ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
93. KEKEJAMAN ALDO


__ADS_3

Aldo melengkah mendekat kearah Rudy dan ketiga kawannya


Tanpa berbicara Aldo melayangkan tamparannya ke pipi mereka satu persatu hingga mereka berempat meringis kesakitan.


"Kalian Tau apa kesalahan kalian berempat" ucap Aldo yang sekarang berdiri di hadapan mereka.


Tak ada satupun yang berani menjawab hingga Aldo benar benar geram di buatnya.


"Rudy angkat kepalaMu! Jangan hanya berani pada orang lemah seperti si Rambo itu" bentak Aldo sambil menunjuk kearah Dedy.


"Ba..ik Tuan " ucap Rudy terbata bata.


"Aku tidak bisa mengulang! Jadi segerahlah jawab pertanyaanKu tadi" ucap Aldo sambil melipat tanganya di depan dada.


"Maafkan Saya Tuan! Tapi Saya benar benar tidak tau apa kesalahan Kami berempat" kilah Rudy.


"Benar Kau tidak Tau kesalahMu! Ucap.Aldo sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Rudy.


Rudy begitu gemetar wajahnya kini di penuhi dengan keringat dingin yang sebagian sudah menetes melalui dagunya.


"Baiklah Kalau kau pura pura lupa! Akan kuingatkan lagi padaMu! Hay Kau cepat bawah laptop itu ke mari lalu putar Video mereka berempat" ucap Aldo memerintahkan salah satu bodyguardnya yang sedari tadi menenteng laptop di tanganya.


"Baik Tuan" ucap bodyguard itu melangkah ke arah meja dan meletakkan laptop tersebut diatas meja.

__ADS_1


Tak lama kemudian, kini tampak Rudy dan Hambali serta ke tiga kawanya sedang mengobrol di layar Laptop.


"Bagai mana Tuan Hambali! apa anda setuju bila proyek itu jadi milik Anda tetapi, dengan syarat Anda harus membayar mahal semua ini" ucap Rudy pada Hambali di Layar laptop.


"Kalau soal Uang gampang bagi Aku asalkan, proyek raksasa itu benar benar jadi miliKu" Balas Hambali.


"Kalau masalah Itu Anda jangan Kuatir! Sudah banyak proyek perusahaan A&J kami menangkan kepada perusahaan yang benar benar mau membayar mahal atas usaha Kami dan Anda harus tau perusahaan A&J Itu seperti perusahaan Nenek moyang kami Ha ..ha ..ha" ucap Rudy sambari tertawa terbahak bahak.


Hambali dan ketiga kawannya ikut terbahak mendengar ucapan Rudy.


"Matikan! Na apa Kau sudah ingat semuanya" ucap Aldo mendorong pundak Rudy hingga pria itu hampir terjungkal ke belakang.


Rudy hanya bisa menunduk bersama ke tiga temanya. Kecurangan yang selama ini mereka sembunyikan akhirnya tercium juga oleh Aldo.


"Ma.afkan Kami Tuan Ka..mi khilaf" balas Rudy terbata bata.


"Ah ...hilaf kataMu! Kalau khilaf itu cuma sekali. Kalian sudah melakukanya berkali kali jadi itu bukan khilaf tapi segaja bodoh! Oh.. Aku tau tadi waktu Kau berbicara dengan Hambali, Kau bilang bahwa perusahaan A&J adalah perusahaan Nenek moyang kalian bukan! Na sebentar lagi Aku akan mempertemukan Kalian dengan Nenek moyang kalian berempat di perusahaan ini. Jadi, bersiap siaplah tapi sebelumnya Aku akan menyuruh Si Rombo untuk membalas apa yang tadi kalian lakukan padanya! Hay Kau kemarilah" ucap Aldo sambil memanggil Dedy untuk mendekat kepadanya.


Dedy bangkit dari tempat duduknya dan mendekat kearah Aldo.


"Saya Tuan! Ucap Dedy menundukan kepalanya.


"Na..! sekarang giliranMu membalas mereka dengan Apa yang tadi mereka perbuat padaMu" ucap Aldo pada Dedy.

__ADS_1


Dedy membelalakkan matanya seolah tak percaya apa yang baru Saja Ia dengar.


"Aku tidak berani tuan! aku sudah memaafkan mereka" ucap Dedy gemetaran sambil menundukkan kepalanya.


"Baiklah kalau Kau tidak mau melakukanya! Aku akan menyuruh mereka memukulMu seperti tadi" ucap Aldo menyunggingkan bibirnya.


Dedy sontak mendogak, tampa berkata kata lagi Ia melayangkan pukulan kerasnya ke wajah Rudy hingga pria itu jatuh tersungkur ke lantai dan beberapa biji Giginya terlepas dan berhamburan di atas lantai.


Dedy bagaikan mendapat Jetpot besar dengan membabi buta Ia menghajar ke empat orang itu hingga meringis kesakitan dan terkapar di atas lantai.


Aldo terperanga melihat aksi Dedy yang lumayan lincah menghajar keempat orang itu.


"Tuan Saya rasa sudah cukup! Sakit hati selama ini Aku rasakan Akhirnya terbalas juga ke mereka" Ucap Dedy sambil menepuk nepukkan kedua telapak tanganya seakan akan menghilangkan debu yang melekat di kedua telapak tanganya.


"Baiklah kalau kau sudah puas!Kau boleh pergi sekarang" ucap Aldo memerintahkan Dedy untuk meninggalkan tempat itu.


Sepeninggalan Dedy, Aldo kembali mendekat kearah Rudy dan ketiga kawanya yang tergeletak merasakan sakit akibat pukulan bertubi tubi yang mereka dapatkan dari Dedy.


"Na..! Seperti janjiKu tadi Aku akan mempertemukan kalian berempat dengan nenek moyang kalian! Hay Kalian, Bawah mereka ke kandang singa, biar mereka berempat bisa secepatnya berteMu dengan Nenek moyang mereka" ucap Aldo memanggil kelima bodyguardnya untuk menyeret Rudy dan ketiga temanya ke ruang bawah tanah dimana Ia menyimpan binatang peliharaanya itu.


"Tuan Ampuni kami! Kami masih mau hidup tolong beri kami kesempatan Tuan" ucap Rudy yang terus meraung minta pengampunan dari Aldo.


Aldo sama sekali tidak mendengarkan Rintihan Rudy beserta kawan kawanya.Ia malah asyik membuka handpone miliknya dan menatap wajah Gisel di layar mini tersebut sambil tersenyum senyum sendiri.

__ADS_1


👉Like, coment , vote ya makasih banyak.


__ADS_2