
Aldo terus melajukan mobilnya menuju tempat dimana Melly sedang menunggu.
Tidak lama kemudian tempat yang mereka tujuh sudah terlihat dari seberang jalan, nampak Melly sedang duduk termenung disana.
"Itu Simelon sedang menugguMu disana" ucap Aldo sambil memarkir mobilnya di pinggir jalan.
"Melly kali bukan Melon " balas Gisel yang tidak mau kawanya di katain Melon.
"Sama saja kali sama sama bundar kayak bola ha ha ha" ledek Aldo sambel tertawa lebar.
"Tuan ma bebas" balas Gisel singkat.
Belum juga mereka keluar dari dalam mobil tiba tiba handpone dalam kantong celana Aldo bergetar.
"Ada apa kau menelponKu" ucap Aldo sedikit kesal kepada si penelpon.
"Maaf Tuan! Saya mengganggu ketenangan Anda, Tapi ini ada client dari luar negri sudah sedari tadi menunggu Anda" ucap Jony di ujung sana .
"Tapi kenapa tiba tiba begitu, padahal hari ini jadwal Aku kosong bukan!" balas Aldo sedikit heran.
" Benar sekali Tuan! Tapi client kita ini buru buru ingin balik ke negaranya karna ada kepentingan mendadak" Balas Jony.
"Baiklah ..baiklah Aku akan kesana" ucap dan mematikan sepihak hubungan telpon mereka.
__ADS_1
Setelah memasukkan handponenya kembali kedalam saku celananya, Aldo berpaling kearah Gisel yang duduk di sampingnya.
"Hay Kau temanya Melon! Kau tunggu Aku di sini jangan pergi ke mana mana, Aku ada urusan sebentar nanti Aku jemput kembali kau disini! Awas kalau Kau sampai macam macam dengan Melon itu akan ku kurung Kau di dalam mension mengerti?" ucap Aldo mendekatkan wajahnya kearah Gisel.
Mendapatkan perlakuan seperti itu dari Aldo, Gisel memundurkan badanya sedikit ke belakang.
"Iya ..iya kami hanya sekedar ngobrol kok dan tidak akan macam macam" balas Gisel sedikit gemetar.
"Bagus Anak pintar! Ambil ini Nomorku dan nomor Simelon itu sudah Aku seve di dalam situ! Jangan menyimpan Nomor laki laki lain selain nomorKu kau paham" ucap Aldo sambil memberi handpone yang di belinya saat itu di Mall.
"Tapi ini terlalu mahal Tuan! Aku tidak cocok memakainya"balas Gisel menolak handpone harga 40 jutaan itu.
"Aku tidak mau ada penolakan, lagian handpone jadulMu itu sudah Aku buang di bak sampah! cepat Ambil nanti Aku video call jangan sampai kau membohongiKu" ucap Aldo sambil menyodorkan handpone mewah itu kearah Gisel.
"Trimah kasih banyak Tuan Aldo, Anda begitu baik entah bagai mana caranya saya membalas kebaikan Anda ini" ucap Gisel sangat manis tapi bibitnya manyun ke depan
Aldo tersenyum tipis mendengar ucapan dari Gisel.
"Kalau begitu Aku temui Melly dulu dari tadi Ia menungguKu" Ucap Gisel sambil membuka pintu mobil.
"Etss tunggu dulu katanya Mau membalas kebaikanKu! kenapa buru buru pergi" cegah Aldo sambil menarik sebelah tangan Gisel.
Gisel mengkerutkan dahinya dan mengurungkan Niatnya keluar dari dalam mobil sambil berbalik kearah Aldo.
__ADS_1
"Maksud Tuan ...." ucap Gisel menatap kearah Aldo dengan heran.
Aldo tersenyum menyerigai sambil memegang pipinya dengan jari telunjuknya.
"Aku tidak mau kalau itu balasanya..." ucap Gisel sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
"Kalau begitu Aku tidak izinkan Kau bertemu Simelon itu! Ayo ikut Aku ke kantor " ucap Aldo sambil menyalakan kembali mesin mobilnya.
"Iya ..iya ...suka sekali memaksa ..Cepat kemarikan pipinya " ucap Gisel sambil memanyunkan bibirnya kedepan
Aldo tersenyum lebar dan mendekatkan wajahnya kearah Gisel. tapi belum juga Gisel mencium pipinya Aldo segera memutar wajahnya sehingga bibirnya dan bibir Gisel saling bertemu.
Gisel merontah-rontah tapi sayang kepalanya sudah di pegang erat oleh Aldo .
Aldo mulum4t bibir mungil Gisel dengan lembut, Menyadari sudah tidak ada perlawanan dari lawanya Aldo terus memper dalam seranganya ke bibir Gisel.
"Apa yang sedang kalian lakukan ...Ah! Teriak Melly yang mengintip dari luar melalui jendela kaca mobil.
Gisel segera mendorong wajah Aldo menjauh darinya dan terburu buru menghapus bekas air liur dibibirnya.
"Sial .....mengganggu saja Simelon busuk ini" umpat Aldo dalam hati.
👉tetap like, coment , favorite ,vote dan follow me ya kawan kawan gratis kok ...trimah kasih.
__ADS_1