
Aldo mengangkat tubuh Gisel masuk kedalam bilik. Dengan hati hati sekali Ia meletakkanya diatas pembaringan.
"Pelayan ..siapkan Air hangat dan handuk kecil lalu bawahkan kemari" ucap Aldo pada seorang pelayan yang sedari tadi mengekorinya.
"Baik Tuan" ucap Sang pelayan lalu berlalu meninggalkan bilik itu.
"Sayang, bangunlah jangan membuatKu kuatir seperti ini" ucap Aldo yang terus menatap wajah Gisel sambil mengusap usap ujung kepalanya.
Pelayan datang membawah sebuah baskom kecil berisi air serta handuk berwarnah putih dan menyerahkanya kepada Aldo.
"Ini Tuan" ucap Sang pelayan itu sambil menyodorkan baskom berisi air dan handuk kepada Aldo.
Aldo dengan telaten mengompres dahi Gisel dengan handuk basah yang di dapatnya dari Pelayan tadi.
Tak lama kemudian delapan orang masuk memakai baju putih putih sambil menenteng tas di tanganya.
"Siang Tuan Aldo! Saya beserta teman teman datang sesuai dengan perintah Tuan" ucap Docter Vian, Docter pribadi Aldo.
"Docter apa saja yang kau bawah kesini!" balas Aldo sambil berdiri.
"Docter Any Docter ortopedi menangani tulang, Docter Ryan Docter spesial kulit, Docter Fadly Docter Khusus luka dalam dan yang terakhir Docter Tania Docter khusus kandungan" ucap Docter Vian menjelaskan dengan Rinci kepada Aldo.
"Baiklah Kalau begitu tapi, Aku tidak Mau Docter pria itu memerikasa IstriKu apalagi menyentuhnya" ucap Aldo memandang sinis pada Docter Ryan dan Docter Fadly.
"Tapi Tuan!....." ucap Docter Vian menggantung karna mendapat tatapan tajam dari Aldo.
__ADS_1
"Baiklah Tuan! Meraka berdua akan di wakili oleh Asisten Mereka! Dini dan Kyala Kalian siapkan semua apa yang perlu" ucap Docter Vian memerintahkan Asisten Ryan dan Fadly.
Satu persatu Docter dan Asisten maju memeriksa kondisi Gisel. Tapi tidak menemukan keretakan, atau kerusakan pada tubuh Gisel.
Hingga yang terakhir Docter Tania maju untuk memeriksakan kondisi Gisel.
Wanita itu tersenyum dan memasukkan kembali Stetoskop kedalam tas miliknya.
"Kenapa kau tersenyum kepadaKu! Apa kau senang melihat istriKu terbaring sakit seperti ini!" ucap Aldo membentak Docter Tania.
"Maafkan Saya Tuan! bukanya Saya senang atau apa dengan keadaan Nyonya. Saya tersenyum karna Saya ikut senang Kalau sebentar lagi Anda akan menjadi seorang Ayah" ucap Docter Tania sambil menunduk di hadapan Aldo
Aldo yang mendengar ucapan Docter Tania terbelalak. Ia mendekat kearah wanita yang kira kira seumuran dengannya itu, kemudian memegangi kedua pundaknya dan menguncang guncangkan tubuhnya.
Docter Tania yang hanya mengangguk pelan tanpa berani memandang wajah Aldo.
Tiba tiba tubuh Tania melayan ke udara. Aldo mengangkatnya serta memutar mutarkanya hingga wanita itu sangat Malu dibuatnya.
"Tuan tolong turukan Saya" ucap Tania menutup kedua matanya karna malu dengan teman teman se profesinya yang ada di sana.
Aldo menurunkan Docter Tania begitu saja hingga, wanita itu hampir terjatuh dibuatnya.
Untungnya Docter Vian gesit menangkapnya hingga wanita itu tidak sempat tersungkur di atas lantai.
"Dasar manusia Aneh" ucap Docter Vian samar samar tapi sempat di dengar orang yang ada di dalam ruangan itu termaksud Aldo.
__ADS_1
Aldo tak mempedulikanya sama sekali. Kabar gembira yang di ucapkan Tania tadi mengalihkan dunianya.
Rasa bahagia yang Aldo rasakan rasakan saat ini benar benar membuat sifat arogantnya mengalahkan segalanya.
Aldo berlutut di lantai, disamping pembaringan dimana Gisel sedang terkulai lemas di atas sana.
Matanya berkaca kaca dan tek henti hentinya Ia menciumi punggung tangan Gisel.
"Sayang Trimah kasih " ucap Aldo berkali kali hinggal orang yang ada dalam ruangan itu terhanyut oleh adegan yang tak lazim bagi mereka.
Seorang Aldo yang selama ini mereka kenal arogant dan dingin mengucapkan kata kata romantis di depan seorang gadis kecil seperti Gisel.
Setelah puas menciumi tangan dan mengucapkan kata sayang kepada Istrinya, Aldo bangkit dan memutar tubuhnya kearah para Docter yang tadi memeriksakan Gisel.
"Kalian semua boleh pulang! Sebagai tanda terimah kasih Aku, karna kalian telah memberiKu kabar yang sangat sangat baik hari ini. Maka, Aku akan menghadiahkan kalian masing masing sebuah mobil mewah" ucap Aldo dengan tegas diselingi senyum kebahagiaan.
Semua Docter dan Asistennya sontak tersenyum dan saling memandang satu sama lain mendegar kamar gembira dari mulut seorang Aldo.
"Benarkah Tuan! apa yang Anda katakan barusan?" ucap Docter Vian, Docter satu satunya yang berani berbicara langsung dengan Aldo.
"Apa Aku perna membohongiMu! Atau menjilat kembali perkataanku" ucap Aldo tegas.
Semuanya langsung tersenyum dan saling berpelukan satu dengan yang lain sakin gembiranya mendapat sebuah mobil mewah dari seorang Aldo.
👉terus beri like, coment, vote dan rate bintan limanya ya makasih.
__ADS_1