
Canda tawa memenuhi ruangan pengunjung. Membuat para nara pidana sesat dapat melupakan segala beban mereka selama dalam masa binaan.
Zaky dan Ziko pandai sekali menghibur para nara pida, pengunjung serta staf rutan yang ada dalam ruangan itu dengan aksi menggemaskan mereka.
"Ayah! satu bulan lagi Ayah keluar dari tempat ini. Apa tidak sebaiknya Ayah tinggal bersama dengan kami saja di mension." ucap Aldo pada Hambali yang saat itu masih terus menjaili si kembar.
Hambali sesaat menghentikan bermainya dengan Zaki dan Ziko lalu menatap kearah menantunya itu.
"Nak terima kasih sebelumnya. Tapi Ayah mau memulai hidup baru bersama Nining. kami ingin membangun keluarga kecil kami tanpa harus menyusahkan orang lain." ucap Hambali menatap kearah Bi Nining sambil tersenyum.
"Ayah ini! Kami bukan orang lain, Kami ini anak-anak Ayah." ucap Gisel sedikit merasa sedih dengan ucapan Hambali.
"Bukan begitu maksud Ayah Nak. Ayah hanya ingin melupakan segala peristiwa masa lalu Ayah saja dan memulai dari awal hidup dengan perempuan yang benar-benar mencintai Ayah. iyakan sayang." ucap Hambali merangkul pundak Bi Nining.
Bi Nining hanya bisa tersenyum tanpa bisa berkata apa-apa sakin malunya di perlakukan seperti itu di depat Aldo dan Gisel.
"Baiklah kalau itu keinginan Ayah kami hanya bisa mendoakan yang terbaik kepada kalian berdua. Tapi Ayah harus memberi tahu kepada kami bila ada sesuatu hal yang Ayah dan Bi Nining butuhkan nantinya." ucap Aldo.
"Harus itu karna kalianlah keluarga kami yang tersisa." balas Hambali tersenyum dengan sedikit garis keribut di wajahnya.
"Bagaimana kabar Tina dan selingkuhanya itu. Apa mereka juga akan bebas seperti Ayah dalam tahun ini." lanjut Hambali menatap kearah Aldo dan Gisel secara bergantian.
"Menurut yang Aku dengar, Nyonya Tina depresi atas kematian anaknya sedangkan Tony harus mendekam selama 10 tahun karena polisi menemukan bukti baru atas kejahatanya." balas Aldo.
"Kasih juga. Tapi semua kejadian di balik itu pasti ada hikmanya." ucap Hambali dengan tatapan kosong.
Tidak lama kemudian keluarga Aldo pun meninggalkan tempat itu setelah sebelumnya mereka berpamitan dengan Hambali dan calon Ibu mertua mereka yaitu Bi Nining.
Aldo melajukan kendaraan sportnya menuju suatu tempat yang belum di ketahui oleh Gisel dan kedua putranya.
Aldo memarkirkan mobilnya di sebuah Villa besar miliknya. Lalu melanjutkan perjalanan mereka menggunakan sebuah kapal pesiar menuju sebuah pulau.
Ya benar pula kayangan. Pulau yang sengaja di hadiahkan Aldo pada Gisel untuk mengenang cinta mereka kelak.
Dari jauh sudah beberapa orang menyambut kedatangan mereka di dermaga.
__ADS_1
Mereka turun dari kapal pesiar itu lalu melangkah menuju sebuah taman yang ditumbuhi berbagai macam bunga dan dilengkapi sarana bermainan untuk anak-anak.
Zaki dan Ziko tidak henti-hentinya tertawa gembira dan saling mengejar satu dengan yang lain.
Aldo dan Gisel duduk di kursi panjang sambil memperhatikan kedua putra mereka yang tidak jauh dari tempat mereka bermain saat itu.
"Sayang apa tidak sebaiknya kita umumkan pernikahan kita supaya semua orang dalam kota ini mengetahui kalau kamu itu adalah istriku." ucap Aldo sambil merangkul tubuh Gisel tapi tatapanya terus kearah kedua putranya yang asyik bercanda ria.
"Tidak usah sayang, mereka yang mau mencari tahu pasti akan mencari tahu. kita jalani seperti ini saja layaknya suami istri pada umumnya. Aku tidak mau kalau sampai mereka tahu kalau kamu itu suamiku mereka akan minder bergaul denganku." balas Gisel sembari tersenyum.
"Kamu memang perempuan paling bijak. Tidak salah Aku memilimu menjadi pendamping hidupku." balas Aldo sambil membalas senyum Gisel.
"Ayah, Bunda" ucap Zaki dan Ziko bersamaan sambil berlari kecil menghampiri mereka berdua.
Aldo segera berlutut dan menyambut kedatangan mereka.
"Ziko sayang Ayah" ucap Ziko ngos-ngosan.
"Zaki juga sayang sekali dengan Ayah" ucap Zaki yang sudah berada dalam pelukan Aldo.
"Ayah juga sayang kalian berdua karna kalian itu anak ubur-ubur Ayah yang paling menggemaskan." Balas Aldo menciumi pipi mereka saling bergantian.
Setelah puas bermain, kini Aldo mengajak mereka kembali ke mansion.
*******************
Dua minggu kemudian mension.
"Sayang........" Teriak Gisel dalam kamar mandi sampai-sampai suara cemprenya menggetarkan seisi mension.
Aldo yang saat itu sedang bersiap-siap berangkat ke kantor tiba-tiba kaget mendengar teriakan Istrinya.
Aldo berlari menuju kamar mandi dan segera mendobraknya.
"Sayang, kamu kenapa?." ucap Aldo dengan wajah begitu panik.
__ADS_1
Bukanya menjawab, Gisel malah tersenyum dan menyodorkan test pack kearah Aldo.
"Apa ini sayang......" ucap Aldo mengeryitkan dahinya sambil mengambil alat kecil itu dari tangan Gisel.
"Tes kehamilan kandaku." ucap Gisel yang terus saja tersenyum menatap Aldo
"Kamu....." ucap Aldo menatap tajam kearah Gisel.
Gisel mengangguk pelan dan tiba-tiba tubuhnya sudah melayang di udara.
"Akhirnya sengatan ubur-uburnya mulai beraksi." ucap Aldo menggendong tubuh Gisek dan membawanya keluar dari dalam kamar mandi lalu memutar-mutarnya sakin bahagianya.
Tidak lama kemudian muncul Elin dan sikembar dari balik pintu.
"Aldo, Gisel! apa yang kalian lakukan." ucap Elin sambil menutup mata Zaki dan Ziko.
"Ibu kami dapat bayi ubur-ubur lagi." ucap Aldo terus memutar tubuh kecil Gisel yang saat itu berada di gendonganya.
" Ah......bayi ubur-ubur........." ucap Elin, Zaki dan Ziko bersamaan.
***TAMAT***
JUDUL : "MELLY DAN JHONY" DAN RINDU ( KUJUAL PERAWANKU DEMI NENEK) semuanya sudah TAMAT, kakak dapat membacanya di NOVELTOON atau MANGATOON. Di jamin Seru dan pastinya sampai tamat juga. Upss hampir lupa novel terbaru dari Author " PUTRI ULAR YANG TERBUANG" sudah mulai up silahkan mampir ...Terima kasih.

Jangan lupa mampir di novel baru Aku di youtube cerita dewasa" HUBUNGAN TERLARANG DENGAN PAMAN RUDY".
__ADS_1
Salam dari sulawesi selatan kab .pinrang .
Trima kasih......bye.....