ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
112. KE PESTA.


__ADS_3

Setelah kepergian Aldo.Gisel kembalik ke kamar setelah membersikan semua peralatan daput serta piring kotor yang sempat Ia gunakan tadi.


Gisel mengambil handpone miliknya dan mencari nama Melly.


Setelah menemukan nama sahabatnya Itu Gisel kemudian menekan tombol hijau.


Tut....tut ...tut.....


Begitulah kira kira bunyi yang di timbulkan oleh benda pipi tersebut.


Lama Gisel menunggu tapi belum juga Melly mengangkat handponenya.


"Kemana gadis bawel itu! kenapa Ia tidak mengangkan panggilaKu" ucap Gisel kembali menekan tombol hijau untuk yang kedua kalinya.


Tut....tut....tut.....dan akhirnya tersambung.


"Hallo dari mana saja Kamu! Kok Kamu lama sekali mengankat panggilanKu" ucap Gisel sedikit kesal dengan sahabatnya itu.


"Iya maaf maaf tadi Aku habis manjat mangga di belakan kos! dan handponenya Aku lupa bawah. Memangnya ada hal penting apa gerangan sehingga Nyonya Aldo yang terhormat menghubungi Hamba" ucap Melly dengan nada ala ala keraton yang biasa di gunakan para dayang untuk bercakap dengan Raja atau Permainsuri.


"Lebay dhe!" ucap Gisel kesal dengan candaan Melly.


Bukanya takut Melly malah cengegesan di dalam sana.


"Iya ..iya ngambekan! ada apa Kamu menghubungiKu apa Kamu mau Aku carikan kerja lagi" ucap Melly sedikit serius.


"Iya Mau kalau kita berdua sudah bosan hidup!" balas Gisrl sedikit ketus.


"Terus ada apa dong Kamu menghubungiKu" ucap Melly.


"Ntar malam Kamu ikut denganKu! perusahaan Aldo mengadakan pesta besar besaran di hotel dan Kamu tahu tidak pesta tersebut dihadiri negara tetangga seperti Singapur dan Malaysia" ucap Gisel

__ADS_1


"seriously" ucap Melly dalam sana.


"Yupsss....." balas Gisel singkat.


"Aku mau ..siapa tahu dapat jodoh orang kaya seperti SuamiMu tapi sifatnya tidak seperi Dia" ucap Melly sedikit konyol.


"Ah Kamu ini ! Kan Kamu sudah punya bang Jony" balas Gisel.


"Ide..... e, kura kura ninja itu lagi! tapi tidak mengapasi Kalau dianya Mau ha ha ha" balas Melly sembari tertawa lebar.


"Serius Mell, Kamu mau sama Jony ntar aku comlangi ngimana! Balas Gisel yang terasa ingin sekali menjodohkan sahabatnya itu dengan secretaris Suaminya.


"Ide ..e! Malas ah pria kaku begitu kayak tumbuhan yang hidup di pinggir jalan gak bisa bergerak kecuali ketiup angin.Udah nyebalin, dingin, pokoknya jauh dari kreteria Melly , tapi lumayan tampan si 12 dua 12 dengan Tuan Aldo." balas Melly cengegesan.


"Ciee..benci tapi ngagumin! ucap Gisel mengejek Melly.


"Sekali lagi kamu ngejekin Aku! Aku tak mau ikut" ancam Melly sedikit kesal tapi lebih tepatnya Malu.


"Pastinya Yes" balas Melly tersenyum riang.


"Baiklah kita berdua sepakat jadi Kamu jangan keluyuran kemana mana sebelum Aku datang! Satu lagi mangga yang Kamu manjat tadi sisahkan barang tiga biji untukKu karna ponakanMu pengen banget makan yang kecut kecut oke!" ucap Gisel


"Ya ....kan cuman cuman tiga biji Sell, masa di kasih semua ke kamu si ! mana perjuangan untuk dapatin mangganya sulit sekali lagi" ucap Melly sedikit tak iklas bila seluruh mangga hasil panjatannya di beri semua pada Gisel.


"Apa Kau tega melihat kemanakanMu nantinya ileran" ucap Gisel lagi sedikit mengancam Melly.


"Iya ..iya demi kemanakanKu, Aku rela memberi semua mangga hasil perjuanganKu pagi ini" ucap Melly yang mulai relah setelah Gisel menyebut keponakannya.


"Bagus ...Tente yang baik" ucap Gisel.


Setelah melakukan percakapan yang cukup panjang.Akhirnya sambungan telepon antara Gisel dan Melly pun terputus.

__ADS_1


Detik berganti Menit dan menitpun berganti jam begitu seterusnya hingga sore menjemput malam.


Gisel yang sedari tadi sudah siap tinggal menunggu jemputan Jony.



Tidak lama kemudian suara mobil yang biasa di tumpangi oleh Jony sudah terdengan memasuki halaman Mension.


Gisel segera keluar dan menemui Jony yang hendak masuk kedalam Mension.


Mata Jony terbelalak melihat penampilan Gisel yang menurutnya begitu anggun di malam itu.


"Demi Dewa ....Nyonya cantik sekali! Pantas saja Si kaku arogant itu bisa bertekuk lutut di hadapanya" ucap Jony tanpa Ia sadari.


"Apa kataMu Jon" ucap Gisel sedikit melipat dahinya karna samar samar mendengar ucapan jony.


"Tak ada apa apa Nyonya...Ayo kita berangkat karna sebentar lagi acaranya akan segera dimulai.


"Ayo tapi sebelumnya kita ke kosanya Melly" ucap Gisel.


"Si bawel itu ikut juga! " ucap Jony memastikan kalau Melly ikut juga keacara itu.


"Iya ..! apa Kamu keberatan, Kalau iya biar Aku yang bawah mobilnya. Kamu tinggal menunggui Mension saja bagaimana?" ucap Gisel sedikit mengancam Jony.


"Mana Saya berani Nyonya membiarkan Anda menyetir sendiri, bisa bisa Tuan Aldo menenggelamkanKu di laut mati" balas Jony.


"Dasar Suami, istri sama saja, bisanya ngancam doang" ucap Jony dalam hati sembari membukakan pintu untuk Gisel.


Tak lama kemudian mobil mereka tumpangi kini melaju ke kosan Melly yang searah dengan Hotel dimana acara itu diselenggarakan.


*👉**udah up dua kali tapi masih kurang Vote , like ,coment dan rate bintang limanya ....sedih rasanya ..tetap semangat ya baginya...supaya Authornya juga semangat nulisnya...trimah kasih*.

__ADS_1


__ADS_2