ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
61. MAK LAMPIR.


__ADS_3

Mereka berdua melangkah dengan Angkuh ke menuju Ruang Audisi .


Tanpa mengetuk pintu terlebih dulu mereka langsung nyosor saja kedalam ruangan.


"Maaf Nyonya! sekiranya ketuk pintulah terlebih dulu sebelum masuk kedalam ruang ini! Apa Nyonya tidak membaca ada tulisan besar di balik pintu selain saff di larang masuk" ucap Dion pria gemulai yang baru dua hari bekerja di stasion televisi itu.


Tina memandang kiri dan kanan Ia mewanti wanti kalau kalau ada seseorang yang merekamnya secara sembunyi sembunyi yang bisa merusak citra baik suaminya dan keluarganya. setelah merasa aman Tina langsung meraut kedua kerah baju milik Dion.


"Jadi yang kau maksud barusan kami ini tidak punya tata krama ah! Ingat saham suamiku disini cukup besar di perusaaan ini jadi kami bebas melakukan apa saja di tempat ini semau dan seingin kami, Maka itu jangan coba macam macam denganKu atau kusentil Kau keluar dari tempat ini" ucap Tina sambil mendorong Tubuh gembul Dion ke belakang


Mendengar ada keributan salah seorang staff disana segera berlari dan melerai mereka berdua.


"Maafkan Dia Nyonya Hambali! Dia pekerja baru disini dan belum tau siapa Anda sebenarNya" ucap Ani salah satu staff disana sambil menundukkan kepala.


"Woy kalau cuma pegawai rendahan lihat lihat dong dengan siapa Kau berhadapan! bukanya asal nyosor saja" ucap Tina memandang sinis kepada Dion.


Dion tertunduk lesuh Ia sudah tidak berani lagi menatap kearah Tina dan Dewi lagi.


"Dan Kau coba tunjukkan dimana ruangan para juri belagu itu! mereka benar benar membunyikan genderang perang kepada keluarga kami" ucap Tina menekan kata keluarga karna makna didalamnya menyangkut nama suaminya.


Ani sedikit mengkerutkan dahinya dan kembali menatap kearah Tina.


"Maaf sebelumnya Nyonya untuk Apa Anda menemui para juri lagi sedangkan keputusan final sudah tidak bisa di ganggu gugat kecuali pemenang mau memberi kuasa pada ranner up " ucap Ani sedikit berani karna Ia tau sang pengusaha yang mengadakan Audisi kali ini bukan orang sembarang Ia benar benar membutuhkan model yang natural dan bukan dari hasil tekanan sani sini.


"Kau juga berani menentangku! Menyingkir atau kupastikan hari ini kau tidak ada lagi di kantor ini! Paham" ucap Tina kembali mendorong Ani sama seperti yang dilakukan kepada Dion tadi.


Ani hanya terdiam dan tak berani menghalangi langkah Tina menuju ruang para juri.


"Sombong sekali! Semoga Tuhan mebunjukkan lawan yang setara dengan orang sombong kayak Dia" ucap Dion danmendekati Ani sambil mengelus pundaknya untuk memberikanya semangat.

__ADS_1


Tina terus melangkah ke menuju kamar kecil tapi masih ada dalam ruangan itu.


kamar kecil itu di khususkan untuk para juri merundingkan hasil penjurianya.


Tina kembali mendobrak pintu tersebut tanpa mengetuknya terlebih dulu.


Semua juri yang lagi santai menikmati secsngkir kopi dibuat kaget olehnya.


Plack........


"Coba katakan siapa yang berani memberi hasil keputusan seperti itu?"ucap Tini sambil megebrak punggung meja.


Para juri terdiam ...seperti sapi yang di tusuk hidungnya satu satu ! mereka benar benar takut dengan Mak lampir yang ada di hadapannya saat itu.


Melawan atau membangkang siap siap saja angkat kaki dari kantor itu ya jalan satu satunya diam atau berbicara lembut seperti yang di lakukan Andy ini.


Bukannya mengiyakan Tina malah berkacak pinggang di depan mereka.


"Aku tidak mau duduk berdampingan dengan kaliian kalian ini! Cepat ubah hasil keputusan penjurian kalian atau ...?kalian tau sendiri kan maksud Aku! " ucap Tina begitu sombongnya di hadaan para juri.


Para juri saling bertatapan satu dengan yang lain ada yang mengkerutkan dahinya dan ada juga yang mengedip ngepipkan bahunya.


"Maaf Nyonya kalau itu kami tidak bisa! Disebabkan CEO perusahaan itu hanya mencari karakter seperti pemenang Audisi bukan kayak karakter yang di miliki Dewi anak Nyonya" ucap Andy mengumpulkan segala keberanianya.


"Mam ...pokoknya Aku yang harus membintangi iklan itu" rajut Dewi dibahu mamanya.


"Tenanglah biar Mam yang urus ..." ucap Tina dengan wajah seramnya.


"kalian sekarang berani menentangKu ya ?...oke kalau begitu ..Aku akan menelpon suamiKu supaya kalian semua di pecat dan kupastikan tidak ada lagi stasiun televisi yang mau menerima kalian! ucap Tina dengan wajah angkuhnya.

__ADS_1


Kembali para juri dibuatnya gemetar...


"Oke silahkan telpon Tuan Hambali! ... kami tidak akan takut! Anda mau tau! karna orang yang berdiri di belakan kami sekarang ini adalah orang terkuat di kota ini suami Anda sendiri pasti takut juga dengan Beliau" ucap Andy kini memukul genderang perang buat Tina.


Tina memplototkan matanya kata kata Andy membuatnya kurang darah seketika.


"Siapa Orang yang kau maksud itu" ucap Tina sedikit mengurangi nada suaranya.


Andy tersenyum sinis dibuatnya


"Ternyata Nini pelet ini ada juga kelemahanya"ucap Andy dalam hati.


"Beliau tidak mau menyebutkan Namanya!kalau Anda tidak percaya coba saja Anda tanya langsung kepada Tuan Hambali saya pastikan beliau kali ini tidak bisa berbuat apa apa " balas Andy dengan wajah kemenangan baru kali ini Ia memukul telat kepada Tina si Nyonya sombong itu.


"Terus bagai mana caranya supaya anak saya ini bisa membintangi Iklan besar itu " ucap Tina mulai melemah


Kembali para juri dibuatnya terperagah, sunggu nyali yang yang dimiliki Tina tidak bisa surut begitu saja untuk mendapatkan keinginanya.


"Hanya ada satu cara ..kalau sang pemenang dengan relah hati menyerahkan gelarnya kepada runner up yaitu Dewi anak Nyonya" balas Andy .


Nampak senyum sumrigai terpancar di bibir anak beranak itu, entah kelicikan apa lagi yang ada di otak kedua rubah betina itu.


"Terus dimana saya bisa menemui penenang Audisi itu" ucap Tina di lembut lembutin.


"Dia ada di ruang make up ...sebentar lagi Dia akan melakukan pemotretan jadi Anda bisa menemuinya disana" balas Andy.


Tanpa berpikir panjang lagi mereka berdua keluar dari tempat itu dan menuju ruang make up.


👉😱 upnya sudah panjang bukan...Na silessurang ogiku dan teman reman di seluruh indonesia silahkan like, vote ,coment ,favorite dan rate bintang 5 supaya novel ini naik juga seperti novel novel yang lain dsn membuat Author lebih semsngat menulis ...trimah kasih.

__ADS_1


__ADS_2