ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
119. KEPALA PELAYAN BARU.


__ADS_3

Mata Tari dan Lidia terbelalak setelah melihat seseorang berdiri di hadapanya sambil memplototkan kedua matanya dan melipat kedua tanganya di depan dada.


"Tuan ...Jony!" ucap Tari sambil menutup mulutnya dengan kedua buah telapak tanganya.


"Yupss ...Aku! Kamu kaget ya Doraemon! ternyata selama ini, Kamu dan katak berlidah panjangMu itu suka menindas bawahan! Oke, sekarang Aku akan memberikan pelajaran berharga bagi Kalian berdua bagai mana rasanya menjadi bawahan yang selalu di tindas oleh atasanya! Hay ..kamu Kemarilah," ucap Jony sambil kengangkat jarinya menunjuk kearah Rindu.


"Saya Tuan! ucap Rindu mendekat kearah Jony.


"Siapa namaMu tadi,?" ucap Jony memplototkan matanya pada Rindu.


"Sa..ya Rindu Tuan" jawab Rindu terbata bata.


"Oh Kangen..., nama yang bagus dari pada Meong! baiklah mulai sekarang, Kamu yang akan menjadi kepala pelayan. Jika selama satu bulan ini kamu lolos, Maka sampai Kamu bosan atau sudah tidak bekerja lagi disini baru jabatan itu bukan milikaMu lagi" ucap menatap Tiara dan Lidia dengan senyum mengejek.


Tari dan Lidia yang mendengar ucapan Jony terbelalak. seakan akan apa yang mereka dengar barusan bagai petir yang menyambar dan menyayat nyayati tubuh mereka berdua.


Bukan cuman Tari dan Lidia yang merasakan hal itu, Rindu pun ikut melotot dan kaget setelah mendengar ucapan dari secretaris Jony.


"Tapi Tuan! Dia baru beberapa hari masuk jadi pelayan di Hotel ini Eees ..., maksud Saya bekerja di Hotel ini. Tidak mungkinkan secepat itu pihak Hotel menaikan jabatanya. Apalagi pendidikanya cuman sampai SLTA mana mungkin Dia bisa mengurus pelayan yang ada di restaurant ini yang jumlah karyawannya lebih dari seratus orang. Sangat beda dengan Saya, yang Ilmu dan pengalaman Saya yang tidak bisa diragukan lagi. Tuan Jony kalau bicara kadang suka bercanda deh," ucap Tari sambil memukul pundak Jony dengan lembut seolah olah mereka adalah teman akrab.


Jony yang diperlakukan seperti segera menangkat tangan Tari dan meremasnya dengan kuat hingga wanita itu meringis kesakitan.


"Awo......," Ringis Tari


"Jangan coba menyentuhKu atau memperlakukanKu seperti temanMu! karna sampai kapanpun Aku tidak bakalan berteman dengan orang orang jahat dan sombong seperti kalian berdua! mengerti,!" bentak Jony sambil melepas tangan Tari dan mendorong tubuhnya ke belakang hingga hampir terjatuh, untung Lidia segera menangkap tubuhnya kalau tidak, pasti wanita bertubuh sejahtera itu sudah terpingkal di atas lantai.


Tari hanya tertunduk dan gemeteran mendengar bentakan dari Jony


"Dan ingat Aku tidak pernah bercanda atau main main dengan ucapanKu!. Tadi kataMu berilmu tinggi Ah, untuk apa berilmu Tinggi kalau adab kalian tidak ada ! Belajarlah adab sebelum ilmu, sebab ilmu tanpa adab hanya akan membuatMu sombong, ingatlah iblis, ilmunya tinggi tapi dilaknat Allah karena kesombongannya.


Dan mulai sekarang kalian berdua menjadi bawahan dari Nona ini mengerti!" Kembali bentakan Jony terdengan di telinga Tari dan Lidia.


Tari dan Lidia hanya terdiam hingga membuat emosi Jony makin meninggi.

__ADS_1


"Kalau kalian berdua tidak terimah silahkan tinggalkan tempat ini. Kalian tahu sendiri bukan! diluaran sana, ada ribuan orang dengan senang hati akan mengganti posisi kalian di tempat ini" ancam Jony pada Tari dan Lidia.


"Jangan Tuan...,! Kami akan melaksanakan sesuai perintah Tuan Jony" ucap Tari berlutut di hadapan Jony dan diikuti pula oleh Lidia.


"Bagus ..! kalian berdua berdirilah dan layani Nona Nona yang ada di meja ini dengan baik sesuai peraturan perHotelan paham! ucap Jony sambil mempersilahkan mereka untuk berdiri.


"Trimah kasih Tuan! Kami akan melakukan dan bekerja sebaik mungkin untuk melayani para pelanggan" balas Tari sambil menundukkan kepalanya.


Tidak lama kemudian Gisel dan Melly muncul dari arah lorang toilet.


Mereka berdua melangkah mendekati keempat orang yang sedang berdiri di dekat meja mereka tadi, dan mendapati Rindu sedang tertunduk sambil menangis.


"Hay ...kenapa Kamu menangis" ucap Gisel sedikit mengangkat wajah Rindu.


Bukanya menjawab Rindu malah menghamburkan pelukanya kepada Gisel.


Gisel dan Melly saling memandang dan mengangkat bahunya tanda tidak mengerti apa yang baru terjadi di tempat itu.


Karna tidak ada jawaban dari Rindu . Mata Gisel dan Melly beralih kearah Jony yang sedang berdiri tak Jauh dari mereka saat itu.


Jony yang mendapatkan tatapan tajam dan pertanyaan dari Melly hanya mengedipkan bahunya sambil berlalu pergi ke meja sebelah tak jauh dari tempat mereka saat itu.


"Coba lihat Secretaris batu itu, Benar benar menyebalkan bukan! Iiiiiii......,?" ucap Melly sambil membunyikan bunyikan rahangnya dan menghentak hentakkan kakinya diatas lantai sakin jengkelnya pada Jony.


"Gitu gitu calon suamiMi lo...., " ucap Gisel sekenanya hingga membuat Melly tambah jengkel dan memukul bahu Gisel dengan tas kecilnya.


" Kamu sama saja denganya, sama sama menjengkelkan," ucap Melly memanyun mayunkan bibirnya.


"Ha ..ha ...ha! gitu aja ngambek. Ayo kita duduk! Dan pesanlah makana dan minuman kesukaan kalian " ucap Gisel mengajak mereka duduk.


Tidak lama kemudian, Berbagai jenis makanan dan minuman sudah tersaji diatas meja mereka.


Mereka bertiga menikmati hidangan tersebut dengan canda tawa dan ulah konyol Melly yang membuat ketiganya sesekali terdengar cengegesan di sana.

__ADS_1


"Ah kenyang ...," ucap Melly sambil memengangi perutnya.


"Iya sama ...,enak benaran ya! Makan makanan orang kaya, Kalau hari hari dapat traktiran seperti ini, bisa bisa badan Aku yang kayak lidi ini bisa berubah jadi tiang lisrik hi hi hi" ucap Rindu tertawa sambil melap bibirnya dengan tisu.


"Pokoknya kalau Bos' ka yang ajak pasti makan dan minumanya semua berkelas, Jadi handponeMu harus stand bye terus biar bisa bareng ama Kita" ucap Melly sambil tersenyum memandang Gisel.


"Apaan Si Lebay deh," ucap Gisel sedikit malu dengan sebutan Bos dari Melly.


Setelah ketiganya merasa puas. Gisel bangkit dari tempat duduknya sembari membuka tas kecilnya.


"Mba berapa,!" ucap Gisel pada Tari yang sedari tadi berdiri melayani mereka bertiga.


Tari maju dan menundukkan kepala.


"Sudah lunas Nona! semua sudah di bayar oleh kepala pelayan kami, Nona Rindu" ucap Tari sambil menunjuk Rindu dengan Ibu jarinya.


"Ah ..Kepala pelayan" ucap Gisel dan Melly sambil melotot kearah Rindu.


Rindu hanya tersenyum kerbau memandang kearah kedua sahabatnya yang memplototkan mata kearahnya.


"Kamu harus jelaskan ini semua kepada Kami " ucap Melly.


"Iya nanti setelah kita pulang! Ibu dan adik adikKu pasti sudah kuatir menungguiKu" ucap Rindu sambil berdiri dari tempat duduknya dan berjalan meninggalkan tempat itu.


Gisel dan Melly mengikutinya dari belakan dengan tanda tanya besar di kepala mereka berdua.


Sementara itu Jony yang melihat mereka bertiga melangkah keluar, ikut juga berdiri dari tempat duduknya, tapi sebelum Ia keluar Jony mendekati Tari dan Lidia yang sedang membersihkan piring bekas makan mereka.


"Lakukan dengan baik dan benar! karna Hotel ini mengaji kalian untuk bekerja bukan untuk menyiksa orang atau berlagak sombong! paham." ucap Jony kepada mereka berdua.


"Paham Tuan!" ucap Tari dan Lidia bersamaan.


"Bagus! Ini tips kalian berdua karna sudah melayani Nyonya Muda!" ucap Jony sambil meletakkan beberapa uang merah diatas meja..

__ADS_1


"Apa Nyonya Muda..,?" ucap Tari dan Lidia secara bersamaan.


👉teteap beri Vote, Like , coment ,favorite dan rate bintang limanya ya trimah kasih.....


__ADS_2