
Selesai makan Gisel langsung membereskan meja makan. semua makanan sisa Ia simpan di lemari pendingi yang bisa sewaktu waktu Ia dan Aldo ambil jika merasa lapar nantinya.
Aldo belum belum juga beranjak dari tempat duduknya Ia terus memperhatikan Gisel sambil menopan dagunya dengan tangan kananya.
"Tuan sebaiknya Anda masuk kamar saja saya mau membersihkan meja makan dan mencuci piring kotor yang baru kita gunakan" ucap Gisel sedikit canggung menyuruh Aldo meningggalkan tempat itu .
Bukanya pergi Aldo malah berpindah dari tempat duduknya ke kursi yang biasa koki atau pelayan gunakan untuk beristirat saat lelah atau jenuh menunggu masakan mereka yang prosesnya terbilang lama.
Gisel mengkerutkan dahinya dan mengedipkan bahunya melihat Aldo pindah dari satu tempat ke tempat lain.
Gisel membereskan piring diatas meja maka dan berencana membawanya ke tempat pencucian piring yang terletak di dekat dapur.
Belum juga Ia melangkah tiba tiba sebuah piring kecil yang terbuat dari kaca terjatuh di atas lantai dan pecah.
"Astaga...."ucapnya Gisel sambil membungkuk memunguti pecahan piring kaca tersebut yang berserakan diatas lantai.
Mata Aldo terus memperhatikannya dari jauh tanpa bergeral sedikit pun.
"Aw......." ucap Gisel meringis kesakitan karna jarinya tergores ketika Ia tidak sengaja memegangi pecahan beling tajam dari piring kaca tersebut.
Darah segar miliknya menetes diatas lantai.
Aldo berlari menghampiri Gisel wajahnya nampak prihatin ketika melihat jari Gisel mengeluarkan darah, tanpa bicara Ia langsung memegangi tangan tersebut dan memasukkan jari Gisel kedalam mulutnya dan kemudian megisapnya.
__ADS_1
Gisel terbelalak melihat Aldo melakukan itu pada jarinya Ia mencoba menarik tanganya dari mulut Aldo tapi segera ditahan oleh Aldo.
"Tuan jangan menyedot darahnya itu sangat kotor dan jorok" ucap Gisel melarang Aldo mengisap darah dari jarinya.
"Diamlah ..siapa suruh ceroboh" ucap Aldo mengeluarkan jari Gisel dari mulutnya, setelah itu memasukkan kembali seperti tadi lalu mengisapnya ulang.
Gisel hanya terdiam hatinya bergetar ada rasa yang anah saat Aldo melakukan itu padanya.
Dan tiba tiba tibuhnya kecilnya melayang di udara Aldo mengangkatnya dan membawahnya menuju ke kamarnya.
"Tuan apa yang Anda lakukan..Tolong turunkan saya" ucap Gisel sambil merontah rintah dari gendongan Aldo.
"Diamlah ..Aku akan mengobati lukamu di kamar! disana ada persedian P3K" ucap Aldo terus melangkah membawa Gisel ke arah kamarnya.
Tidak lama kemudian mereka tiba di dalam kamar. Aldo meletakkan Gisel dengan sangat pelan diatas tempat tidur.
"Diam disitu Aku akan mengambilkan obat merah untukMu dan plaster untuk membalut lukamu" ucap Aldo setelah meletakkan Gisel diatas pembaringan miliknya.
Gisel hanya mengangguk pelan tanda setuju.
Aldo melangkah menuju kotak kecil berlambang palang merah yang ada di dalam kamar.
Aldo membuka kotak itu dan mengeluarkan obat cair berwarnah merah dari dalam sana beserta sebuah plaster khusus untuk luka.
__ADS_1
Aldo menutupnya kembali dan berbalik mendekati Gisel.
Aldo mendudukkan tubuhnya di kursi yang terletas di samping tempat tidur.
"Kemarikan tanganMu "ucapnya setelah kepada Gisel.
Gisel menyodorkanya tanganya ke pada Aldo ada rasa canggung yang terlihat diantara mereka berdua saat saling bersentuhan.
"Tak usah menatapKu seperti itu" ucap Aldo sambil mengolesi jari Gisel dengan obat merah.
"Apaan shi ..Siapa juga yang menatap Anda" kilah Gisel padahal benar kata Aldo, Gisel menatap kepadanya.
"Pandai sekali kau membohongiKu" ucap.Aldo sembari menempelkan paster ke arah luka Gisel.
Tidak lama kemudian jari Gisel sudah sempurna di balut plester oleh Aldo.
"Istiraharlah disini ..kau pasti sangat lelah seharian memasak untukku" ucap Aldo sambil menyelimuti tubuh Gisel dengan selimut .
"Aneh sekali laki laki ini" ucap Gisel dalam hati tapi tetap mengangguk setuju.
Aldo melangkah menuju meja kerjanya dan mendudukkan tubuhnya di kursi.
Aldo membuka laptopnya dan mulai mengerjakan sesuatu di sana, matanya sesekali memperhatikan Gisel yang sedang tertidur pulas di sana.
__ADS_1
👉tetap like ,vote ,coment dan follow ya ..makasih .