
Selepas mengantar Melly pulang, kini Aldo dan Gisel cuman berdua di dalam mobil.
Tak henti hantinya wanita muda itu mencuri pandang kepada Aldo.
"Wajah Kandaku ini memang tampan, Tapi sayang kenapa hatinya begitu dingin se dingin salju. Apa memang sudah dari sananya ataukah dibuat oleh masa lalunya yang begitu kelam"ucap Gisel memandang kearah Aldo.
"Ada apa Kau memandangKu seperti itu! Apa kau sudah ada hati goyang goyang kepada Kanda" ucap Aldo yang tak mengalihkan pandangannya ke arah depan sakin asyiknya Ia mengemudi.
"Kau ini di perhatikan rayu tidak di perhatikan marah! dasar es balok" ucap Gisel melempar pandanganya ke luar jendela mobil.
Aldo cuman menyungginkan bibirnya atas ucapan Gisel.Tidak lama kemudian mobil sport milik Aldo kini memasuki mension besar miliknya.
Setelah memarkir mobil dalam garasi keduanya kemudian keluar dari dalam mobil dan melangkah masuk kedalam mension.
"Dari mana saja kalian! kenapa kalian membiarkan Ibu menunggui kalian begitu lama" ucap seorang wanita parubaya yang sedang membukakan pintu buat mereka.
"Hai... Nyonya Elin" ucap Gisel begitu senang
__ADS_1
"Ibu ...Bukan Nyonya" Balas Elin sambil menyentil jidat Gisel sama persis yang di lakukan Aldo kepadanya.
"Aist ..Ibu ! Kenapa Ibu mirip sekali dengan Tuan Aldo suka sekali menyentil" ucap Gisel protes walau tidak sakit .
"Kanda...bukan Tuan" ucap Aldo juga menyentil dengan lembut jidat Gisel yang membuat gadis itu hanya manyun mayun di depan mereka berdua.
Aldo dan Elin tertawa terbahak bahak melihat tingkah polos gadis itu. Para pelayan juga di buat tertawa dan ikut senang karna baru kali ini Aldo dan Elin tertawa lepas secara bersamaan semenjak peristiwa itu.
Ketiganya masuk dan menuju ke ruang keluarga. Dan tak lama kemudian Bi surti datang menghampiri mereka bertiga.
"Tuan dan Nyonya makan malam sudah siap " ucap Bi surti menundukkan kepala .
Ada rasa kecewa dalam hati Aldo melihat Elin lebih memilih Gisel di banding dirinya Anak kandungnya sendiri. tapi, di dalam hatinya juga senang melihat Ibunya sudah bisa melakukan interaksi dengan orang lain.
Mereka bertiga memasuki ruang makan dan mendudukkan dirinya di kursi mereka masing masing.
"Ibu mau makan apa biar Gisel ambilin buat Ibu" ucap Gisel sambil mengambil piring milik Elin.
__ADS_1
"Umm.. Ibu mau nasi 1 sendok sayur, perkedel ikan dan sembel terasi" ucap Elin menunjuk satu satu makanan yang ada di hadapanya itu.
Gisel dengan senang sambil tersenyum melakukan sesai apa yang di perintah Elin padanya.
"Bu apa sudah cukup! Atau Ibu masih membutuhkan yang lain" ucap Gisel.
"kurasa cukup! Kau makanlah juga supaya badanMu lebih berisi seperti ibu ha ha ha" ucap Elin sambi memperlihatkan otot otot tanganya sambil tertawa.
Gisel ikut tertawa dibuatnya, tapi seketika bola matanya terputar ketika melihat Aldo hanya duduk tanpa melakukan apa apa diana.
Gisel langsung mengerti maksud Aldo itu. Dengan cekatan Gisel mengambil piring Aldo dan mengisinya dengan nasi dan berbagai macam makanan kesukaan Aldo.
Aldo tersenyum riang karna lambat laun Gisel sudah mengerti keinginanya.
"Dasar bayi besar " ujar Elin sambil memasukkan sesuap nasi dan laut ke dalam mulutnya.
Aldo melotot mendengar ucapan Elin tapi kembali tersenyum ketika mendengar Ibunya mulai mengajaknya bicara walau tidak secara langsung.
__ADS_1
Gisel hanya cengegesan mendengar Elin berkata seperti itu kepada Aldo ternyata, bukan hanya dirinya yang mengatai Aldo seperti bayi.
👉tetap beri like, coment, vote dan rate bintang lima ya trimah kasih.