mikael. Tidak sembarang dokter bisa merawatnya.
Tora meyakinkan Ken bahwa dokter yang dipanggilnya adalah dokter yang paling bisa di percaya. Karena sebenarnya dokter tersebut adalah Adik Tora sendiri. Tora menelpon Adiknya itu untuk kemari. Tidak butuh waktu lama adiknya. Mengangkat telponnya.
"Hallo, kak?" Suara berat dan manis dari adik Tora terdengar jelas di telinga Tora.
"Petra, tolong kau datang kesini. Teman kakak sedang sakit." Tora berbicara tegas pada adiknya sendiri.
"Tidak bisa kak, aku masih banyak kerjaan." Petra menolak permintaan kakaknya sendiri. Karena ia menyangka Tora pasti ingin Petra menolong Aya. Karena rasa bersalahnya itu.
"Datang ke perusahaan AngelTech" tanpa basa basi Tora langsung menyuruh adiknya itu pergi ke perusahaan milik Mikael.
Petra yang begitu mendengar perusahaan besar AngelTech langsung bergegas pergi. Ke perusahaan itu. Petra mengerti bahwa pasti ada sesuatu yang membuat kakaknya begitu membutuhkannya.
Menunggu Petra datang Arya membuat Air kompresan untuk menurunkan Suhu tubuh Mikael. Tidak hanya itu Arya membantu membuka baju Mikael dan mengelap keringat pada tubuh Mikael.
__ADS_1
Arya yang begitu tekun merawat Mikael itu diam-diam menelpon ibunya kemari. Karena Arya tahu bahwa ibunya juga ahli dalam berbagai macam bidang. Bahkan ibunya mampu merawat Arka dan Arya ketika mereka sakit saat di pulau itu.