ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
105. BERTEMU AYAH (MELLY).


__ADS_3

Elin melangkah meninggalkan Butiq, dan Jony mengikutinya dari belakang.


Mereka berdua melangkah menuju tempat dimana Gisel dan Melly sedang menungguinya disana.


Dari kejahuan tampak Gisel dan Melly sedang duduk di atas kursi menunggu kedatangan mereka berdua.


"Maaf, Kami membuat Kalian menunggu terlalu lama ya!" ucap Eli setelah mereka tiba di hadapan Gisel dan Melly.


"Tidak apa apa kok Nyonya! Kami malah senang bisa menghabiskan waktu bersama. Apalagi khan, Kami jarang sekali berteMu! Gimana Sel?"ucap Melly memandang kearah Gisel yang saat itu sedang duduk disampingnya.


"Benar apa yang di kata Melly Bu! ngomong ngomong belanjaan Ibu mana?" ucap Gisel memperhatikan tangan keduanya yang tidak menenteng apapun di tanganya.


"Ibu tidak bisa belanja banyak karna ada gangguan dari dua ikan curut curut yang kesasar di dalam Mall ini! Baiknya kita pulang Ibu takut bayi besarMu ngamuk saat Ia tidak melihat di Mension" ucap Elin kembali melanjutkan langkahnya menuju pintu keluar.


Gisel dan Melly hanya saling memandang dan saling mengedipkan bahunya mendengar Elin menyebut Ikan curut curut kesasar dalam Mall.


Keempatnya pun masuk kedalam mobil. Melly yang sedari tadi menolak untuk ikut mereka, terpaksa pasrah ketika Elin memaksanya untuk ikut."Soal pulangnya nanti biar Jony yang mengantarMu" kata elin.


Hanya beberapa menit saja, kini mobil mewah yang di kendarai oleh Jony sudah tiba di halaman Mension. Bangunan megah yang berdiri kokoh di tengah tengah pusat kota.


Melly yang baru menginjakan kaki di Mension itu merasa takjub oleh keindahan bangunan itu. Tidak henti henti Ia mengagumi bagunan mewah itu.


"Wow, Indah sekali! Kapan kira kira Aku memiliki suami kaya yang juga memiliki Mension semega ini"ucap Melly sambil memutar mutar tubuhnya memandang setiap bagian yang ada di luar Mension itu.


Jony yang sedari tadi sibuk mengeluarkan barang belanjaan dari dalam mobil mengeryitkan dahinya sembari menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah laku Melly.


"Woy , Kampungan Ayo masuk! Nyonya sedang menungguiMu di dalam" ucap Jony sembari menggelengkan kepala melangkah masuk kedalam Mension sambil menenteng barang belanjaan mereka yang tadi.

__ADS_1


"Bagusan Aku masih ada kampungnya. Na Kamu, mau pulang kampung tak punya kampung dasar secretaris edan" balas Melly yang begitu jengkel dengan ucapan Jony.


Melly ikut melangkah masuk kedalam Mension mengikuti Jony yang sudah mendahuluinya terlebih dulu.


Lain di luar lain di pula dalam. Kembali mata Melly di suguhi pemandangan yang tak kalah indahnya dengan yang diluar tadi.


Struktur bangunan berskala Internasiona terpampang indah di hadapanya.


"Ini mah bukannya rumah tapi syurga dunia yang Tuhan ciptakan diatas bumi ini" ucap Melly yang terkagum kagum melihat keindahan dalam Mension tersebut.


"Mell Kemarilah....." panggil Gisel dari arah taman.


Melly yang sedari tadi tertegun memandangi isi mension tiba tiba tersadar setelah mendengar Gisel memanggil namanya.


Melly melangkah mendekat kearah Gisel dan duduk di kursi kosong tepat di samping Gisel.


"Nyonya,Nona mau minum dan makan apa biar Kami sediakan untuk kalian" ucap Bi Surti sambil menundukkan kepalanya.


"Mell, Kau mau makan Atau minum apa kek biar Bi surti menyiapkan untukMu" ucap Giser pada Melly.


"Aku minum juice Alpokat sementara cemilanya brownis dan kue bolu berlapis coklat" ucap Melly begitu antusial kalau soal makanan.


"Ck..Kau tidak pernah berubah Mell makanMu tetap saja porsi untuk tiga orang" ucap Gisel menggeleng gelengksn kepalanya.


"Mumpung gratis ha ha" ucap Melly terbahak bahak.


"Kalau Nyonya mau pesan apa?biar sekalian Kami menyiapkanya" ucap Bi Surti berpaling pertanya pada Gisel.

__ADS_1


"Gisel tidak usah Bi! soalnya sebentar lagi Gisel mau minum susu untuk Ibu hamil" balas Gisel.


"Kalau begitu Kami permisi dulu untuk menyiapkan pesanan Nona Melly" ucap Bi Surti meninggalkan tempat itu dan di ikuti kedua pelayan di belakangnya.


Tidak lama kemudian, setelah menyantap semua pesananya, Melly permisi pulang.


Sebanarnya Gisel tak mau pisah dengan Melly, tapi Melly ada urusan. katanya, Ia dan Ayahnya sudah ada janji untuk bertemu. Ya mau tak mau Gisel harus merelahkan kepulangan sahabat baiknya itu.


Gisel mengantar Melly sampai di depan pintu.


Sementara Jony sudah sedari tadi menunggui Melly di mobil untuk mengantarnya pulang seperti perintah Nyonya Elin tadi.


"Ayo masuk" ucap Jony membuka pintu bagian depan.


Bukanya masuk Melly malah membuka pintu bagian belakang tapi langsung di halangi oleh Jony.


"Aku ini bukan supirMu jadi temani Aku di depan" ucap Jony memplototkan matanya kepada Melly.


Perdebatan demi berdebatan terjadi hingga Melly harus pasrah karna ancaman Jony yang tak mau mengantarnya jika Ia tidak duduk di depan.


Gisel hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat kucing dan tikus yang sampai lebaran monyet pun tak akan pernah bisa Akur.


"Kita mau kemana " ucap Jony setelah mereka sudah menjauh dari Mension.


"Kita terus saja, nanti Aku tunjukin jalannya" ucap Melly tanpa melihat kearah Jony.


Kini mobil mereka menjauh dari pusat kota menuju tempat dimana Melly dan Ayahnya sudah melakukan janji beremu disana.

__ADS_1


*👉**terus beri vote , like, coment dan rate bintang limanya ya trimah kasih*.


__ADS_2