ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
97. HADIAH NASI GORENG.


__ADS_3

Aldo melangkah mendekati Sang koki dan merampas wajah yang ada di tanganya.


"Cepat kemarikan padaKu" ucap Aldo sambil menarik gagang wajan yang sedang di pegang oleh Sang Koki.


Koki itu hanya terdiam mematung di tempatnya sambil matanya memandangi Aldo yang melangkah mendekat kearah kompor gas.


"Cepat kemari dan nyalakan ini untuKu! setelah itu siapkan bahan bahan yang dibutuhkan untuk membuat nasi goreng aneh itu" ucap.Aldo sambil menunjuk kearah kompor gas yang ada di hadapanya.


"Baik Tuan" ucak Sang Koki dengan langkah lebar menuju kearah Aldo.


Setelah api kompor sudah menyala, Koki tersebut langsung menyiapkan bahan bahan yang dibutuhkan untuk membuat nasi goreng dan tak lupa Ia mengambil terasi seperti keinginan Aldo.


"Semua sudah siap Tuan, Anda boleh memulainya sekarang!" Ucap Sang koki sambil meletakkan semua bahan di samping kompor gas.


Aldo tanpa bertanya, langsung menuang nasi terlebih dulu kedalam wajan penggorengan.


"Tuan itu salah! harusnya minyak dulu baru bumbunya setelah bumbu dirasa sudah harum baru nasinya" ucap Sang Koki mengajar Aldo yang betul betul para dalam hal memasak.


"Kau bilang Aku salah! hay ingat posisiMu. Kau itu bawahan dan Aku majikanya. kau masih ingat bukan peraturan yang pernah Aku buat, bukan Cuman untuk pelayang di Mension ini melainkan semua karyawan yang ada di perusahaan yang jumlahnya ribuan itu"ucap Aldo memplototin Sang Koki hingga membuat Koki tersebut mengangguk pelan dan tertunduk karena takut oleh tatapan Aldo.


"Bagus kalau Kau paham! Kalau sampai Nyonya muda menyukai masakanKu maka siap siap Kau angkat kaki dari sini" ucap Aldo membentak Sang Koki.


"Loh kok bisa seperti itu Tuan" ucap Sang Koki sambil mengangkat kepalaya yang tadinya menunduk.

__ADS_1


"Bisa saja Karna Aku bosnya! Aku yang akan memasak setiap hari untuk istri tercintaKu itu" ucap Aldo tersenyum sambil menuangkan minyak kedalam wajan yang sudah di isinya dengan nasi.


Sementara itu Gisel yang berada Jauh dari mereka tersenyum melihat Aldo. Lelaki kasar dan Arogant yang dulu pernah menyiksanya rela untuk melakukan keinginan konyolnya.


"KandaKu pokoknya the bestlah! betul kata Ibu, kalau Aldo sudah banyak perubahan semenjak kedatanganKu. Ia sudah tidak lagi kasar denganKu dan sifatnya sudah sangat lembut dan penyayangKu! Terimah Kasih Tuhan di balik penderitaanKu selama ini, Kau menyisahkan kebahagian dengan memberiKu suami Tampan, Kaya, dan baik hati."ucap Gisel tersenyum dan duduk di kursi meja makan sambil matanya tak lepas ke arah Aldo yang sibuk mengaduk nasi goreng dalam wajan.


Tak lama kemudian Aldo datang dengan membawa nampan berisi nasi goreng dan segelas air putih.


Wajahnya yang penuh dengan keringat tidak mengurangi ketampananya.


Aldo mendekat kearah Gisel sembari tersenyum lebar dan meletakkan nasi goreng tersebut diatas meja pas di depan Gisel.


"Silahkan dinikmati Tuan Putri" ucap Aldo menunduk sambil menjulurkan tanganya kearah nasi goreng mirip pelayan Istana mempersilahkan ratunya untuk makan.


Gisel cengegesan melihat tingkah konyol Aldo padanya.


"Baik Tuan Putri kesayanganKu" ucap Aldo sambil duduk di samping Gisel.


Bukannya Makan, Gisel malah mengambil tissu yang terletak diatas meja dan melapi keringat Aldo yang bercucuran di wajahnya.


Aldo tersenyum dan membiarkan Gisel mengusap usap wajahnya dengan tissu.


"Sayang Kau makanlah! SuamiMu ini sudah membuatkanMu nasi goreng terasi termahal, terenak dan teraneh sempanjang sejarah pernasi gorengan" ucap Aldo memegangi tangan Gisel yang sibuk melap keringatnya.

__ADS_1


Gisel mengangguk dan membuang tissu ke arah tempat sampah yang ada di ruangan itu.


Matanya melotot ketika melihat nasi goreng yang baru dibuat oleh Aldo.


Bagaimana tidak nasi goreng termahal dan terenak kata Aldo barusan sudah tidak masuk dalam Kreterianya. Kalau teraneh ya pastinya.


Gisel mengambil sendok yang di letakkan Aldo diatas nampan bersama dengan garpunya.


Perlahan lahan Gisel menyendok nasi goreng yang ada dalam mangkok tersebut dan mencicipinya.


Gisel memplototkan matanya membuat Aldo mengeryitkan dahinya.


"Enak bukan sayang!"ucap Aldo dengan bangga.


"Enak saja dari pada tidak ada" ucap Gisel cuek sambil menyendok kembali nasi Goreng dalam mangkok kecil itu dan memasukkan kembali kedalam mulutnya.


"Ah kau ini! Aku sudah cape cape membuatkanmu nasi goreng malah penilaianMu biasa biasa saja" ucap Aldo sedikit sedih.


"Idi ngambek! Kau tau nasi goreng buatanMu ini adalah nasi goreng ter enak yang perna Aku makan. Tadi itu Aku cuman bercanda Sayang" ucap Gisel melepas sendok dan garpu dari tanganya dan mencubit pipi Aldo dengan gemas.


Kembali senyum Aldo mengembang karna mendapat perlakuan manis dari Gisel.


"Kalau enak Dinda cium dong sebagai hadiahnya"ucap Aldo

__ADS_1


"Cup" sebuah ciuman mendarat di pipi Aldo hingga pria itu tersenyum bahagia mendapat hadiah spesial dari istrinya.


đŸ‘‰semangat terus ya beri like,coment dan vote...trimah kasih.


__ADS_2