
Gisel hanya memanyunkan bibirnya mendengar perintah Aldo. Dengan Telatan gisel menyendok nasi dari piring yang di berikanya tadi kepada Aldo.
"Aaa..."ucap Gisel sambil membuka mulutnya dan menyodorkan sendok makan berisi nasi dan lauk kearah mulut Aldo.
Aldo memandang kearah sendok yang ada di hadapanya itu. Dengan sangat pelan ia membuka mulutnya seperti apa yang di praktekkan Gisel.
Sementara itu Joni yang berdiri tidak jauh dari mereka berdua hanya melotot kearah Aldo Ia benar benar tidak percaya kalau seorang bisa bertingkah konyol seperti itu.
"Dasar Bayi " ucap Joni dalam hati.
Sementara itu Gisel terus menyuapi Aldo dengan sabar sesekali Ia menyeka butiran nasi yang menempel di bibir Aldo.
Tidak jarang mata mereka saling bertatapan satu sama lain yang membuat Gisel kadang kikuk dibuatnya.
"Makan yang benar jangan menatapku seperti ini!" ucap Gisel menegur Aldo yang memandanginya terus menerus.
"Siapa juga yang menatapmu ..Aku hanya menatapi isi dalam sendok itu, jangan sampai kau memasukkan sesuatu ke dalamnya" ucap Aldo sedikit sinis.
"Kok baru protes ..ingat Tuan ini sudah suapan yang ke 20, andai saya memasukkan sesuatu hal yang tidak diinginkan pasti dari suapan pertama Tuan sudah mengalami hal yang janggal"balas Gisel tidak terimah Aldo menuduhnya yang bukan bukan.
Aldo menggaruk pelan kepalanya kali ini Ia benar benar mati kutu di hadapan Gisel.
"Kau ini selalu saja melawan ku! Apa kau lupa perjanjian kita ...kau itu bawahan dan saya ini bosmu jadi setiap ucapan bos itu yang paling benar walau kau meras benar! Kau paham" ucap Aldo memegan pergelangan tangan Gisel yang ingin menyuapinya.
Kembali Gisel memutar kedua bola matanya sambil mengkerutkat dahinya.
"Peraturan macam apa itu! seumur umur saya baru mendegar peraturan seperti itu! bagai mana denganmu secretaris Joni" ucap Gisel memandang kearah Joni .
"Maaf Nyonya saya juga merasa sama dengan Anda" ucap joni yang masih berdiri menunduk.
__ADS_1
Aldo juga mengalihkan pandanganya kearah Joni.
"Apa kau bilang Ah! beraninya kalian berdua melawanku! dan kau Joni apa kau sudah bosan bekerja denganku" ucap Aldo menatap kearah Joni .
Jodi sedikit mendongakan kepalanya dan menatap lekat kearah Aldo sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
"Maksud saya tidak begitu Tuan! Tadi itu lidahkuhku kaku lalu keseleo jadi dengan spontan keluar dengan sendirinya ucapan seperti itu" kilah Joni
Gisel hanya menggeleng geleng kepala Atasan dan bawahan sama konyolnya.
"Kau ini pintar sekali kalau bikin alasan!Ayo lanjutin" ucap Aldo kepada Joni kemudian mengalihkan pandanganya kearah Gisel.
Suapan demi suapan Gisel berikan kepada Aldo sampai isi dalam ranyang benar benar sudah mengkilap alias habis.
"Nich minum bayi raksasa" ucap Gisel sambil menyodorkan gelas berisi air kepada Aldo.
Aldo cuman tersenyum sembari mengambil gelas yang ada di tangan Gisel.
Setelah membereskan semua perlengkapan makan serta rantang yang dibawahnya tadi Gisel meminta izin kepada Aldo untuk balik kerumah.
"Baiklah Tuan karna tugas saya sudah selesai maka saya mau balik kerumah" ucap Gisel sambil menenteng rantang di tanganya .
"Baiklah nanti Joni akan mengantarmu pulang" ucap Aldo sambil berdiri mendekati Gisel.
"Tidak usah Tuan biar saya naik ojek saja saya takut mengganggu pekerjaan secretaris Joni" balas Gisel.
Aldo memplototkan matanya kearah Gisel setelah mendengar kata ojek.
__ADS_1
"Awas saja kalau kau berani berboncengan dengan laki laki selain aku! Aku akan mengurungmu di rumah dan tidak akan membiarkanmu keluar sama sekali" ucap Aldo menatap kearah Gisel.
"Maksudnya apa Tuan saya benar benar tidak mengerti! Lagian ojek langganan saya itu perempuan bukannya laki laki seperti yang Tuan maksud " balas Gisel.
Aldo cuman menggaruk garuk kepalanya ternyata yang membonceng Gisel tadi ternyata perempuan bukanya laki laki seperti dalam pikiranya.
"Tolong ya Tuan saya naik ojek saja soalnya mau mampir di Mall bertemu Melly sudah lama sekali kami tidak bersua" ucap Gisel memegangi lengan Aldo .
Aldo tersenyum melihat Gisel yang berbuat seperti itu kepadanya.
"Saya izinin tapi ada syaratnya?ucap Aldo sambil melipat kedua tanganya di depan dada.
"Apa syaratnya Tuan pasti saya lakukan"ucap Gisel sambil memegang lengan Aldo dan menggoyang goyangkan badan besar itu.
"Benar pasti kau lakukan? ucap Aldo sambil menatap kearah Gisel.
Gisel hanya mengangguk pelan .
"Cium ini .." ucap Aldo menunjuk kearah pipinya.
Gisel cuman memplototkan matanya mendengan ucapan Aldo.
"Kalau Tidak mau ya sudah! Aku banyak kerjaan! Joni antar Gadis ini pulang" ucap Aldo sembari melangkah ke arah kursi kebesaranya.
Cup satu ciuman mendarat ke pipi Aldo yang membuatnya terperangah sambil memegangi pipinya.
Sementara itu Gisel sangat malu dan sedikit menutup wajahnya meninggalkan ruangan Aldo.
👉like, coment, vote dan follow me ..trimah kasih.
__ADS_1