
Tidak lama kemudian pemotretan pun di Mulai.
Melly begitu lihat memperagakan aksinya.
Gadis cantik itu tidak ubahnya seperti model yang sudah profesional di bidang itu.
Gisel yang melihatnya begitu takjub terkadang Ia bertupuk tangan dan bersorai sorai sendiri di tempat duduknya, sedangkan Aldo yang berada disampingnya kalah itu cuma mengerutkan dahi dan terkadang ikut tersenyum dibuatnya.
"Coba lihat Tuan! Melly begitu anggun bukan ? filling Tuan Aldo benar benar tidak di ragukan lagi bila mencari seorang model" ucap Gisel sambil menarik narik jas milik Aldo tanpa sadar. Sedangkan pandanganya hanya tertujuh pada Melly yang di sorot dengan kamera.
"Kau mulai pandai merayuku dinda! ucap Aldo tersenyum tipis memandang kearah wajah Gisel. ingin sekali Ia mencium gadis itu tapi sayang mereka berada di keramaian.
"Apaan si dinda, kanda, dinda, kanda! Ucap Gisel penepuk bahu Aldo.
"Baiklah kalau kau tidak mau menyebutKu kanda semua pemotretan si Mellon itu akan Aku hentikan saat ini juga" ucap Aldo dan mengangkat bokongnya ingin berdiri dari sofa.
"Jangan jangan! Kanda ini suka sekali memaksa" ucap Gisel menarik kembali tubuh Aldo untuk duduk di tempatnya kembali.
"Gitu dong Dinda sayang" ucap Aldo sambil mencolek dagu milik Gisel.
Gisel malu malu sendiri di buatnya.
__ADS_1
Tidak lama kemudia pemotretan pun selesai, Melly dengan berlari lari kecil mendekat kearah mereka berdua.
"Bagaimana penampilanKu barusan" ucap Melly memegangi kedua tangan Gisel dengan penuh kegirangan dan melompat di tempatnya seperti ikan yang tidak kena air.
"Biasa saja!" ucap Aldo memotong.
"Ih....Kanda ini bukanya memberi semangat malah membuatnya down! ucap Gisel metatapi Aldo.
"Apa Kand.." ucap Melly gantung karna Gisel langsung menutup mulutnya dengan telapak tanganya.
Aldo tersenyum melihat kedua gadis yang sedang berdiri di hadapanya itu ada rasa bahagia ketika Gisel memanggilnya Kanda di depan orang lain.
"Baiklah Ayo kita pulang, Masih banyak urusan yang harus Aku selesaiin, bukan cuman urusin urusan Model umbul umbul ini" ucap Aldo sambil berdiri dari tempat duduknya.
"Tak usah dengarin Dia! Ayo kita pulang" ucap Gisel menarik tangan Melly meninggalkan Aldo yang masih berdiri di tempatnya.
Ketiganya sudah keluar dari gedung pencakar langit itu dan menuju ke kendaraan milik Aldo.
"Melly Kau ikut dengan kami ya? Aku takut anak buah Hambali masih ada di tempat ini! ucap Gisel ketika mereka sudah berada di depan mobil milik Aldo.
"Ah tidak! Aku tidak mau berbagi udara dengan Mellon ini di dalam mobil mewahKu ini" ucap Aldo begitu angkuh.
__ADS_1
"Ayo masuk " Ucap Aldo membukakan pintu untuk Gisel.
"Kenapa laki laki ini aneh sekali. Tadi Windy dia kasari sekarang Melly pun kena dampaknya! dasar aneh" ucap Gisel dalam hati.
"Tidak usah Gi, Aku naik taksi saja ya lagian arah kita berlawanan" Balas Melly mengusap punggung Gisel.
Gisel begitu pusing dibuat kedua orang yang ada di hadapanya saat ini, hingga tiba tiba senyum terpancar dari bibirnya.
Gisel kemudian menatap Aldo hingga membuat Aldo mengeryitkan dahinya.
Gisel melangkah mendekati Aldo dan mengayut manja di lengan kekar pria itu seperti yang di lakukan Windy kepada hambali tadi. Entah dari mana pikiran liarnya itu muncul.
"Kanda sayang! Biarkan Melly ikut ya! Dinda takut Melly ada apa apa bila iya pulang sendiri. Mengingat peristiwa tadi di dalam sana" ucap Gisel dengan Manja sambil menyandarkan kepalanya di lengan kekar Aldo.
Melly memplototkan matanya kedua tanganya menutup mulutnya. Ia benar benar tak yakin kalau yang di lihatnya itu benar benar sahabatnya.
Lain pula dengan Aldo, Iya bagaikan terbang di langit ketuju dengan di kelilingi bunga bunga bermekaran di sekelilingnya.
Tanpa ragu lagi kepalanya langsung di anggukan dan menyuruh Melly duduk di kursi penumpang sedangkan Ia menyetir mobilnya dan Gisel duduk di sampingnya.
Kini mobil sportnya di lajukan dengan kecepatan sedang membelah ramanya kota menuju ke kedaman Melly.
__ADS_1
👉 tetap beri like , coment, vote, dan Rate bintang Lima ya ..supaya author semangat upnya ...gratis kok trimah kasih.