
Seluru urat-urat wajah Hambali muncul di permukaan wajahnya karna merasa geram melihat poto yang ada di tanganya.
Tampak Tina dan Tony tertawa lepas dalam Foto tersebut sambil menciumi pipi seorang bayi perempuan berwajah mungil.
"Kurang ajar Kamu perempuan sialan. Ternyata kamu membohongiku selama ini. Dewi itu anak Kamu dan banjingan Tony." ucap Hambali meremas foto yang ada di tanganya dengan tatapan membunuh.
Lama Hambali terdiam di sana hingga, handpone yang dalam saku celananya bergetar.
Hambali menghempaskan foto yang ada di genggamanya, kemudian merogoh saku celananya dan mengeluarkan handphonenya dari dalam sana.
"Hallo ada apa kamu menelponku Tania, Kalau tidak ada hal yang penting jangan sekali-kali menghubungiku." bentak Hambali pada sekertarisnya.
"Maaf Tuan Hambali!, Saya menelpon Anda karna ada berita sangat penting yang harus Saya sampaikan kepada Tua. Coba Tuan nonton berita pagi ini!. Di semua stasion pertelevisian di negara ini, Sekarang sedang melakukan siaran langsung. Dan Tuan pasti kaget bila mendegar kalau perusahan Hambali grup dan saham yang Tuan miliki sudah berbalik nama atas nama Nyonya Tina." balas Tania sekertaris Hambali dari ujung telpon genggamnya.
"Apa...! kamu jangan bercanda. Atau kamu ingin Aku pecat dan semua fasilitas yang telah kuberi padamu akan Aku tarik kembali Ah!." bentak Hambali lagi pada Tania.
__ADS_1
"Ja...ngan Tuan! berita ini benar-benar terjadi. Coba saja Tuan menyalakan tivinya dan pasti Tuan bisa melihan sendiri pemberitaannya disana." balas Tania gugup mendengar ancaman dan kemarahan Hambali.
Tanpa menjawab, Hambali memutuskan sepihak sambungan telponnya dengan Tania dan berjalan mendekat kearah televisi yang ada dalam kamarnya itu.
Tidak lama kemudia tampak di dalam sana. suasana disebuah ruangan luas di penuhi kerumunan manusia berdasi dari berbagai kalangan. Mereka tidak sabar menunggu pelelangan saham dan penjualan perusahaan Hambali grup.
"Pagi semua, Saya harap teman-teman sekalian tenang. karna sebentar lagi pelelangan saham dan penjualan perusahaan Hambali grup akan segera di mulai. Jadi, kami selaku panitia penyelenggara pelelangan ini, mengharap kesediannya untuk menunggu sesaat kedatangan Nyonya Tina sebagai pemegan resmi perusahan terbesar no dua yang ada di kota kita ini yaitu Hambali grup."
Kurang lebih begitulah kira-kira kata sambutan seorang pria berdasi dalam layar tivi yang sedang ditonton Hambali saat itu.
Gemuruh teputangan pun terdengar memenuhi ruangan tersebut.
"Kurang ajar..!. Dasar perempuan laknat. ucap Hambali begitu marah dan melempar remove tivi yang ada di tanganya kearah layar Tivi yang masih menyiarkan siarang langsung pelelangan perusahaannya.
Hambali begitu geram. Wajah memerah, Hambali berlari keluar dari dalam kamar itu menuju arah pintu keluar rumahnya.
__ADS_1
Beberapa kali lelaki parubaya itu menabrak benda yang menghalangi jalanya tapi, ia tidak peduli lagi. Jatuh dan berdiri lagi itu sudah berapa kali ia lakukan tapi tidak membuatnya menyerah. Hingga Hambali tiba juga di depan mobilnya.
Hambali memasuki mobil mewahnya dan memutarnya terlebih dulu. Tidak lama kemudian mobil yang ia di tumpangi meluncur dengan kecepatan tinggi meninggalkan kediamanya menuju kantor pelelangan dimana pertaruhan perusahanya sedang berlangsung.
Sementara itu, di Gedung pelelangan. Tina tampak sedang memasuki gedung itu.
Dengan memakai gaun yang cukup mewah, perempuan parubaya itu melangkah bak artis papan atas di ekori beberapa bodyguard di belakangnya.
"Mari kita sambut! inilah dia, Nyonya Tina pemilik resmi perusahaan Hambali grup." ucap seorang master of ceremony (mc) di acara itu .
Gemuruh tepuk tangan pun memenuhi seisi ruangan itu menyambut kedatangan Tina.
Tina berjalan begitu anggun memperlihatkat senyumanya serta melambai-lambaikan tangannya kearah para tamu yang hadir disana.
Tina melangkah keatas mimbar dan disambut beberapa jabat tangan dari orang-orang yang ada diatas sana.
__ADS_1
Kamera terus saja menyorot kearah Tina. Hari ini Tina bak Ratu yang jadi incaran bagi para pemburuh berita di kota itu.
👉tetap beri like, coment dan votenya ya ..trimah kasih.