Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!

Anak Jenius : Bos Hebat Jadilah Suami Ibuku!
Kematian Salah Satu Petinggi 3


__ADS_3

Rio terdiam kaku, firasatnya mengatakan apa yang dikatakan oleh Arya benar. Rio langsung menarik tangan Arya dan menggendongnya ia membawa pergi Arya begitu saja dan meninggalkan Ken juga para wartawan disana.


"Arya! tidak tahu mengapa sepertinya kau memiliki tebakan yang benar. Seseorang menghalangiku untuk melihat jasad pria tua yang dikatakan polisi itu. Bagaimana kau bisa menganalisisnya dengan benar Arya?" Rio berlari sambil mengajak Arya untuk berdiskusi tentang analisisnya tadi.


"Tapi aku berpikir tebakan ku yang tadi salah, Aku sekarang berpikir bahwa korbannya bukanlah orang yang berhubungan langsung dengan Arka." Arya mengatakan analisis yang keduanya pada Rio.


Rio pun terdiam dan menurunkan Arya, sambil membukakan pintu mobilnya. "Apa maksudmu? tidak pernah berhubungan langsung dengan Arka?" Rio kebingungan dengan analisis Arya yang sangat berbelit-belit.


Arya menaiki mobil mewah milik Rio, Begitupun Rio menaiki mobilnya dari arah sebrang setelah membantu Arya menaiki mobilnya. Ia pun menutup pintunya dan siap melaju dengan cepat.


Karena Rio seorang polisi detektif ia sangat mengikuti peraturan berkendara, sehingga tidak seperti Ken atau Mikael. Ia berkendara dengan cepat tetapi tidak secepat kedua orang itu.


"Cepat jelaskan bagaimana kau tahu bahwa orang itu tidak berhubungan langsung dengan Arka?" Rio masih penasaran dengan analisis Arya yang masih belum ia selesaikan.


"Benar, orang yang tidak pernah berhubungan langsung dengan Arka. Karena Arka tidak menelpon kita padahal dia mungkin sedang berada dalam Ambulan itu. Arka pasti tidak mengenalnya." Arya mengungkapkan hal yang begitu rumit namun cukup untuk di pahami. "Jika kau ingin mengejar ambulannya belok lah sebelah kiri!" Arya menunjukan jalan pintas untuk mengejar Ambulan itu.


"Kau memang benar, Arka tidak menelpon dan memberitahu siapa yang menjadi korban pembunuhan itu dan mengapa dia masih berada di dalam Ambulan padahal ia tidak mengenalnya?" Rio teringat akan sesuatu. Arya melihat Rio mulai memahami sikap Arka yang tidak menelpon mereka karena ia memiliki Alasan yang kuat akan hal itu.


"Kau benar, Korbannya adalah...

__ADS_1


Disisi lain Arka berada di dalam Ambulan sambil bersembunyi karena ia takut diusir oleh orang yang membawa jasad korban ini.


Namun sebelumnya Arka sudah melihat wajah pria tua yang menjadi korban tersebut. Walaupun Arka sama sekali tidak mengenalnya, namun ada satu hal yang membuatnya sangat terganggu. Orang tua ini mirip sekali dengan wajah orang yang pernah Arka suruh untuk meminum racun, yakni Guntur.


Arka menyimpulkan analisis tebakan Arya pada kasus ini, Bahwa pria yang sudah mati ini adalah Orang tua dari Guntur Gumelar? tanda tanya besar bagi Arka. Bukan dia bukan orang itu. Wajah keluarga Gumelar memiliki wajah yang sedikit mirip dalam kepala Arka terus menganalisis siapa orang yang ada di hadapannya ini.


Salah satu petunjuk besar yang tertinggal adalah soal Bryan Gumelar. Arka tidak bisa begitu saja asal menebak siapa orang yang menjadi korban ini, tetapi Arka harus memastikan bahwa Ambulan ini juga tidak memiliki hal yang mencurigakan yang lain.


Arka mencoba mengirim pesan pada Arya. namun sayangnya. Ambulannya sudah terhenti di suatu tempat, atau dengan kata lain sudah sampai di tempat tujuan.


Para suster langsung membukakan pintu mobil ambulan itu, untuk bersiap dia bawa keruangan Autopsi untuk mendapatkan identitas jelasnya. Karena wajahnya tidak begitu jelas karena lebam-lebam bekas pukulan yang membuatnya tidak teridentifikasi.


Ketika salah satu suster itu hendak menurunkan jenazah itu. Tidak disangka suster itu menemukan Arka yang sedang bersembunyi di dalam mobil ambulan itu.


Arka melihat pria itu dengan wajah yang bertanya-tanya sambil menaikan salah satu alisnya. Pria itu pun mengerti, ia membuka maskernya dan memperlihatkan wajahnya. Ternyata orang itu adalah Alex Rudiantara yang merupakan kakak dari Guntur Gumelar.


Namun Arka masih tidak mengenalnya, Pria itu menyuruh suster yang lain untuk segera membawa jenazah itu pergi keruangan Autopsi. Merekapun menurut dan langsung membawa lari jenazah itu.


"Siapa kau? Jangan sok kenal dengan ku." Arka mulai menunjukan wajah dingin yang datarnya itu untuk memenangkan Aura dominasinya, supaya membuat pria itu takut padanya.

__ADS_1


Namun sesaat setelah itu, Rio dan Arya datang tepat pada waktunya. Rio menangkap Arka yang sedang berbicara dengan Alex Rudiantara dan memberi hormat kepada Alex.


Arka benar-benar tidak mengerti situasinya. Bahwa walaupun berbeda nama keluarga tetapi tetap saja Alex berasal dari keluarga utama.


"Ternyata Kak Alex yang membawa ambulannya, aku bisa tenang sekarang." Rio mengucapkan banyak terimakasih pada Alex.


"Jadi apa kau mengenali siapa pria yang menjadi korban itu?" Alex bertanya pada Rio. Melihat sepertinya Rio sudah mendapatkan jawabannya.


"Benar! Bagaimana jika Arya yang menjelaskan hasil analisisnya." Rio yakin seratus persen jika jawabannya kali ini adalah benar karena mereka saling bekerja sama untuk memikirkannya.


"Sebelumnya saat kami berkendara mengejar mobil ambulan paman, saat aku tidak mengetahui siapa pria yang menjadi korbannya itu. Tapi aku punya keyakinan pria ini sebenarnya sedang meminta bantuan pada Mikael dengan menemuinya namun karena ia sedang sakit keluarganya tidak mengizinkannya lalu ia pergi sendiri sambil menulis alamat kantor AngelTech dan AngelFarmasi.


Di tengah perjalan sepertinya ada seseorang yang menghalanginya dan memukuli korban dengan benda-benda tumpul hingga membuat wajah korban babak belur dan penuh dengan bekas lebam.


Karena penyakitnya sangat kronis ia tidak bisa menahan pukulan yang ia terima, setelah selesai orang itu memukuli supir taksi dan pria itu. Ia hendak pergi ke kantor polisi untuk mengantarnya pergi ke alamat yang ia tulis sebelumnya. Namun naas ajalnya sudah datang menjemputnya.


Itu sebabnya tidak ada barang identitasnya karena semuanya tertinggal didalam taksi itu, tapi setelah mendengar cerita dari Paman Rio, aku yakin jika Korbannya ini adalah Kakek Septian Gumelar yang merupakan Ayah dari Bryan Gumelar yang sudah pergi berkhianat dari keluarganya sendiri." Arya berhasil menyimpulkan analisisnya, tapi sebelum itu Alex terlebih dahulu memberikan tepuk tangan untuk Arya.


"Kau sangat pintar, memang benar aku pun berpikir begitu saat pertama kali melihatnya. Walaupun aku tidak terlalu dekat dengan keluarga Gumelar satu hal yang pasti adalah orang baik yang pernah memberiku sebuah permen ketika pertemuan mafia keluarga Gumelar untuk pertama kalinya adalah paman Septian.

__ADS_1


Aku mendengar dari bintang jika Ayahnya kabur dari rumah. Padahal kondisinya sedang tidak memungkinkan. Awalnya bintang mencoba menghubungi Guntur tetapi seperti yang kau tahu Guntur sedang di rawat.


Oleh karena itu aku sebagai kepala dokter dirumah sakit ini berani berpura-pura menjadi supir Ambulan ketika salah satu rekanku yang menemukan mayatnya terlebih dahulu." Alex menjelaskan alasan mengapa ia memberikan tepuk tangan Arya yang tepat menebak siapa korbannya itu.


__ADS_2