
Ojek yang di tumpangi Gisel melaju begitu lambat setelah Aldo mengancam si tukang ojek itu untuk tidak melajukan motornya saat membonceng Gisel.
"Mba Lin! kenapa jalanya kayak siput " ucap Gisel protes kepada Lina alias tukang ojeknya.
"Maaf ! ..Saya tidak berani menentang Tuan Aldo bisa bisa saya di pecat karena saya tidak mengindahkan perintahnya!" ucap Lina terus fokus mengendarai motornya.
"Dia lagi ..Dia lagi! tapi tidak selambat ini juga kali Lin! bisa bisa Mall sudah tutup sebelum kita sampai disana" balas Gisel
"Oke saya tambah lagi sedikit kecepatanya supaya Anda puas! Tapi bdw Tuan Aldo itu apanya Anda nona Gisel bukannya sotoy ya tadi saya perhatikan beliau tu perhatian bangat sama Anda" ucap Lina sedikit menoleh ke arah Gisel dan kembali kosentrasi kearah depan mengemudikan motornya.
pluck....satu pukulan kecil melayang kearah pundak Lina.
"Kau ini ada ada saja! Ayo kendarai motormu dengan benar saya tidak mau kita celaka karna kau kurang konsetrasi mengemudi" ucap Gisel mengalikah pembicaraan.
"Iya ..iya barusan saya menemukan penumpang secerewet Anda Nona Gisel" ucap Lina protes sambil memanyunkan bibirnya.
Gisel hanya cengengesan mendengar ucapan Lina.
Tidak lama kemudian motor yang mereka kendarai sudah berbelok memasuki halaman Mall.
Gisel kemudian turun dan membuka helm yang Ia pake dan menyerahkan kepada Lina .
"Nich ongkosnya! ucap Gisel sambil memberikan uang 50 ribuh kepada Lina.
__ADS_1
"Ini terlalu banyak Nona! ongkos dari perusahaan Tuan Aldo kemari Tu cuman 10 rebuh " balas Lina .
" Ini buat 3 hari he he he! ucap Gisel sambil melangkah memasuku Mall tempatnya dulu bekerja bersama Melly.
"Huu..dasar "ucap Lina sembari membelokkan kendaraanya keluar dari halaman Mall.
Gisel terus melangkah lebih dalam memasuki Mall tersebut, matanya memandang kesana kemari untuk mencari sahabatnya Melly tapi sayang orang yang Ia cari belum juga Ia dapatkan.
Gisel mendudukkan bokongnya diatas kursi panjang yang terbuat dari besi di lapisi Almunium.
"Dimana Anak itu !" ucap Gisel sambil menghapus keringat yang menetes di dahinya.
Setelah beberapa lama Ia terduduk disana Gisel kembali berdiri dari tempat duduknya dan berencana mencari Melly di tempat lain.
"Mau kemana kau anak sialan" ucap seorang pria parubaya kepadanya.
"Anda ...." ucap Gisel sedikit terbelalak melihat siapa yang berdiri di hadapanya sekarang ini.
"Iya saya kenapa.." ucap Hambali Ayah Gisel yang menatapnya dengan sinis.
" Maaf saya tidak ada lagi urusan dengan Anda jadi tolong lepaskan saya" ucap Gisel menarik tanganya dari genggaman Hambali.
"Saya memang tidak ada lagi urusan denganmu! tapi ingat kalau sampai Kau tertangkap saat melakukan prostitusi jangan coba coba kau menyebutKu sebagai orang Tuamu kau camkan itu!" ucap Hambali sambil menghempaskan tangan Gisel.
__ADS_1
Wajah cantik Gisel tiba tiba memerah setelah mendengan ucapan dari Hambali, Ayah kandungnya yang tidak mengakuinya sebagai anak itu.
Dalam hatinya berkecamuk hebat bisa bisanya orang tua yang membesarkanya selama 20 ini menuduhnya seperti itu.
"Maaf Tuan saya tidak serendah seperti apa yang ada di otak Anda itu! yang melakukan segala cara untuk mendapat uang dan ingat Tuan saya masih takut dengan TUHAN jadi mulai sekarang hentikan menuduhku seperti itu" ucap Gisel menentang Hambali .
plack....satu tamparan keras mengenai wajahnya.
" Berani sekali kau sekarang! kau ini seperti ibumu sama sama murahanya! melakukan segala cara untuk mendapatkan laki laki kaya " balas Hambali.
Mendengar ibunya dihina kembali menyuh api kemarahan dalam diri Gisel, kemarahanya kepada Hambali sudah tidak bisa Ia tahan lagi.
"Apa katamu Tuan ! IbuKu mendapatkan lelaki kaya ha ha ha! orang sejenismu lelaki kaya bercerminlah wahai Tuan Hambali yang terhormat kau itu bukan apa apa dulunya. ibuku mengangkatmu dari lumpur yang hina hingga kau bisa seperti sekarang ini, jangan Kau anggap Aku tidak tau, Aku diam karna Aku dulunya masih menganggapmu orang Tua tapi, sekarang tidak lagi hubungan kita putus seperti apa yang Anda sebutkan dulu jadi mulai saat ini jangan mencampuri urusanku lagi" ucap Gisel sambil memegangi pipinya yang kena tampar.
"Sunggu berani kau perempuan j4lang" ucap Hambali sambil mengayunkan tanganya keatas untuk menampar Gisel .
Belum juga tanganya sampai kearah pipi Gisel tiba tiba tanganya di tangkap seseorang dari arah belakang.
👉maaf lambat up ..tapi tetap semagat ya
Vote, like ,coment dan follownya masih
author tunggu trimah kasih.
__ADS_1