
Wanita cantik tapi bar-bar, Siapa lagi kalau bukan Melly!. Gisel menghubungi Melly dan menyuruhnya menghubungi pihak berwajib agar Aldo dan Jhony tidak mengotori tangan mereka berdua untuk menghabisi Hambali, Tina dan seluruh anak buahnya.
"Pak polisi bereskan mereka semua." ucap Melly melangkah mendekat kearah Gisel dan Bi Nining.
"Lepaskan Aku, Aku tidak bersalah! Semua ini salah tua bangka itu." ucap Tina meronta ingin melepaskan diri dari borgolan polisi yang sudah terpasang di kedua pergelangan tanganya sambil menunjuk kearah Hambali yang juga sudah sedari tadi terborgol.
"Diamlah, penjahat sepertimu tidak usah memerintahkan kami. Kamu itu sampah masyarakat yang harus dibina agar bisa menjadi manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa." balas pak polisi sambil menarik pergelangan tangan Tina menuju kearah pintu keluar dan meninggalkan tempat itu.
Seluruh anak buah Tina serta Tony juga terbawa oleh polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka.
Polisi yang ingin membawa Hambali terlihat berhenti sejenak melihat Hambali mengatupkan tangannya yang terborgol di depan dada. Hambali meminta sedikit waktu ke pada polisi yang sudah siap menyeretnya mengikuti kelompok Tina tadi.
"Boleh, tapi hanya lima menit saja!." ucap Pak Polisi sedikit tegas pada Hambali.
"Trimah kasih banyak Pak." ucap Hambali dengan wajah berseri-seri sambil menundukkan kepalanya kepada Polisi tersebut.
Kembali semua yang hadir disana tercengang melihat perubahan Hambali. Manusia yang tidak perna menundukan kepala kepada orang itu, kini terlihat lemah dan bertutur kata sopan. Sungguh bukan kepribadian Hambali yang sesungguhnya bukan?.
Hambali mendekat kearah Gisel. Pria parubaya itu sejenak memandangi Gisel kemudian menjatuhkan dirinya. Pria parubaya itu terlihat berlutut dan berbersujud di hadapan Gisel.
"Nak, maafkan Aku! mungkin maaf ini sudah tidak ada gunanya lagi bagimu.Tapi dengan kerendahaan hati semua ucapaku yang dulu kulepas. Haram yang dulu bagimu sudah ku halalkan bagimu sekarang. Dan Aku mohon Haram bagiku kiranya halalkankan juga untukku mulai hari ini." suara Hambali sedikit parau dan masih dalam posisi bersujud.
Derai air mata Hamali bercucuran membasahi lantai. Penyesalan pria parubaya itu terlihat sangat tulus sehingga membuat orang-orang disana turut meneteskan air mata.
Gisel hanya diam. Rasa sakit hati atas perlakuan Hambali kepada Ibunya dan juga dirinya membuatnya dilema.
__ADS_1
Rasa Dendam dan sakit hati pada papa kandungnya itu terhapus sedikit demi sedikit setelah melihat penyesalan begitu mendalam pada orang yang selamai ini sudah menyakiti Ibunya dan juga dirinya. Penyesalan Hambali membuat Gisel iba seolah-olah sudah mematahkan semua kebencianya setelah melihat Hambali berlutut dan bersujud di hadapanya untuk memohon ampun.
" Berdirilah, jangan berbuat seperti ini. Aku tidak mau orang- orang mencapku sebagai anak durhaka. Asal Anda tulus Aku akan mencoba melupakan semua apa yang Anda lakukan pada Ibuku dan juga padaku dulu. Karna memaafkan orang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu proses panjang agar luka dalam hati bisa sembuh walau tidak sepenuhnya utuh." ucap Gisel memagangi pundak Hambali dan sedikit mengangkatnya agar pria parubaya itu berdiri.
Hambali segera mengangkat kepalanya setelah mendengar ucapan dan sentuhan tangan Gisel.
Hambali bangkit dengan deraian air mata. Ia terlihat sangat menyesal telah membuang sebuah berlian dan memelihara benalu di rumahnya selama bertahun-tahun lamanya.
"Trimah kasih Nak, Papa berjanji padamu, papa tidak akan mengulang kembali kesalahan fatal seperti kesalahan papa pada Ibumu dan juga pada dirimu dulu." ucap Hambali dengan mata berkaca- kaca memandang kearah Gisel.
Gisel hanya tersenyum kepada Hambali membuat pria parubaya itu ikut juga tersenyum.
"Pak! waktu Anda telah habis, sekarang mari ikut kami ke kantor polisi untuk memberikan keterangan." ucap Pak polisi memegangi lengan Hambali.
Hambali hanya mengangguk pelan.
Gisel memandang kearah Aldo dan disambut senyuman manis dari pria itu.
Pak Polisi segera membawa Hambali menuju kearah pintu keluar. Baru beberapa langkah kakinya di ayun, Hambali kembali berhenti setelah mendengar suara dari belakang.
"Papa! jaga diri papa baik baik." ucap Gisel pada Hambali membuat pria parubaya itu mengangguk tanpa menjawab dan meneruskan langkahnya kembali ke arah pintu keluar bersama pak polisi yang tadi memborgolnya.
Aldo,Gisel, Jhony, Melly , Bi Nining dan semua orang dalam ruangan itu ikut keluar mengantar kepergian Hambali, Tina dan juga anak buahnya menuju kantor polisi.
Dewi yang baru saja tiba di tempat itu menggunakan mobil seketika megerem mendadak mobilnya ketika melihat Mamanya dibawah oleh mobil polisi.
__ADS_1
Gadis itu keluar dari dalam mobil dan berlari mengejar Mamanya yang sudah mulai meninggalkan tempat itu.
"Mama! " teriak Dewi yang terus berlari tanpa peduli dengan situasi yang ada di sekitarnya.
Tapi naas sakin fokusnya mengejar mamanya Dewi tidak melihat kalau sebuah kendaraan melaju kencang dari arah samping dan ......
"Dewi.........." Teriak Gisel ingin berlari tapi segerah di peluk Aldo dari belakan.
"Al ...Dewi .... Al" ucap Gisel menangis sambil memutar balik tubuhnya memeluk suaminya.
Orang-orang berlari menghampiri Tubuh Dewi. Ada yang menutup matanya ada pula yang menutup mulutnya setelah melihat keadaan tubuh Dewi.
Kepalanya hancur, dan sebagian besar tubuhnya sudah tidak berbentuk lagi. Sudah di pastikan kalau Gadis belia itu tinggal kenangan.
"Jhony... urus pemakamanya segera." perintah Aldo pada Jhony.
"Baik Tuan" balas Jhony dan sedikit berlari ke tempat kejadian perkara.
"Kanda.....Sakit." ucap Gisel meringis kesakitan sambil memegangi perutnya.
"Kamu kenapa Dinda..." balas Aldo begitu prihatin melihat keadaan Gisel yang terus saja meringis kesakitan.
"Tuan, Nyonya sudah mau melahirkan. Cepat kita bawa dia di kerumah sakit." ucap Bi Nining yang sudah melihat tanda tanda kalau Gisel akan melahirkan.
Aldo tanpa bicara lagi segera mengangkat tubuh kecil Gisel dan melarikannya menuju kearah mobil diikuti Bi Nining dan Melly di belakangnya.
__ADS_1
👉tetap beri like, coment, vote dan rate bintang lima ya ..trimah kasih....