ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
48. KACA MATA KUDA VS BAN DALAM.


__ADS_3

Gisel menghabisi minumanya sebelum Aldo keluar dari kamar mandi.


"Bagai mana caranya supaya Tuan Aldo membolehkanku keluar mension! Alasan apa lagi yang harus ku berikan padanya! ah dasar Kau Melly Kau membuatku Gila" ucap Gisel mengacak Acak rambutnya .


Tidak lama kemudian Aldo keluar dari kamar mandi menggunakan celana pendek selutut, tapi tidak memakai baju, hanya handuk kecil yang ada di bahunya yang Ia letak begitu saja di sana.


Gisel terbelalak rahangnya terjatuh ketika melihat tubuh kekar milik Aldo. Hanya wanita bodoh saja yang tidak mengagumi body sixpack atau kotak kotak seperti yang di miliki Aldo.


"Awas bola matamu loncat kelantai " ucap Aldo santai sambil membuka lemari pakaian miliknya.


"Apaan shi ..." ucap Gisel manyun mayun seketika.


"Cepat mandi sana! Aku sudah menyiapkan Air hangat untukmu dalam bak" ucap Aldo yang sibuk mencari pakaian kerjanya tanpa memandang kearah Gisel.


"So sweet khan pemirsa! kalau Tuan Aldo seperti ini terus"ucap Gisel sambil senyum senyum menuju kearah kamar mandi.


Gisel melakukan ritual mandinya! semua peralatan mandi di dalam kamar mandi sudah Aldo persiapkan untuknya.


Tidak lama kemudian, Gisel menyelesaikan aktifitas mandinya di dalam sana.


"Aduh...kenapa lupa bawah pakaian ganti shi" ucap Gisel menepuk neput jidatnya.


Gisel melangkah mendekati pintu kamar tersebut dan membukanya sangat pelan.


"Tu...an Aldo boleh tolong Saya" ucap Gisel sedikit terbata bata


Aldo yang dari tadi mengotak atik pakaianya dari dalam lemari tiba tiba berhenti sejenak dan menoleh kearah kamar mandi.


"Ia ada apa ! cepat katakan? ucap Aldo sedikit cuek.


"Tolong Ambilkan pakaian saya di lemari dalam bilik Saya, soalnya Saya tidak bawah baju ganti! ucap Gisel sedikit malu malu karena menyuruh Tuannya.


Aldo mengerutkan dahinya! semenjak jadi CEO tak seorang pun yang berani menyuruhnya. Dan dalam sejarah kehidupanya baru Gisel satu satunya wanita selain ibunya yang berani memerintahnya.


Ingin sekali Aldo menyuruh pembatu pembatunya itu untuk segera balik ke Mension dan mengambilkan pakaian milik Gisel! tapi apa daya Ia sudah berjanji meliburkan mereka dua hari full.


Aldo bergegas mengambil hanponenya dan memainkan jari jarinya di atas layar. Setelah menemukan nama yang di carinya Aldo menekan tomboh hijau dengan tujuan memanggil.

__ADS_1


Tut...tut..... Baru juga Berbunyi dua kali Aldo langsung mematikan panggilanya.


"Kalau Aku suruh Joni mengambilkan pakaian untuk gadis itu takutnya dia pegang pegang sembarang! Joni khan jomlo pasti pikiran mesumnya ke mana mana saat menyentuh pakaian gadis mini itu!Ah sial..." gerutuh Aldo sambil mengucak ucak rambutnya sendiri.


Tidak lama kemudian kini handponenya yang berbunyi, dari layar LCD mini itu nampak Joni sedang memanggil.


"Humm ..ada apa menelponKu" ucap Aldo sedikit acuh.


"Tuan khan yang menelponKu tadi! harusnya Aku yang bertanya ada gerangan apa Tuan menghubungiku sepagi ini?balas Joni sedikit heran kepada Aldo.


"Salah pencet...." ucap Aldo sambil mematikan panggilannya secara sepihak.


Sementara itu di Rumah Joni pria tampan itu menggerutuh sendiri setelah menelpon majikanya.


"humm ...ingin sekali rasanya kukucek kucek kepalanya separti pakaian kotor" ucap Joni di tempat lain sambil membunyikan rahangnya.


Kembali ke Mension...


"Tuan bisa tidak .....? ucap Gisel masih dalam kamar mandi sambil mengintip kelubang kecil di selah selah lobang pintu.


"Iya bawel tunggu sebentar! menyusahkan sekali" Gerutuh Aldo sambil keluar bilik menuju Arah kamar milik Gisel.


"Kenapa kamar ini ukurannya kecil sekali bila di banding dengan kamar mandi yang ada di kamarku ini tidak ada apa apanya sama sekali" ucap Aldo yang semenjak berada di mension Ia tidak perna menginjakkan kaki sampai ke sana.


Aldo melangkah mendekati lemari usang yang dulu di gunakan pelayan sebagai tempat menyimpan pakaiannya.


"Astaga ....sesedih inikah kehidupan para pelayan yang ada di mension ini mereka menggunakan fasilitas yang sudah tak layak pakai" ucapnya yang terus memandangi semua perabot dalam kamar itu.


Aldo membuka lemari pakaian milik Gisel dan segera pengambil pakaian milik Gisel dari dalam sana.


Aldo keluar dari bilik kecil itu dan melangkah menuju kamar miliknya.


Tidak berapa lama kemudian Aldo kini sudah berdiri di depan kamar mandi dimana Gisel sedang berada di dalam sana.


"Cepat buka ini pakaianMu! Menyusahkan sekali " Gerutuh Aldo dari luar .


Gisel membuka pintu kamar mandi tapi hanya sedikit ya kira kita cukup untuk mengeluarkan tangannya doang.

__ADS_1


"Mana Bajuku! ucap Gisel menyodirkan tangan kanannya tanpa memperlihatkan bagian tubuhnya yang lain.


"Ini.........." ucap Aldo singkat sambil memberi baju kaos berwarnah putih kepada Gisel.


"Celana....." ucap Gisel menyodorkan kembali tanganya .


"Ini .........."ucap Aldo sambil memberi celana jeans berwarna biru tua kepada Gisel.


"Trimah kasih banyak Tuan atas bantuanya!" ucap Gisel sambil menutup pintu dari dalam tapi dengan cekatan kaki Aldo menahanya dari luar.


"Hay Apa Kau tidak melupakan sesuatu?" ucap Aldo


Gisel mengeryitkan dahinya .


"Kurasa sudah cukup Tuan" balas Gisel.


"Coba kau ingat ..ingat dulu sebelum Aku benar benar keluar dari kamar ini sehingga Tidak ada lagi orang yang bisa membantuMu" ujar Aldo yang seakan akan menyembunyikan sesuatu.


Lama Gisel tidak menjawab karna Ia benar benar tidak mengerti dengan ucapan Aldo.


"Benar Tuan ini sudah lebih dari cukup" ucap Gisel menampakkan matanya hanya sebelah dari cela pintu karna sakin penasaranya dengan ucapan Aldo.


Aldo tersenyum mesum melihat dari cela pintu kamar itu.


"Apa kau tidak Mau memakai ban dalamMu ini" ucap Aldo tersenyum mesum sambil mengankat Celana D4lam warna pink milik Gisel dengan jari telunjuknya.


Mata Gisel terbelalak melihat CD berada di tangan Aldo ingin sekali Ia merlari kedalam hutan dan menyembuhnyikan wajahnya di dalam semak semak saking malu .


Gisel dengan secepat kilat merampasnya dari tangan Aldo.


Gisel menutup kembali pintu kamar itu tapi belum juga ia beranjak dari tempatnya berdiri kembali pintu itu di gedor dari luar.


"Way.....buka! ini masih ada ketinggalan! satu buah kaca mata kuda buatan Thailand" ucap Aldo dari Luar.


Gisel kembali membuka pintu sakin penasaranya.


"Astaga ......!" ucap Gisel melotot sambil menutup mulutnya dengan telapak tanganya.

__ADS_1


Bagai mana Tidak Beh4 miliknya sudah ada di tangan Aldo yang terus cengegesan sambil menyodorkan kaca mata kuda made in Thailand miliknya.


👉 sudah panjang bukan kini giliran kawan kawan juga memanjangkan like,vote,coment dan jangan lupa follow ya makasih.


__ADS_2