ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
100. KE MALL BERSAMA ELIN.


__ADS_3

Setelah melakukan pertarungan yang sangat dasyat akhirnya keduanya terkapar diatas pembaringan.


Aldo mengusap lembut wajah Gisel yang di penuhi bulir bulir keringat dengan telapak tanganya.


"Trimah kasih Sayang" ucap Aldo yang memandang lekat wajah Gisel.


"Trimah kasih untuk apa! balas Gisel Al.


"Karna Kamu sudah mau mengandung buah hati Kita," balas Aldo sembari menutup tubuh Gisel dengan selimut berbulu.


"Sama Sama yayangKu" ucap Gisel sembari tersenyum.


"Yayang panggilan baru buat Kanda ya" ucap Aldo sembari duduk menghadap kearah Gisel yang sedang terbaring.


Gisel mengangguk pelan sembari tersenyum kearah suaminya itu.


"Kalau begitu! kita ulangi sekali lagi untuk merayakan gelar baru itu untuk Kanda gimana?" ucap Aldo tersenyum mesum kepada Gisel.


Gisel yang mendengar ucapan Aldo sontak kaget dan segera berdiri dari pembaringan.


"Awas saja kalau Kamu berani! Aku akan menyentil ubur uburMu itu hingga berubah menjadi landak laut" ucap Gisel sembari menggeleng gelengkan kepalanya dan masuk kedalam bilik kamar mandi.


Aldo hanya terdiam sambil menggaruk garuk kepalaya yang sama sekali tidak terasa gatal.


Tidak lama kemudian, Gisel yang selesai melakukan ritual mandinya dan sudah berpakaian lengkap duduk di depan meja rias sambil menyisir rambutnya.


Aldo yang baru keluar dari bilik kamar mandi segera mendekatinya dan memeluknya dari belakang.

__ADS_1


"Sayang hari ini Kamu dirumah saja ya! Kamu tak usah kemana mana. Semua kebutuhanMu bilang saja ke para pelayan supaya menyiapkanya untukMu" ucap Aldo sambil berjongkok di depan Gisel.


"Alimuddin ..Ee maksud Aku Al! Aku tidak bisa Kalau tidak melakukan aktifitas dalam sehari, Tubuhku rasanya kaku dan pegal pegal bila tidak mengeluarkan keringat dalam sehari" ucap Gisel sambil membelai lembut rambut Aldo yang sedang duduk di lantai sambil memegangi kedua tanganya.


"Tapi sayang, Kanda tidak mau kalau Kamu sampai kecapeaan apalagi Kau sedang hamil muda.Kanda takut Kamu dan bayi kita ada apa apa nantinya" ucap Aldo seolah olah memelas agar Gisel tidak usah melakukan apa apa di Mension.


"Kamu terlalu berlebihan sayangKu, Aku bisa jaga diri kok dan bila Aku capek nantinya to, Aku bisa istirahat" balas Gisel sambil mengusap lembut wajah Aldo.


"Tapi Sayang....." ucap Aldo terpotong karna Gisel langsung bangkit dari tempat duduknya dan menariknya untuk berdiri.


"Tidak ada tapi tapian! Cepat berpakaian pasti secretaris Joni sudah sedari tadi menungguiMu dibawah. Dan ini pakaianMu, semua sudah Aku rapikan Kamu tinggal memakainya saja paham" ucap Gisel menyerahkan baju serta celana kantor buat Aldo yang sudah Ia setrika.


Aldo hanya mengangguk dan segera memakai pakaian kebesaranya.


Tidak lama kemudian keduanya keluar dari dalam bilik dan melangkah menuruni tangga


Aldo tak henti hentinya memegangi tangan Gisel. Pria itu benar benar takut kalau Istrinya sampai ada apa apa.


"Pagi Bu" ucap Aldo dan Gisel bersamaan.


"Pagi sayang" balas Elin tersenyum menyambut mereka berdua.


Aldo menarik kursi buat Gisel sembari mempersilahkanya duduk.


"Silahkan duduk Tuan putri" ucap Aldo sambil membungkukkan badanya.


"Trimah kasih sayang" ucap Gisel sambil mendudukkan tubuhnya diatas tempat duduk.

__ADS_1


"Iii...so sweet! ucap Elin begitu gemas melihat tingkah anak dan menantunya di pagi itu.


Gisel dan Aldo sontak tertawa terbahak bahak mendengar ucapan Elin.


Setelah kepergian Aldo, Elin dan Gisel menuju ke taman belakang rumah. Ke dua wanita cantik duduk di bangku panjang sembari mandangi bunga bunga yang sedang bermekaran ditaman pagi itu.


"Nak bagaimana kondisiMu! apa Kamu masih mengalami mual dan sakit kepala?"ucap Elin sambil berpaling kearah Gisel.


"Iya Bu! Gisel masih sering mual dan kadang pusing tiba tiba menyerang" balas Gisel.


"Itu wajar Nak! Lambat laun semua itu berakhir seiring berjalanya waktu. Jadi, Kamu nikmati saja, Ibu yakin Aldo bisa menjagaMu serta menjaga buah hati Kalian" ucap Elin sembari memegangi pundak Gisel yang sedang diduk di sampingnya.


"Trimah kasih Bu atas nasehatnya" ucap.Gisel sembari memeluk tubih Elin.


Elin yang mendapat pelukan dari Gisel tersenyum sambil mengusap usap punggung menantunya itu.


Lama mereka terdiam ditanaman itu hingga Elin melepas pelukanya.


"Nak bagaimana kalau Kita pergi berbelanja? mumpung hari ini Ibu lagi fit dan tidak ada kegiatan diluar jadi,seharian kita bisa bermanja manja di Mall.bagaimana menurutMu!"Kata Elin pada Gisel.


"Mau belanja apa juga Bu! semua kebutuhan Gisel sudah tersedia di dalam Mension. Mubazir juga membuan uang dengan hal yang tak penting" balas Gisel.


"Kamu ini, punya suami kaya Kamu saja masih irit! uang Aldo tu tidak akan habis walau kamu belanja seluruh isi dalam MAll jadi, kenapa harus kamu tahan tahan" ucap Elin sedikit mengerutkan dahi berkerutnya.


"Bukanya begitu Bu..." ucap Gisel terpotong karna Elin sontak menariknya bangkit dari tempat duduk.


"Ayo pergi Ibu tak mau Kamu menolak! Lagian Ibu mau belanja susu buat Kau dan calon cucu ibu agar nutrisinya dan nutrisiMu terpenuhi. Kan Aneh, istri milyader yang terkaya dan tersohor dikota ini terkena busung lapar hi hi hi..." ucap Elin tertawa kecil sambil menarik pergelangan tangan Gisel meninggalkan taman itu.

__ADS_1


Gisel hanya pasrah mengikuti langkah Elin menuju kearah pintu keluar.


👉tinggalkan jejak ya teman teman ..mulai dari like,coment ,vote dan rate bintang 5 trimah kasih.


__ADS_2