ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
91. DENDAM.


__ADS_3

Sepeninggalan Hambali, Handoko dan Kusumo pun ikut berpamitan.


Kini tinggal Gisel, Joni, Rudy dan ketiga temannya berada dalam ruangan itu.


"Karna rapatnya sudah selesai kami permisi dulu Nyonya" ucap Rudy sambil berdiri diikuti ke tiga temanya.


Gisel hanya mengangguk pelan. Lain halnya dengan Jony Ia melangkah mendekati Rudy dan membisikkan sesuatu ditelinganya.


Rudy terbelalak, Wajahnya yang putih kini berubah menjadi pucat dan mengeluarkan keringat dingin.


"Nyonya! Ayo pulang! Nyonya besar sedang menunggu Anda Mension" ucap Jony.


Gisel kembali mengangguk dan berdiri meninggalkan tempat itu diikuti Jony dari belakang.


Gisel melangkah keluar gedeung tiba tiba seseorang menarik tanganya dengan kasar.


"Hambali lepaskan Nyonya kami" ucap Jony mendorong tubuh Hambali dengan kasar.


"Maaf secretaris Jon! Aku ingin berbicara sebentar dengan Dia" ucap Hambali memegangi pergelangan tangan Gisel.

__ADS_1


"Kau benar benar kurang ajar tua bangka" ucap Jony ingin mendatkan pukulanya kearah Hambali tapi segera di tahan oleh Gisel.


"Stop secretaris Jony! jangan mengotori tanganMu dengan memukul manusia seperti Dia" ucap Gisel mencegah Jony mendaratkan ketupat mentahnya kearah wajah Hambali.


"Kau Mau apa tua bangka! cepat katakan? Kami tidak ada waktu untuk meladeni orang sepertiMu" ucap Jony dengan sinis kepada Hambali.


"Aku ingin bicara berdua saja denganya" balas Hambali .


"Kau benar benar ya! dikasih hati minta ketupat mentah" balas Jony dengan geram.


"Tidak apa secretaris Jon! Kau tunggu di mobil saja! Setelah ini Aku akan menyusulMu" ucap Gisel memandang kearah Jony.


"Kau tenang saja! Aku akan baik baik saja"ucap Gisel meyakinkan Jony.


"Baiklah Nyonya! Ingat Hambali kalau sampai NyonyaKu lecet, Aku tidak akan meloloskanmu! camkan itu" ucap Jony menunjuk wajah Hambali sambil melangkah pergi.


Setelah kepergian Jony, Hambali menghempas kasar tangan Gisel.


Hambali mengangkat tanganya ingin menampar Gisel tapi, seketika itu juga bayangan Jony menari nari dihadapanya.

__ADS_1


"Sial....!secretaris sialan itu benar benar menakutkan"ucap Hambali mengurungkan niatnya.


"Tamparlah kalau Kau berani Tuan Hambali! kenapa Kau tidak melanjutkanya" ucap Gisel memasang pipinya.


"Kau benar benar perempuan Sialan...! Kau menghancurkan mimpiKu yang sudah bertahun tahun aku rancang hanya dengan sekelip mata!Apa sebenarnya tujuanMu?" ucap Hambali dengan geram sambil menyatukan kedua rahanya hingga mengeluarkan bunyi dari dalam mulutnya.


"Ha ha ha ...Apa Kau sudah pikun Tuan Hambali. Dulu perna Aku katakan bukan! Aku akan menghancurkan keluarga Kalian hingga, Kalian juga merasa apa yang selama ini Aku rasakan. Dan Ingat, ini belum seberapa, kedepanya Aku akan mengambil semua harta milik Ibuku dari tanganMu sehingga Kau kembali ke habitatMu menjadi gembel seperti sebelum Kau menikah dengan IbuKu" ucap Gisel pebuh emosi.


"Lakukan saja kalau Kau bisa" ucap Hambali menantang.


"Ha ..ha .ha ..Hambali, Hambali. Kau masih belum menyerah juga setelah apa yang Aku lakukan padamu tadi di ruang itu! Satu impianMu telah Aku hancurkan. Kedepanya Impian impianMu yang lain akan sama nasibnya dengan impianMu hari ini! Kau paham maksudKu bukan!" ucap Gisel dengan menyunggingkan bibirnya.


"Sebenarnya siapa Kau ini? kenapa Kau bisa mengendalikan perusahaan milik Tuan Aldo! Atau jangan jangan Kau simpananya ah..!" ucap Hambali memplototkan matanya.


"Kau tak perlu tau! dan tak ada urusanya juga degan diriMu. Jadi, nikmati saja permainan berikutnya! Karna Aku tidak akan membiarkan Kau dan keluargaMu hidup tenang setelah apa yang Kau dan keluargaMu lakukan padaKu" ucap Gisel meninggalkan Hambali


"Dasar wanita Iblis....." teriak Hambali sambil melemparkan handpone ke lantai.


👉tetep beri like, coment , vote dan rate bintang 5nya ya trimah kasih.

__ADS_1


__ADS_2