
Gisel melaksanakan rutinitas mandinya sementara Aldo sudah menata makanan diatas meja kecil yang khusus Ia pesan untuk Gisel, agar Gisel tidak usah keluar kamar siang ini mengingat rasa perih yang dialaminya membuat Aldo kasihan pada istri kecilnya itu.
"Akhirnya selesai juga" ucap.Aldo di selingi senyum dari bibirnya.
Lama Aldo menunggu tapi, Gisel belum juga ada tanda tanda akan keluar dari bilik kamar mandi membuat Aldo sangat kuatir dan bangkit dari tempat duduknya dan melangkah menuju bilik kamar mandi.
"Sayang kenapa kau lama sekali di dalam sana? Apa ubur uburnya masih nakal dan menyetrum nyetrum milikMu" ucap Aldo dua kali mengetuk daun pintu kamar itu.
"Anak Ubur uburnya sudah Aku bunuh! Nanti kalau hidup lagi sekalian ayah ubur uburnya juga akan Aku selesaikan " ucap Gisel sambil bermain air dalam bathtub kamar mandi.
"Ah kau ini kejam sekali! Ubur ubur ini adalah satu satunya benda pusaka warisan lelehur kanda sayangku jadi, kau jangan coba macam macamin. Ya sudah Kalau kau sudah mandi makanlah kanda sudah sedian diatas meja. Kanda keluar dulu temuin ibu ya sayang" ucap Aldo sambil melangkah keluar dari bilik kamar mereka.
"Iya trimah kasih" Teriak Gisel dalam bilik kamar mandi.
Aldo terus melangkah keluar dari bilik kamarnya dan meyusuri lorong mension miliknya.
Wajahnya yang tampan siang itu sangat berbinar binar dan di selingi senyum yang menawan membuat pria itu sempurna di pandang mata.
Aldo melangkah menuju bilik Ibu Elin, setelah tiba disana Aldo mengetuk daun pintu dan tak lupa memberi salam.
"Assalamu alaikum....." ucap Aldo sembari mengetuk daun pintu.
__ADS_1
Lama Aldo berdiri disana tapi tidak ada juga jawaban dari si Empunya kamar.
"Apa Tuan Aldo mencari Nyonya besar?" ucap Bi Surti yang sudah berdiri di sampingnya saat itu.
"Iya ..! Apa Bi Surti melihat Beliau? ucap Aldo bertanya balik ke arah Bi Surti.
"Nyonya besar lagi di taman Tuan" Balas Bi Surti.
"Baiklah ! Trimah kasih" ucap Aldo sambil melangkah meninggalkan kepala pelan di mensionnya itu.
Bi Surti langsung tercengang mendengar ucapan terimah kasih yang keluar dari mulut majikanya.
Semenjak bekerja di mension, baru kali ini Aldo memberinya ucapan terimah kasih...Sungguh miriskan kehidupan para pelayan di mension itu sebelum sebelumnya.
"Nyonya muda memang membawa angin segar di mension ini" ucap Bi Surti tersenyum sambil beelalu meninggalkan tempat itu.
Aldo terus melangkah menuju taman belakang rumah untuk menemui Ibunya.
Semenjak Ibu Elin depresi karena perceraian dan penghianatan Suaminya sejak itu pula Aldo tidak perna bertutur kata dengan beliau.
Aldo ingin sekali berbicara dengan Ibunya kalah itu tapi, Ibu Elin sering mengamuk jikalau melihat wajah Aldo yang ada kemiripan 50 persen dengan Ayahnya.
__ADS_1
Troma perceraian dan penghianatan dari suaminya membuat ibu Elin menanggung beban pahit dalam hidupnya.
Aldo menghentikan langkahnya sejenak memandang lekat pada Ibunya yang sedang duduk di kursi taman sambil menikmati segelas teh hangat di temani cemilan diatas meja.
Aldo melangkah mendekati Ibunya dan duduk di sampingnya.
"Bunga bunga di taman ini masih seperti dulu kan Ibu? Bermekaran seperti senyum Ibu kala itu " ucap Aldo memandangi bunga bunga di area taman itu.
"Betul sekali! Kau merawatnya seperti Ibu dulu merawatnya. Untuk itu, Ibu berterimah kasih ke padaMu, Kau masih mengingat setiap ke sukaan Ibu ini"ucap Elin tanpa memandang kearah Aldo.
Aldo langsung bangkit dari tempat duduknya dan bersimpuh di hadapan Ibunya diatas rerumputan taman itu.
"Ibu maafkan Aldo! Aldo tidak perna ada Niat sedikit pun untuk menyakiti Ibu. Tua bangka itu meracuni pikiran Aldo agar Aldo membenci ibu dan menuduh Ibu selingkuh dengan pria lain padahal Nyatanya Ia sendiri yang melakukan itu! Ia meninggalkan Aldo sendirian dan lebih memilih perempuan Jal4ng itu." ucap Aldo dengan berkaca kaca mencium tangan Ibunya.
Elin tersenyum melihat perubahan besar anaknya itu. Dulu mana mungkin Aldo mau meminta maaf kepada orang lain walau nyata nyatanya Ia yang bersalah.
"Iya Nak, yang berlalu biarkan berlalu mari kita mulai hidup baru kita ini tanpa harus menegok sejarah kelam keluarga kita" ucap Elin mengusap usap pucuk kepala Aldo .
Tanpa mereka sadari dua bola mata indah sedang mengawasi mereka berdua dari jauh sambil meneteskan air mata.
👉Ayo beri like, vote, coment, rate bintang lima yang banyak ya trimah kasih .....
__ADS_1