Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
(Season2) Hari Pernikahan 5


__ADS_3

Di acara pesta dansa, Mikael sudah menunggu Aya di depan aula pernikahan mereka. Begitu Aya keluar dirinya langsung terperangah melihat Aya yang begitu cantik dan mempesona baginya.


Mikael tidak menyadari bahwa kini wajahnya menjadi semu merah muda. ia bertanya-tanya dalam dirinya "Apakah Aya selalu secantik ini." Bukan hanya pada saat ini saja bahkan saat menggenakan baju pengantin Aya sangat cantik.


Mikael pun memberi isyarat pada kru pernikahan mereka untuk segera memutar music dansa. Dengan sigap mereka langsung memutar musik dansa itu. Mikael pun langsung mendekati Aya dan membungkuk sambil mengulurkan tangannya.


"Maukah kau berdansa denganku." Ucapan yang lembut dari Mikael membuat jantung Aya berdegup dengan kencang. Dibawah riasannya pipinya sedang merah merona.


Padahal sebelumnya saat mereka berlatih semuanya baik-baik saja, namun entah apa yang terjadi keduanya menjadi gugup satu sama lain. Aya pun langsung mengambil tangan Mikael.


Semuanya yang melihat begitu iri melihat keserasian mereka. Namun semua yang dilihat belum tentu di hati mereka. Mikael dan Aya masing-masing dari mereka memaksakan diri mereka untuk menolak perasaan mereka sendiri, demi tujuan mereka berdua.


Aya dan Mikael berdansa begitu indah, terlihat jelas seperti sosok pangeran dan seorang putri. Aya pun bersandar di dada bidang Mikael untuk memperlihatkan kedekatan mereka. Namun tidak di sangka Aya malah mendengar suara jantung Mikael yang berdetak dengan cepat.


Aya pun melihat wajah Mikael yang memalingkan wajahnya dari Aya, karena takut terlihat wajah merona miliknya terlihat jelas oleh Aya. Namun Aya sendiri sudah mengetahui itu lagi-lagi hatinya terguncang kan oleh perasaan yang ia tidak mengerti.


"Sebenarnya, Mikael benar-benar sudah jatuh cinta padaku atau dia hanya pura-pura agar aku goyah dan bisa ia manfaatkan semuanya lalu membuang ku saat aku tak berguna lagi." dalam hati Aya bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


Sedang asyiknya berdansa, tiba-tiba Giovanni menghubungi Mikael mengunakan microphone yang menempel di telinga sebelah kanannya. "Mikael aku mendapati sosok Kai." Begitu nama kai di sebutkan. Mikael dengan sigap meng hentikan dansanya dengan Aya.


"Tutup semua pintu keluar dan Cepat tangkap Kai bawa kehadapan ku." Mikael menyuruh Giovanni untuk segera menemukan sosok yang ia maksud itu.


"Ada apa?" Aya bertanya-tanya, namun sebenarnya dia agak sedikit kecewa. Baru saja dirinya terhanyut dalam pelukan lembut Mikael dan suara detak jantung Mikael yang terdengar jelas itu. kini ia harus berhenti karena sesuatu hal.

__ADS_1


"Kai ada disini, rencana kita untuk menjebak kai melalui pernikahan ini berhasil." Kata-kata yang sungguh tidak ingin di dengar Aya, yaitu tujuan mereka menikah hanya sekedar menangkap Kai. Karena ia tidak akan tidak datang ketika pernikahan adik dengan sahabatnya itu digelar.


"Tapi ada satu hal yang sama buruknya, anak buahku baru saja melihat seseorang meletakan sebuah bom di berbagai sudut gedung pernikahan."


Mendengar perkataan Giovanni sebenarnya ia tidak peduli harus mengorbankan ratus orang untuk mendapatkan Kai kedalam tangannya. Namun jika Kai juga harus menjadi korban semuanya juga akan menjadi sia-sia.


Mikael dilema, dirinya tidak bisa memutuskan hal yang sangat egois. Berbagai pihak dari perusahaan dan para politisi juga ikut hadir dalam pernikahan mereka akan menjadi korban jika ia tidak segera mengeluarkan mereka, dan hal itu akan berdampak buruk baginya dan reputasinya.


"Baik, karena saya dan istri saya sudah resmi menikah, kami harus pergi bulan madu di tempat yang cukup jauh maka dari itu acara pernikahan ini cukup sampai disini, para tamu undangan di perkenankan untuk pergi meninggalkan ruangan dalam sepuluh menit."


Para hadirin tamu undangan begitu kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Mikael, mereka sedang sangat menikmati acara dansa pernikahan mereka dengan pasangan dansa mereka.


"Apa yang terjadi?" Aya sungguh kebingungan mengapa Mikael melakukan hal itu.


"Ada bom di gedung pernikahan kita."


"Ini bukan soal keamanannya, sepertinya diantara orang Gio dan orang ku, salah satunya merupakan orang suruhan Raphael." Mikael mengatakan prediksinya dihadapan Aya.


"Papa bos! Ibu! Apa yang terjadi kenapa acaranya langsung selesai?" Arka yang sedang bersama Ken langsung berlari kearah Aya dan Mikael setelah Mikael melakukan pengosongan gedung pernikahannya.


"Tidak ada apa-apa, Ayo kita pulang!"


Aya berusaha menutupi hal itu dari Arka agar anak-anaknya tidak khawatir dan ketakutan dengan apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


"Benar, kalau begitu kalian pergi pulang duluan bersama Paman Ken dan Paman Rio, Papa segera menyusul nanti." Mikael setuju dengan Aya untuk menutupi apa yang terjadi itu pada anak-anak agar mereka tidak ketakutan.


"Baiklah." Arka menurut dengan begitu saja, tetapi tidak dengan Arya dirinya masih menatap tajam Aya dan Mikael untuk memastikan mereka tidak berbohong padanya.


"Ap kalian yakin tidak ada yang disembunyikan dari kami." Arya menekan Aya dan Mikael untuk mengatakan hal yang sebenarnya pada dirinya.


"Ayo kita pulang, ibu sudah lelah menggunakan gaun yang berat ini membuat ibu sangat lelah sayang." Aya mengalihkan topik agar Arya tidak bertanya lebih lanjut.


"Kak, Arya ayo kita pulang saja."


Aya melihat Arka yang sebenarnya dia juga sangat penasaran dengan apa yang terjadi, namun dirinya harus berpura-pura tidak seperti itu karena paham betul dengan situasinya.


"Baiklah. Kita langsung pulang saja, tapi sebelum itu izinkan aku menjenguk Paman Geo, entah mengapa tiba-tiba aku kepikiran tentang Paman Geo." Arya yang memiliki firasat yang sangat kuat itu, tiba-tiba mengetahui firasatnya itu adalah sebuah peringatan yang datang secara begitu saja pada dirinya.


"Mikael! Rio! Gio!" Teriak Guntur berseru memanggil mereka. sedangkan anak buah Gio nampaknya siap beroperasi untuk mencari keberadaan bom itu.


"Ada Apa?" Ujar Mikael begitu dingin menanggapi guntur.


"Sudah dimulai!" Guntur berteriak dengan kata-kata yang di mengerti oleh tiga pria dewasa yang sedang berdiam diri berdiskusi itu.


Arya dan Arka tidak mengerti apa yang dimaksud dengan kata sudah dimulai. Namun mereka berdua dapat merasakan bahwa sesuatu yang seru dan hebat akan segera terjadi.


Arka dan Arya saling bertatapan keduanya berbicara dengan menggunakan mata mereka, keduanya tersenyum saling mengerti satu sama lain apa yang harus dilakukan oleh mereka.

__ADS_1


"Sepertinya sesuatu yang kita tunggu-tunggu akan di mulai Arka." Ujar Arya.


"Kau benar, Kak. Mari kita lihat balas dendam yang akan kita lakukan pada pria itu dengan tangan kita sendiri."


__ADS_2