
Lama mereka terduduk di dalam mobil.Tak henti hentinya Gisel memandangi wajah tampan milik Aldo.
Ada getaran getaran aneh dalam dirinya ketika melihat pria tampan yang sedang berbaring di pangkuanya saat itu.
"Apa ini namanya cinta! kenapa tidak sama getarannya saat bersama Dirga dulu" ucap Gisel dalam hati sambil terus membelai lembut pucuk kepala Aldo.
"Tidak mungkin tidak mungkin!" ucap Gisel sambil memukul mukul jidatnya
Aldo sebenarnya sudah sedari tadi terbangun, tapi Ia pura pura tertidur mengingat rasa nyaman saat Ia tidur diatas pangkuan milik Gisel. Apa lagi saat Gisel membelai pucuk kepalanya dengan sangat lembut membuatnya tidak ingin terbagun sampai besok.
Joni yang sedari tadi mengetahui perbuatan Aldo mulai berpikir untuk mengerjai majikanya itu .
Dengan senyum devil Joni mulai membuka suara.
"Nyonya Gisel! bagai mana kalau kita pergi berdua saja! Saya takut, Nyonya Gisel kelaparan dan Maag Anda kambuh lagi" ucap Jony sedikit serius dan menatap ke arah Gisel.
Hati Aldo benar benar geram mendengar ucapan Jony, ingin rasanya Ia membanting secretarisnya itu sampai patah 3 kali, tapi masih di tahanya karena takut Gisel mengetahui kalau Ia hanya pura pura tidur.
"Dasar secretaris sialan ...." ucap Aldo dalam hati
Gisel mendongakkan kepalanya seketika, ketika mendengar Jony berbicara dan menyebut namanya.
"Aku tidak mau meninggalkan Tuan Aldo disini. Kasihan Dia, Dia pasti sangat ngantuk! secretaris Jo pergi saja duluan, biar Aku menunggui Tuan disini sampai Ia terbangun dan kami berdua menyusulMu masuk kedalam" ucap Gisel sedikit menolak ajakan Jony.
Mendengar ucapan Giseh hati Aldo berbunga bunga bak iklan pewangi di tivi tivi itu.
"Rasain Kamu Jony! Emang enak ditolak.......he he" ucap Aldo dalam hati sambil menyunggingkan bibirnya yang hampir hampir tidak terlihat oleh mata.
__ADS_1
Bukan Jony namanya kalau secepat itu Ia menyerah. Jony kembali memutar otaknya untuk mencari cara supaya Gisel bisa Ia Ajak masuk kedalam Restaurant, dan otomatis Aldo pasti terbangun dari tidur pura puranya.
"Nyonya! apa Anda mau, saat Tuan Aldo terbangun nanti Ia Akan memarahi dan memecat saya, gara gara Saya tidak mengajak Nyonya untuk Masuk makan!. Tuan Aldo pastinya akan marah besar kalau melihat Nyonya sampai kelaparan saat beliau terbangun, Apalagi sampai kena Maag, pasti dampaknya semua ke saya Nyonya. Maka dari itu Tolonglah Saya Nyonya, untuk kali ini saja mari kita masuk kedalam dan menikmati makanan lezat yang sudah Tuan Aldo pesan" ucap Joni mendalami karakternya dengan sangat dalam dan total pake banget.
Lama Gisel berpikir dan tiba tiba keputusanya sudah bulat..
"Baiklah secretaris Jo Aku akan ikut denganmu ..." ucap Gisel dengan pasti .
Tapi belum juga Gisel menggerakkan tubuhnya, tiba tiba tubuh Aldo bergerak duluan.
"Uummm......" Gumam Aldo terbangun dari pangkuan Gisel dan merenggangkan otot ototnya seolah olah Ia baru saja terbangun dari tidur panjangnya.
Jony yang sedari tadi terduduk di kursi kemudi
tersenyum penuh kemenangan bisa mengerjai Aldo seperti itu.
Setelah melap wajahnya memakai sapu tangan dan merapikan sedikit rambutnya. Aldo membuka pintu dan keluar memutari mobil.
Aldo kemudian membukakan pintu mobil untuk Gisel.
"Cepat turun Aku sudah sangat lapar. Apa Kamu Mau melihatku mati kelaparan disini" ucap Aldo sedikit membentak pada Gisel.
Jony yang melihat itu sontak menepuk nepuk jidatnya.
"Perhatian macam apa itu! Oh..., mungkin ini yang di maksud orang orang tua dulu perhatian tapi penuh dengan gengsi" ucap Jony pelan tapi masih bisa di tangkap bagus oleh daun telinga Gisel.
Gisel memukul punggung Jony dan bergegas keluar dari dalam mobil.
__ADS_1
Aldo melangkah masuk dan di ikuti oleh Gisel dan Jony dari belakang.
Belum juga mereka jauh melangkah, tiba tiba Aldo menghentikan langkah kakinya dan berbalik ke arah belakang.
"Untuk apa kamu ikut..?" ucap Aldo memandang kearah Jony
"Untuk makan Tuan," ucap Jony polos.
"Tidak boleh ..tidak boleh! Kamu pulang ke Mension saja! semua kamar pelayang, kamu renovasi ulang. Aku tidak mau Mension megahKu itu di penuhi dengan barang barang kumuh seperti yang ada di dalam kamar si mini ini!" ucap Aldo dengan Angkuh sambil menunjuk kearah Gisel.
Gisel hanya terdiam, tapi hatinya menggebu gebu mendengar perkataan Aldo barusan.
Ingin sekali rasanya Ia memberi cabe satu kilo gram ke mulut pria yang ada dihadapanya saat itu.
"Baik Tuan Akan saya laksanakan" ucap Jony yang sudah tidak mau berdebat lagi dengan majikanya.
"Eee mau kemana...?" ucap Aldo saat Jony sudah membalik badan .
"Mau pulang ke Mension Tuan! menjalankan perintah seperti yang Tuan inginkan tadi" balas Jony kembali membalikkan badannya menghadap kearah Aldo.
"Kau boleh pulang tapi kunci mobil bawah kemari" ujar Aldo sambil menjulurkan telapak tanganya.
"Terus pulangnya saya pake apa Tuan?" balas Jony sambil memberi kunci mobil kepada Aldo.
"Au.......! Ayo masuk" ucap Aldo sambil menarik tangan Gisel masuk kedalam restaurant
Joni menggaruk garuk kepalanya dan melangkah menuju keluar untuk mencari taxi .
__ADS_1
👉tetap like,coment,vote ,dan favorite ya teman teman makasih.....