
Gisel belajar dengan tekun. Apa yang Ia tidak ketahui Ia tanyakan pada Aldo Atau Jony.
Sehingga membuat Aldo dan Jony merasa puas dengan keinginan tinggi Gisel untuk belajar tentang managemen perusahaan.
Tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 12 Siang.
Aldo segera menutup layar laptop kerjanya dan berjalan mendekat kearah Gisel.
"Ayo makan dulu, Entar kita lanjutin lagi" ucap Aldo memegang punggung Gisel yang sedang asyik menatap layar laptop yang di sediakan Aldo khusus buat Gisel untuk belajar.
"Dikit Lagi Al " ucap Gisel yang terus memandang kearah layar laptop tanpa mempedulikan Aldo yang berdiri di belakangnya saat itu.
Aldo melangkah kedepan dan menutup layar laptop milik Gisel.
"Ayo makan kanda tidak mau Kamu sakit! Ayo kita ke kantin" ucap Aldo menarik tangan Gisel untuk berdiri dari tempat duduknya.
"Baiklah Tuan Aldo yang terhormat! Tapi tunggu Aku bereskan dulu meja kerja Saya" Ucap Gisel
"Tidak usah, biar si Jony yang melakukanya! Jony bereskan semuanya, setelah itu kamu ikut dengan kami" balas Aldo pada Gisel sambil memerintahkan Joni membereskan meja kerja yang baru digunakan oleh Gisel.
"Baik Tuan! Saya akan melakukanya sesuai dengan perinta Tuan" balas Jony dan dengan sigap membereskan meja kerja milik Gisel.
Tidak begitu lama kemudian, kini ketiganya melangkah keluar dari bilik itu dan melangkah menuju kearah kantin.
__ADS_1
Siang Itu kantin begitu ramai, para karyawan sedang menikmati makan siang mereka disana.
Dari arah pintu masuk, tampak Aldo, Gisel dan Jony melangkah masuk ke dalam kantin.
Semua mata memandang kearah mereka. bukanya apa apa baru kali ini, mereka melihat Aldo makan dalam kantin bersama dengan mereka.
Aldo terus melangkah masuk ke dalam salah satu ruangan kantin yang di khususkan buat CEO dan para petinggi perusahaan dan diikuti oleh Gisel dan Jony dari arah belakang.
Beda dengan ruangan di mana mereka lalui tadi. Di ruangan yang mereka tempati saat ini, terbilang sangan sepi cuman dua tiga orang saja yang sedang menikmati makan siangnya di sana.
Para pengunjung yang berada di dalam sana berdiri memberi hormat setelah melihat kedatangan Aldo.
Aldo hanya mengangkat tanganya menandakan supaya mereka duduk kembali dan menikmati makan siang mereka.
Setelah mendapat meja yang dirasa pas, Mereka bertiga pun duduk sambil melihat buku menu yang ada diatas meja.
"Saya mau sayur bening, ikan kering, sambel terasi, kerupuk serta teh manis" ucap Gisel yang sangat suka dengan menu ala ala kampung Gitu.
Aldo mengeryitkan dahinya. Semua pesanan Gisel tidak satupun yang masuk dalam kreterianya.
"Kamu harus makan makan bergizi supaya badanMu berisi tidak seperti kerupuk yang habis kena angin" Ucap Aldo yang sedikit mengeryitkan dahinya.
"Aku tidak biasa makan makanan yang aneh aneh. hanya makan seperti itulah yang selalu di bagi keluargaKu dulu padaKu jadi, sampai sekarang sudah jadi makanan favoriteKu" ucap Gisel yang memang dari dulu hanya makanan sepertu itulah yang sering di beri Ibu tirinya walau keluarga mereka terbilang kaya.
"Kalau begitu, Aku juga pesan yang Itu" ucap Aldo.
__ADS_1
"Tapi Al ! Aku takut Kamu tidak menyukainya" ucap Gisel merasa tidak enak kalau Aldo memesan makanya yang dianggapnya tidak akan sesuai dengan selera Aldo.
"Pokoknya, Aku mau yang itu titik! terserah dengan Si Jono Ee Joni"ucap Aldo yang sudah mantap dengan pesananya.
"Aku juga Ikut" ucap Jony singkat.
"Baiklah kalau kalian berdua setuju mari kita pesan" ucap Gisel.
Gisel memanggil pelayan yang sedari tadi berdiri di belakang mereka dan memberi cacatan pesanan mereka bertiga.
Tidak lama kemudian pesanan mereka pun tiba.
Aldo dan Jony saling bertatapan satu dengan yang lain setelah melihat makanan yang tersaji diatas meja
"Bagai mana! apa kalian berdua mau makan! Kalau tidak biar saya sendiri yang membereskanya" ucap Gisel sambil menyendok nasi, lauk pauk keatas piringnya.
Keduanya kembali terbelalak mendengar ucapan Gisel yang akan menghabiskan makanan yang tersaji diatas meja bila di hitung hitung bisa untuk 7 orang.
Gisel begitu lahap memakan makananya hingga kedua pria tampan itu ngiler melihatnya.
Aldo segera mengambil sendok nasi tetapi tangan Jony sudah mendahuluinya. Aldo segera memplototkan matanya ke arah Jony hingga rela tidak relah Jony harus melepaskan sendok yang nyata nyatanya sudah ada di genggamanya saat itu.
Aldo dan Joni melahap makanan diatas meja tanpa sisa sedikit pun hingga membuat mata Gisel terbelalak di buatnya.
"Dasar aneh! Tadi Malu malu sekarang malu maluin" ucap Gisel menggeleng gelengkan kepalanya melihat kedua pria itu yang masih terus menyantap makanan yang ada di depanya.
__ADS_1
👉masih tetap beri like, coment ,vote dan rate bintang 5 nya ya makasih.