ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
137. BERTEMU BI NINING.


__ADS_3

Setelah La'baddu memarkir mobilnya di tempat parkiran yang sudah disediakan oleh pihak panti.


Elin, Melly dan Gisel melangkah masuk kedalam gedung panti. Walau tidak terbilang begitu besar tapi fasilitas panti tidak kalah lengkap dengan panti-panti jompo milik pemerintah.


Berbagai sarana telah tersedia disana. Mulai dari kolam renang, taman yang terbilang luas dan asri serta tempat olah raga yang sudah di rancang sedemikian rupa agar para manula atau lanjut usia bisa berolaraga dan menghilangkan kejenuhan mereka saat mereka berada disana.


Elin sengaja menyediakan dan merancang itu semua karna ia tak ingin para penghuni panti stres saat berada di panti.


Saat mereka bertiga memasuki gedung panti itu, tampak para manula sedang sibuk melakukan aktifitas mereka masing-masing.


Ada yang menjahit, menyulam, membuat kerajinan tangan serta saling merias satu dengan yang lain.


Panti jompo milik Elin adalah sebuah panti jompo mandiri dalam arti, panti Jompo" KASIH ELIN" tidak bergantung pada bantuan dari pemerintah atau pihak swasta.


Panti jompo "KASIH ELIN" bisa membiaya kebutuhan mereka sendiri dalam hal keuangan. Semua hasil kerajinan tangan mereka jual di pengepul atau toko- toko yang memang sudah melakukan kerja sama dengan pihak panti.


Walau perusahaan milik Aldo setiap bulanya memberikan sumbangan cukup besar setiap bulanya pada pihak panti akan tapi, mereka tidak berleha- leha begitu saja dengan bantuan tersebut.


Keuntungan dari hasil kerajinan tangan mereka pun tidak main-main jumlahnya. Perbulanya mereka bisa meraut keuntungan sampai 10 jutanya.


Melihat kedatangan Elin dan dua wanita cantik di belakangnya, para penghuni panti sejenak menghentikan kegiatanya dan memberi salam serta senyuman hangat kepada Elin, Gisel dan Melly.


"Sore Nyonya Elin." ucap para manula sambil berdiri dari tempat duduk mereka masing masing.


"Sore Bapak dan Ibu kesayangan Elin." balas Elin dengan lembut sembari tersenyum.


"Nyonya bawa siapa tu cantik bangat, bolehkah pak Toha mengenal mereka!." ucap seorang penghuni panti yang di ketahui bernama pak Toha.


Walau terbilang sudah berumur senja pak Toha tetap terlihat bugar walau rada- rada centil bila melihat wanita cantik datang ke panti itu.


"Boleh dong pak Toha, Dan semua pun boleh berkenalan dengan purti-purtri cantik Elin ini." balas Elin yang masih terus tersenyum.


"Putri-putri! Oh ternyata Nyonya Elin masih memiliki anak selain pangeran tampan itu ya." ucap seorang perempuan parubaya yang sedang duduk di atas kursi roda sambil memegang alat rias di tanganya.


"Tentu punya, lihatlah mereka berdua Bu supiah cantiknya bukan!. Sebelas, dua belaslah dengan Aku." balas Elin sedikit cengegesan.


"Ia Nyonya ! mereka cantik dan pastinya baik hati seperti Nyonya. Tidak seperti anak- anak Ibu. Mereka tega membuang Ibu di tempat ini." balas Ibu Supiah dengan raut wajah sedih.

__ADS_1


Elin yang melihat perubahan mimik wajah Supiah segera mendekatinya dan mengelus pundaknya dengan lembut.


"Ibu jangan sedih dong. Kalau Ibu sedih para teman teman disini ikut sedih juga. Bagaimana kalau Ibu menganggap mereka berdua itu sebagai putri-putri ibu juga!." ucap Elin sembari tersenyum kepada Supiah.


"Benarkah Nyonya! Ibu bisa menganggap mereka berdua itu sebagai putri-putri Ibu juga?." ucap Ibu supiah dengan sangat antusias.


"Benar dong Bu!." ucap Elin sambil berjongkok memeluk Ibu supiah yang sedang duduk diatas kursi roda.


Gisel dan Melly begitu terharu.Banyak sisi lain yang mereka ketahui tentang Elin hari ini. Wanita parubaya yang dulunya stres berat akibat penghianatan suaminya, ternyata memiliki sisi lembut seorang Ibu. Kedewasaan, humoris dan kelembutan hatinyanya seolah-olah dapat menyihir orang- orang yang ada di dekatnya untuk selalu mengaguminya. Cantik di dalam dan juga cantik diluar itulah Elin, sungguh perempuan yang hampir sempurna di mata orang-orang yang mengenalinya.


Setelah bercengkrama sebentar dengan para penghuni panti. Elin mengajak Gisel dan Melly untuk bertemu dengan Ibu kepala panti.


Ketiganya keluar dari kamar Seni dan menuju ruangan Ibu kepala yang lumayan jauh dari ruang yang mereka tempati tadi.


Beberapa kamar kecil mereka lewati sebelum tiba di ruangan Ibu kepala.


Tidak lama kemudian dari tempat mereka berjalan saat itu, tampak sebuah papan bergantung bertuliskan Ruangan Ibu kepala.


Elin sedikit mempercepat langkahnya sakin kangenya dengan sahabatnya yang ia tunjuk sebagai ibu kepala pada panti tersebut.


Makin cepat Elin melangkah maka, makin cepat pula Gisel dan Melly mengikutinya. Mereka bertiga berhenti di depan ruang Ibu kepala.


"Wa'alaikumussalam" balas seorang perempuan dalam ruangan tersebut.


Tidak lama kemudian daun pintu pun terbuka. Tampak dari balik pintu seorang perempuan parubaya seumuran Elin sedang berdiri di sana. Walau udah di bilang tak muda lagi tapi kecantikan perempuan tersebut masih terpancar.


"E..ee.. Es Lilin." ucap perempuan tersebut sambil menghamburkan pelukanya pada Elin.


"Apaan si ikan lele" ucap Elin sembari tersenyum dan membalas pelukan Ibu Lela.


Keduanya tertawa cengegesan sambari melepaskan pelukanya.


"Diantara kedua wanita cantik ini, dimana yang bernama Gisel." ucap Lela menatap kearah Gisel dan Melly secara bergantian.


"Biarkan Kami masuk dulu Lela nanti di dalam baru Aku perkenalkan menantu kesayanganku." ucap Elin menepuk lengan Ibu Lela.


"Maaf..maaf sampai lupa. Ayo masuklah." balas Ibu Lela sembari membuka lebar daun pintu ruangan tersebut.

__ADS_1


Ketiganya langsung masuk dan duduk di sofa setelah di persilahan oleh Ibu lela.


"Kalian mau munum apa? biar Aku menyuruh Bi Nining menyiapkannya untuk kalian." ucap Lela setelah mereka sudah duduk di sofa ruangan tersebut.


"Yang dingin-dingi saja, soalnya kami gerah seharian kesana lemari." balas Elin.


"Baiklah kalau begitu tunggu sebentar Aku akan menelpon Bi Nining untuk membawakan minuman dingin sesuai dengan pesanan kalian." ucap Ibu lela berdiri dan melangkah kearah meja kerjanya untuk mengambil hanpone miliknya.


Tidak lama kemudian dari arah pintu tampak seorang perempun parubaya datang menghampiri mereka sembari membawa nampan berisi tiga buah minuman dingin dan beberapa toples berisi cemilan.


Bi Nining sedikit berjongkok dan meletakkan gelas tepat di depan Elin, Melly dan Gisel.


"Silahkan di minum Nyonya dan Nona-Nona ucap Bi Nining berdiri sembari mempersilahkan mereka bertiga untuk menikmati minuman yang telah ia sajikan di depan mereka bertiga.


Mata Bi Nining terus terarah kepada Gisel tanpa berkedip sedikit pun. Perempuan parubaya itu yakin tidak yakin mengenali seorang yang sedang duduk di depanya saat itu.


"Nona Gisel." ucap Bi Nining ragu-ragu.


Gisel yang namanya disebut segera menatap kearah Melly dan Elin. Ia merasa heran kok bisa orang yang sama sekali ia tidak kenal menyebut dan bahkan sangat mengenalinya.


"Iya Bi Aku Gisel. Kalau boleh tahu dari mana Bibi bisa mengenalku." ucap Gisel menatap kearah Bi Nining.


"Aku yang mengasuh Nona Gisel waktu kecil sampai Nyonya Diana meninggal." ucap Bi Nining dengan raut wajah sedih.


"Bi Nining !" ucap Gisel berdiri dari tempat duduknya dan berlari memeluk perempuan parubaya itu.


Keduanya saling berpelukan dan meneteskan air mata.


"Sudah Nona., Nona jangan menangis Bibi juga ikut sedih kalau Nona Gisel bersedih seperti ini" ucap Bi Nining sambil menghapus lelehan air mata yang membasahi pipi Gisel.


Gisel mengangguk pelan dan sekali lagi, Gisel menghamburkan pelukannya pada mantan pengasuhnya itu.


"Nona boleh kita bicara sebentar di kamar Bibi. Ada hal penting yang harus Bibi beritahukan kepada Nona." ucap Bi Nining sembari membelai lembut rambut Gisel.


Gisel menatap kearah Elin dan dianggukin pelan oleh mertuanya itu.


Setelah mendapat Ijin dari ketiganya, kini Gisel dan Bi Nining melangkah keluar meninggalkan mereka di ruangan ibu kepala.

__ADS_1


**Selamat atas ke tiga pemenang vote terbanyak pada episode lali ini. Akun yang ada namanya pada gambar di bawah ini tolong kirim no handpone supaya Author isikan pulsa( dikolom comentar Author dibawah)....untuk yang belum dapat jangan bersedih . lain kali Author akan mengadakan lagi lomba vote jadi, tetap setia ya bersama ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN.



__ADS_2